Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Wisata Banyumas Nyampleng, dari Kuliner Sroto Sokaraja hingga Pesona Baturraden

Kabupaten Banyumas, yang terletak di Jawa Tengah memang menggoda untuk dikunjungi. Tak hanya lokawisata alam Baturraden dan wisata kuliner seperti sroto sokaraja dan mendoan yang bisa dinikmati, ada juga wisata seni, wisata religi, dan wisata sejarah yang akan memberikan kenangan bagi siapa pun yang dolan ke sana.
Satu piring kecil berisi beberapa butir mino alias nopia  ukuran kecil dan sejumlah lembaran keripik tempe berada di depan saya. Ditemani dengan secangkir kopi panas, nuansa Banyumasan seakan hadir di depan mata. Belum lagi, adanya sehelai kain batik Banyumas di tas saya, yang semakin menegaskan nuansa itu.



Tayangan mengenai potensi Banyumas di RM Handayani, Matraman Jakarta, Maret 2017 oleh Perwakilan dinas pemuda, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata  (Dinporabudpar) serta pihak perhotelan dari Kabupaten Banyumas menyeret kembali ingatan.  

Menyebut  Banyumas, tiba-tiba saya merasa rindu dengan Sroto Sokaraja. Dulu, meski tinggal di Jakarta, teman saya yang aslinya  berasal…

Menyambangi Ummi, Pelopor Majalah Muslimah dan Keluarga Muda Islami

Untuk tetap eksis di era serba internet saat ini, bukanlah hal yang mudah bagi sebuah media cetak bulanan. Tuntutan profesional selalu dapat menghadirkan bacaan berkualitas harus dipertahankan. Terlebih, bila menyasar segmen tertentu sebagai majalah muslimah. Namun, Ummi menunjukkan mampu bertahan hingga memasuki tahun penerbitan ke-29 pada April  2017 ini.
Begitu memasuki ruang rapat majalah Ummi, yang  terletak di Jl. Mede No.42 A, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa 21 Maret 2017 siang, sejumlah wajah dengan senyum lebar langsung menyapa.  Suasana akrab dan ramah terasa menyejukkan. Kontras dengan cuaca yang sedang terik panas matahari di luar gedung.
Para perempuan berhijab dari komunitas Blogger Muslimah, yang tengah mengadakan Program Edukasi Muslimah (PEM) berupa kunjungan redaksi, duduk mengelilingi meja panjang. Tak lama setelah itu beberapa perempuan berhijab lain dan seorang lelaki masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi dengan sejumlah plakat dan penghargaan.
Mereka adalah para aw…

Santapan Cinta Indonesia dan Ala Jepang di Best Western Plus Kemayoran

Slurp... Sesendok kuah soto terseruput sempurna. Terasa ringan di lidah dan mulut. Kuah yang berwana kuning tidak kental, seperti umumnya soto yang terdiri dari campuran babat dan daging.
“Kuah sotonya bukan dari santan, tapi dari susu,” kata Chef Hiriyanto, dalam food tasting media, di Onyx Restaurant Best Western Plus kemayoran Hotel, akhir Februari lalu.



Pantas saja rasanya tidak seperti kuah soto pada umumnya, yang lebih pekat.Disajikan dalam keadaan masih panas dengan asin yang pas, perut yang lapar semakin tergoda untuk menyantapnya. Dalam soto kuah susu yang dinamakan soto Abah, dagingnya terasa empuk. Begitu juga dengan babat dan kikil yang direbus.
Paduan rasa rempah pilihan yang khas dan tetap mempertahankan pengolahan secara tradisional, cita rasa soto tetap dipertahankan. Dengan tambahan ketupat dan mie putih sebagai pelengkap makan siang, soto kuah susu menjadi menu yang cocok untuk makan siang. Potongan daun bawang dan tomat merah dapat juga disertakan untuk memperkaya rasa…

Saatnya Shopaholic Beralih Menjadi Shopalogic !

Shopaholic? Siapa pun yang suka belanja pasti pernah mendengar istilah ini. Shopaholic merupakan sebutan buat seseorang yang tidak mampu menahan keinginan untuk berbelanja. Uang dan waktu sudah keluar banyak, namun belum tentu barang yang dibeli adalah barang yang dibutuhkan.

Malahan terkadang, barang yang dibeli masih utuh dan tidak pernah dipakai sama sekali. Jika ada diskon,apalagi sampai 50 % ke atas, rela antri untuk berbelanja pasti dilakukan. Pikiran yang ada, hanya keren banget kalau bisa punya merek top. Kapan lagi ada diskon dan dapat barang bagus?



Duh... dan pastinya, yang paling banyak masuk kategori shopaholic umumnya perempuan. Shopaholic awalnya saya kenal melalui sejumlah novel yang ditulis oleh penulis asal Inggris, Sophie Kinsella. 

Buku yang kemudian dituangkan dalam layar lebar ini mengungkapkan kisah Rebecca Bloomwood yang suka berbelanja barang saat diskon, meski terlibat utang dan kartu kredit. 

Saya juga ingat buku Miss Jinjing karya Amelia Masniari. Buku itu mengi…