Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Menyelami Pergulatan Batin Peggy Melati Sukma lewat Kujemput Engkau di Sepertiga Malam

NAMA Peggy Melati Sukma begitu terkenal  pada era tahun 1999-2003. Wajahnya selalu menghiasi layar kaca. Satu hal yang menarik di masa itu, gaya konyol Peggy yang selalu tampil dengan dandanan berlebihan, dengan kedua tangan memegang kepala di sisi kanan dan sisi kiri kemudian  menggoyangnya, "Pusing......"

Kini, Peggy telah berhijab. Bahkan mengenakan cadar. Perempuan muslimah yang telah berubah seutuhnya. Hijrah dari dunia gemerlap keartisan.

Menjelang datangnya bulan Ramadhan, saya tiba-tiba teringat buku lama mengenai awal hijrah Peggy. Buku berisi pergulatan batin Peggy. Apa yang membuatnya berubah? Bukankah banyak orang yang menginginkan hidup di dunia yang penuh dengan ingat bingar. Dunia hiburan yang banyak diinginkan orang karena menjanjikan nama yang beken, selain materi?

Melalui bukunya Kujemput Engkau di Seperti Malam, Peggy bercerita tentang hidupnya.Hal positif dalam hidupnya bisa menjadi kaca bagi yang membaca. Buku Peggy memang terbit nyaris 4 tahun lalu. Saya…

Geliat Belajar Sambil Berwirausaha dari PKBM Ginus Istaco

Education is The Most Powerful Weapon Which You Can Use To Change The World (Nelson Madela-Presiden Afsel)

KUTIPAN yang disampaikan oleh Nelson Mandela, Presiden berkulit hitam pertama asal Afrika Selatan mewakili pentingnya sebuah pendidikan. Bila dimiliki dan digunakan dengan tepat, pendidikan dapat menjadi senjata yang bisa digunakan untuk mengubah dunia. Setidaknya, mengubah kehidupan dunia milik seseorang.
Selama ini, pendidikan sudah banyak memberi bukti jika dapat mempersempitjurang kesenjangan yang terjadi dan kemiskinan yang membelit. Mampu menjadikan seseorang menjadi yang lebih baik hidupnya.
Setidaknya, itulah yang saya dengar dan saya lihat saat berkunjung ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Global Inspirasi Nusantara - International Technology and Automotive College (PKBM GINUS ITACO),18 Maret 2018.Saat itu, saya bersama bersama rombongan komunitas Dearblognet dan C2Live.



Melihat jari jemari tangan Nurhasanah bergerak lincah menjahit kain di menggunakan mesin jahit di la…