Langsung ke konten utama

Toko Barang Mantan, Buat yang Masih Terkenang Mantan

Toko Barang Mantan, film komedi romantis garapan MNC Pictures, yang dibitangi Reza Rahadian dan Marsha Timothy ditayangkan di bioskop mulai 20 Februari 2020 (dok.windhu)
Toko Barang Mantan, film komedi romantis garapan MNC Pictures, yang dibitangi Reza Rahadian dan Marsha Timothy ditayangkan di bioskop mulai 20 Februari 2020 (dok.windhu) 


Ngomongin mantan, meski sudah tak lagi bersama, terkadang ada getar ingatan yang muncul saat melihat barang yang pernah diberikan. Terselip cerita dan kenangan  yang pernah dilalui meski semuanya telah berakhir. Ada rasa pedih, sekaligus kangen.

Salah satu cara terjitu supaya bebas dari bayang-bayang mantan adalah dengan segera melenyapkan barang-barang pemberiannya. Dibuang? Ah, sayang. Dijual saja ke Toko Barang Mantan. Sesuai dengan nama tokonya,  toko ini memang menjual barang-barang mantan.

Inilah yang dilakukan Tristan, yang dibantu dua partnernya Amel dan Rio. Ide yang berawal dari menjual barang dari mantannya sendiri direalisasikan oleh Tristan dengan mendirikan toko yang menampung barang-barang pemberian dari mantan untuk dijual kembali.




Setiap barang mantan dituliskan kisahnya sesuai dengan cerita yang menjual barang. Untuk Toko Barang Mantan, Tristan rela sampai putus kuliah. Hingga suatu hari, datang Laras, mantan kekasih Tristan. Sebagai cowok yang suka gonta ganti cewek, cuma Laras yang bikin kelimpungan.

Laras yang dulu satu kuliah, sudah bekerja. Di saat yang bersamaan, Toko Barang Mantan terancam bubar jika tidak bisa membayar sewa. Tristan pun selalu berkonflik dengan ayahnya. Di sisi lain, Tristan yang belum bisa move on dari mantan, ingin Laras bisa kembali padanya.

“Gue harus bikin toko ini punya masa depan. Gue punya masa depan. Biar Laras tahu sekalian,” ucap Tristan gusar.


Reza Rahadian dan Marsha Timothy, pemeran utama Toko Barang Mantan (dok.windhu)
Reza Rahadian dan Marsha Timothy, pemeran utama Toko Barang Mantan (dok.windhu)


Lalu bagaimana kelanjutannya? Ini semua ada di Toko Barang Mantan film terbaru dari rumah produksi MNC Pictures tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Februari 2020.  Mengangkat kisah yang berkaitan dengan keseharian sehari-hari, film Toko Barang Mantan menawarkan suatu yang berbeda sebagai hiburan.

Cewek Butuh Kepastian

Menyaksikan Toko Barang Mantan, kalau biasanya Reza Rahardian tampil dengan dandanan rapi dan menarik, kali ini berbeda. Reza sebagai Tristan tampil sebagai laki-laki cuek, sangat temperamen, dan memiliki gengsi yang gede.

Press Scrrening Toko Barang Mantan di XXI Epicentrum, 11 Februari 2020 9dok.windhu)
Press Scrrening Toko Barang Mantan di XXI Epicentrum, 11 Februari 2020 9dok.windhu) 


Reza dengan rambut gondrong. Jadi, cewek-cewek yang menontonnya akan cukup gemas melihatnya. Usai pemutaran film Toko Barang Mantan di studio XXI Epicentrum, pada11 Februari 2020, Reza mengatakan memang sangat tertarik memerankan Tristan.

Reza tak hanya  berpenampilan beda. Judul film Toko Barang Mantan dan naskah film yang ditulis oleh Titien Wattimena ini memang cukup unik. Toko barang mantan di kehidupan nyata di Indonesia belum pernah ada.

Buat Marsha Timothy yang memerankan Laras, inilah pertama kalinya beradu akting dengan Reza Rahadian. Marsha sudah 12 tahun tidak bermain dalam film genre komedi romantis. Kalau buat Reza, genre ini sudah sering dilakoninya tapi kali ini, idenya  dianggap menarik. Belum pernah ada Toko Barang Mantan kan?

Toko Barang Mantan
Jualah barang mantan di Toko Barang Mantan (dok.windhu)


Film yang disutradarai oleh Viva Westi ini juga menampilkan banyak karakter yang unik. Baik dari Iedil Putra sebagai Rio dan Dea Panendra sebagai Amel. Belum lagi para pemeran lainnya yang menjual barang ataupun pembeli di Toko Barang Mantan.

Yups, walaupun judulnya Toko Barang Mantan,  kisahnya bukan sekedar jual beli barang-barang dari mantan. Ada cerita yang bikin sedih dan bikin tertawa. Ada rasa pertemanan yang harus dijalin, ada  rasa ego yang harus diturunkan, ada hubungan antar orang tua dan anak yang yang harus dipelihara.

Namun, satu hal penting adalah Toko Barang Mantan mengajarkan tentang relasi laki-laki dan perempuan. Terkadang, laki-laki lupa mengungkapkan rasa cinta dalam bentuk ucapan.  Bukan sekedar jalan bersama tanpa ujung dan tanpa arah. Cewek butuh kepastian.

Para pemeran, penulis, sutradara, dan produser Toko Barang Mantan (dok.windhu)
Para pemeran, penulis, sutradara, dan produser Toko Barang Mantan (dok.windhu)


Buat yang penasaran, film ini bisa menghibur siapa saja, dari yang baru ditinggal pacar, yang sulit move on dari mantan, yang nggak bisa putus dari pacar, dan lainnya.

Lewat film Toko Barang Mantan, seorang cowok cuek  bisa tahu alasan kenapa #CewekButuhKepastian! Bikin baper dan gemas menontonnya karena .  Cewek pun bisa belajar tahu menangani karakter cowok gampang emosi seperti Reza, eh Tristan.

Jadi, jangan sampai ada cewek bilang ke cowoknya, “Kamu memangnya pernah bilang cinta sama aku?” Nanti bisa-bisa pindah deh barang-barang pemberian ke Toko Barang Mantan.  Hahaha....

Toko Barang Mantan ditayangkan di bioskop Indoesia mulai 20 Februari 2020 (dok.windhu)
Toko Barang Mantan ditayangkan di bioskop Indoesia mulai 20 Februari 2020 (dok.windhu)


Keterangan Toko Barang Mantan : 

Pemeran : Reza Rahadian (Tristan), Marsha Timothy (Laras), Iedil Putra (Rio), Dea Panendra (Amel), Roy Marten, Widi Mulia, Fendy Chow, Stella Cornelia
Tanggal tayang  : 20 Februari 2020.






Komentar

  1. hahahhahaha, ada toko macam ini ternyata seru juga kali yah, hhmmm... di list dulu ahh ada barang mantan atau tidak..wkwkwkwkwk

    BalasHapus
  2. wahahaha, filmnya seru dan unik yah

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar positif demi kemajuan dan kenyamanan pembaca.

Postingan populer dari blog ini

D’Flora, Lipstik Untuk Bibir Hitam dengan Pilihan Warna Bagi Perempuan Aktif

Pilihan Lipstik untuk Bibir Hitam saat ini beragam. D'Flora, hadir dengan kandungan Jojoba dan vitamin yang membuat bibir terlihat menarik dan sehat. (dok.windhu) Awalnya saya tidak begitu memperhatikan mengenai masalah bibir hitam. Semua itu baru saya sadari saat Arni, salah seorang kakak perempuan   saya   mengeluhkan warna bibirnya. Jika warna lipstiknya sudah memudar, warna bibir aslinya langsung terlihat. Kakak merasa perlu lipstik untuk bibir hitam yang tepat digunakan sehari-hari.  “Pernah merokok, kali,” ucap saya asal sambil bercanda. Ups, jelas kakak saya tidak terima.Kakak tidak pernah menyentuh ataupun mencoba-coba rokok. Bahkan mencium bau asap rokok di suatu tempat keramaian umum,   kakak sudah tidak suka. Mungkin saya cukup beruntung karena warna bibir saya tidaklah segelap bibir kakak. Saya tahu usaha kakak untuk membuat warna bibirnya lebih merah dan menarik. Sesekali saya juga mengikutinya. Buat perempuan, memiliki warna bibir hitam, bibir g

Minggu Pagi di Aksi #TolakPenyalahgunaanObat Car Free Day

MATA saya menatap kemasan kotak bertuliskan Dextromethorphan yang ada di meja BPOM. Di atas meja itu terdapat sejumlah obat-obatan lain bertuliskan warning, yang berarti peringatan. Ingin tahu saya memegangnya. Membaca kotak luar kemasan obat itu.  “Ini obat apa?” tanya saya. Adi, petugas BPOM itu memperlihatkan isi kotak kemasan. Menurutnya, obat Dextromethorpan sudah ditarik dari pasaran. Sudah tidak digunakan lagi karena dapat disalahgunakan oleh pemakainya. Dextromethorpan yang di kotak kemasannya tertera generik dan terdiri dari 10 blister ini masuk dalam kategori daftar G. Banyak yang menyalahgunakannya untuk mendapatkan efek melayang (fly). Fly? Pikiran saya langsung teringat kepada peristiwa penyalahgunaan obat yang menghebohkan negeri ini satu bulan lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Korbannya yang anak-anak masih pelajar dan mahasiswa ini. Pertengahan September 2017, semua terkaget-kaget dengan kabar yang langsung menjadi topik pembicaraan

Beli Buku Hanya Bayar Setengah di Buka Gudang Gramedia

Selama satu bulan, digelar Gudang Buku Gramedia, di Jl. Palmerah Barat, Jakarta. Diskon sebesar 50 % untuk semua jenis buku. Untuk buku komik hanya Rp.1000, dengan ketentuan minimal pembelian 10 buah (dok.windhu) There is no friend as loyal as book . Kalimat kutipan Ernest Hemingway, novelis yang karya-karyanya mendunia itu benar adanya. Buat sebagian orang, termasuk saya, buku sudah menjadi teman yang sangat setia. Sejak masih anak-anak hingga kini dewasa. Nah, begitu mata memandang seluruh ruangan yang disebut Buka Gudang Gramedia, Jl Pamerah Barat dan melihat tumpukan ratusan buku sesuai dengan kategorinya jelas terlihat di depan mata, rasa senang timbul.  Jumlah buku di rumah, si teman setia sudah jelas akan bertambah.Harga buku di zaman sekarang kalau karya top atau penulis bermutu pastilah mendekati Rp.100.000 atau lebih, per satu bukunya. Kegiatan diskon buku seperti Buka Gudang Gramedia, jadi salah satu solusi menambah bahan bacaan.  Ragam pilihan buku ba