Minggu, 21 Mei 2017

Menikmati Wisata Sejarah, Kuliner, dan Belanja Cirebon dengan #BigBirdJalanJalan

Keraton Kasepuhan Cirebon, merupakan salah satu tujuan dalam #BigBirdJalanJalan (dokpri)

Cirebon memang menggoda untuk dikunjungi. Daerah yang dulunya lebih dikenal sebagai tempat transit kini semakin menarik sebagai tempat kunjungan wisata. Tidak cuma aneka kulinernya yang menjadi tujuan, melainkan wisata belanja maupun wisata sejarahnya pun begitu memikat.

Karenanya, sejak awal tahun 2017 saya dan teman-teman penggila kuliner yang juga senang jalan-jalan ke suatu daerah, sudah ramai merencanakan untuk pergi ke Cirebon. Namun ternyata tidak kunjung mencapai kesepakatan.

Alasannya ?  Tidak mendapatkan titik temu sarana transportasi yang mudah dan murah, untuk menjangkau berbagai tempat menarik dan lokasi jajanan yang bisa dikunjungi.

Banyak moda transportasi yang bisa digunakan untuk melakukan sejumlah perjalanan wisata. Salah satunya bus (dokpri)

Ada yang memberi usul untuk naik sarana kereta api saja dari Stasiun di Jakarta dengan tujuan Stasiun Cirebon. Ada juga yang menyarankan untuk naik bus saja sampai ke Cirebon, tapi harus dipastikan bus yang nyaman sehingga tidak membuat kaki bengkak karena perjalanan jauh.

Cirebon, Sebuah Keinginan Wisata

Itu baru sampai di daerah Cirebon, lalu  bagaimana untuk menjangkau beberapa tempat wisata dan kuliner di Cirebon? Apa iya, harus naik turun angkot. Menyewa kendaraan  alias carter mobil kemudian menjadi pertimbangan.

Begitupun halnya dengan kemungkinan untuk keliling Ciebon dengan kendaraan yang dipesan melalui aplikasi online. Kebetulan, sudah ada teman yang pernah melakukannya.

Sayangnya, kesepakatan moda transport yang cukup sulit itu membuat rencana jalan-jalan ke Cirebon tertunda cukup lama. Cari pilihan transportasi yang pas dan terjangkau untuk banyak orang seakan tidak mudah. 

Kawasan Batik Trusmi Cirebon adalah lokasi wisata yang jadi pilihan pelancong (dokpri)

Pucuk dicinta ulam tiba ketika komunitas Indonesia Lifestyle Digital Influence (ILDI)
membuka kesempatan untuk berwisata ke Cirebon bersama #BigBirdJalanJalan. Ini merupakan pengalaman saya menggunakan bus Big Bird dengan program perjalanan wisata. Sebelumnya, saya lebih banyak menggunakan taksi untuk keperluan berbagai kegiatan di Jakarta. 

Layanan bus Big Bird merupakan bagian dari Blue Bird Group, yang  merupakan salah satu perusahaan penyedia transportasi  darat terkemuka. Dengan adanya #BigBirdJalanJalan, siapa pun yang ingin melakukan perjalanan wisata ke beberapa daerah, mulai dari Jungleland, Bandung, Cirebon, hingga Yogyakarta.


Memilih transportasi darat yang bersih, nyaman , dan  aman merupakan syarat mutlak perjalanan wisata (dokpri)

Perjalanan dengan Bus

Senang? Sudah pasti karena akhirnya kesempatan jalan-jalan ke Cirebon terlaksana. Apalagi dengan #BigBirdJalanJalan ke Cirebon, mengunjungi beberapa lokasi sekaligus, yakni Nasi Jamblang, Masjid Agung Cipta Rasa, Keraton Kasepuhan Cirebon, Empal Gentong, dan Batik Trusmi. 

Semua lokasi tujuan sangat identik dengan ciri Cirebon, yang menawarkan wisata lengkap dari sejarah, kuliner, dan belanja yang sudah dikenal di nusantara. Selain tentunya, kuliner lain seperti tahu gejrot ataupun mengunjungi makam Sunan Gunung Jati, salah seorang Wali Songo. Cirebon juga merupakan salah satu pusat penyebaran agama Islam. 


Dua bus Big Bird ini digunakan untuk program wisata #BigBirdJalanJalan ke Cirebon (dokpri)

Sabtu 22 April,  pukul 6.00, lobi gedung Bluebird Group, Jl. Mampang Prapatan sudah ramai. Perjalanan jauh antar kota antar provinsi menggunakan dua buah bus Big Bird yang sudah siaga di depan kantor. 

Sebelum perjalanan dimulai, supir bus menyapa para penumpang. Kami pun berdoa agar perjalanan lancar sampai tujuan. Ini menguatkan rasa aman dalam perjalanan jauh. Bus dengan masing-masing dua kursi di kiri dan kanan terlihat bersih. 

Sebuah layar video yang mengalunkan lagu-lagu lembut maupun penyemangat diputar di sepanjang perjanan. Sejuknya AC menambah kenyamanan, sambil menikmati kotak berisi kue dan air mineral yang dibagikan kepada setiap penumpang #BigBirdJalanJalan. 


Penumpang banyak yang terlelap  di bus dalam perjalanan (dokpri)

Tak butuh lama untuk sejumlah penumpang jatuh tertidur dibuai alunan musik. Perjalanan menuju Cirebon pagi itu, memang agak macet. Bus pun singgah di Rest Area untuk membeikan kesempatan yang ingin ke toilet. Meski sempat tersendat, saya cukup menikmati perjalanan. Benar apa yang banyak orang katakan, jika dengan perjalanan darat lebih banyak hal yang bisa dilihat. 

Berbagai pemandangan menarik kota yang bisa dilihat dari kaca jendela merupakan hal yang menyenangkan. Tak hanya sekedar gemerlap sebuah kota, sosok kehidupan kota bisa tergambar dari yang terlihat di pinggiran jalan. 


Pemandangan sawah yang bisa dilihat dari kaca bus sepanjang perjalanan (dokpri)

Memasuki wilayah Cirebon di sepanjang jalan, saya melihat banyak sekali warung atau toko penjual Empal Gentong. Jajaran toko oleh-oleh sebagai kota wisata, hingga banyaknya para pengemudi becak kayuh yang sedang menunggu atau mengantarkan penumpang. Sebuah tulisan besar Kawasan Batik Trusmi terpampang. 

Batik pesisir Cirebon yang kaya warna memang sangat menaik dan menjadi pilihan bagi para penyuka batik.  Ini pula yang membuat saya selalu ingin ke Cirebon. Tidak sekedar tahu Batik Trusmi hanya dari yang dipajang di toko batik Jakarta.  


Para pengemudi becak kayuh di sepanjang jalan Cirebon (dokpri)

Nikmatnya Nasi Jamblang Ibu Nur

Setelah menempuh waktu beberapa jam, akhirnya bus tiba di lokasi wisata kuliner pertama. Sudah jam 12.00, sekaligus makan siang di Nasi Jamblang Ibu Nur. Tempat ini termasuk salah satu favorit untuk dikunjungi wisatawan saat di Cirebon.

Benar saja, saat saya dan teman-teman sampai, rumah makan Nasi Jamblang Ibu Nur sangat penuh. Di parkiran, berjajar banyak mobil. Di dalam rumah makan, lebih banyak lagi orang yang ingin mencicipi Nasi Jamblang.  


Nasi Jamblang Ibu Nur dipadati pengunjung (dokpri)

Puluhan orang rela mengantri untuk mendapatkan makan siangnya. Dua petugas rumah makan di sisi kiri dan sisi kanan sudah siap melayani antrian para pengunjung. Kalau orang dewasa mampir kesini saat lapar, sebaiknya mintalah dua  porsi nasi kepada petugasnya. Satu porsi nasi yang diletakkan di atas daun jati yang ada di piring, nggak akan cukup karena porsinya yang memang sedikit.

Untuk lauk, banyak yang menjadi pilihan. Aneka pepes,mulai dari pepes tahu, pepes jamur, hingga pepes ikan tersedia Aneka olahan telur, dari telur puyuh hingga telur ayam. Aneka jerohan, seperti hati dan paru. Olahan daging, aneka sate, dan udang pun ada. Juga olahan kedelai, seperti tempe dan tahu. 


Mintalah dua porsi nasi agar kenyang (dokpri)

Jangan lupa menambahkan sambal untuk menemani nasi Jamblang karena itulah yang menandakan kekhasannya. Tentu saja, selain penggunaan daun jati sebagai alas makanan yang disajikan.

Banyak menu makanan yang tinggal dipilih dan diambil sendiri oleh setiap pengunjung. Semua lauk itu diletakkan berderet-deret di atas meja. Di ujung meja, nantinya akan ada petugas rumah makan yang akan menghitung harga yang harus dibayar berdasarkan pilihan makanan yang diambil pengunjung. 


Menu makanan tinggal dipilih oleh pengunjung (dokpri)

Setelah itu mencari tempat duduk. Bukan yang mudah, lho! Semua bangku terisi penuh. Rumah makan tidak bergaya seperti restoran yang menyediakan pasangan meja dan kursi. Pengunjung yang sudah mendapatkan makanan dipersilahkan mencari sendiri tempat duduk. 

Begitu penuhnya, hingga petugas terpaksa mengeluarkan sejumlah kursi plastik untuk para pengunjung yang tidak mendapatkan tempat duduk. Siapa cepat, yang dapat lebih dulu. 


Rumah makan Nasi Jamblang Khas Cirebon Ibu Nur yang sangat ramai dan padat (dokpri)

Ah, akhirnya saya mendapatkan tempat duduk bersama teman-teman. Untuk soal minuman, tidak perlu khawatir, selain ada air mineral, tersedia juga teh hingga berbagai jus buah ataupun minuman ringan. 

Saya memilih menu makan pepes jamur dan telur puyuh, dengan minum berupa air mineral. Di dinding rumah makan terpampang foto sepasang laki-laki dan perempuan, yang agaknya pemilijk rumah makan Nasi Jamblang Ibu Nur. 


Menu nasi jamblang dengan lauk pilihan saya (dokpri)

Banyaknya pengunjung rumah makan yang terus datang dan semakin panjang juga mengantri, membuat tidak bisa lama-lama untuk duduk. Begitu nasi jamblang dengan lauk yang nikmat sudah tersuap habis, segera bangkit karena ada pengunjung lain yang siap menggantikan. 
Selain itu, udara yang panas karena penuh orang akan membuatmu segera menyudahi bila makan sudah selesai. 

Tak jauh dari rumah makan Nasi Jamblang Ibu Nur, saya tertarik dengan penjual manisan mangga dan emping gerobakan pinggir jalan yang ramai pembeli. Di sebelahnya, juga ada penjual kopi gerobakan dengan pilihan kopi ala sebuah cafe. Akhirnya, saya pun membeli untuk teman camilan dalam perjalanan sekaligus oleh-oleh.


Manisan mangga asli Cirebon, kuliner gerobakan rakyat (dokpri)

Shalat di Masjid Agung Cipta Rasa

Kenyang makan nasi jamblang, tujuan wisata selanjutnya adalah Keraton Kasepuhan Cirebon. Nah, ini termasuk bagian dalam wisata sejarah Cirebon. Namun sebelum ke Keraton Kasepuhan ini, saya dan teman-teman melaksanakan ibadah shalat di Masjid Agung Cipta Rasa, yang letaknya bersebelahan langsung dengan keraton..

Masjid yang juga dari zaman dulu kala ini, termasuk salah satu wisata sejarah juga. Siang itu, untuk pertama kalinya saya shalat di  Masjid Agung Kesultanan Cirebon yang dibangun pada tahun 1489.


Shalat di Masjid Agung Cipta Rasa sebagai syukur sampai ke Cirebon (dokpri)

Saat memasuki gapura masjid, tampak sejumlah santri berdiri di depannya menyambut. Saya terkesan dengan bangunan yang arsitekturnya mirip dengan Masjid Agung Demak.
Memiliki atap berbentuk limas, Masjid Agung Cipta Rasa yang dibangun tanpa menara ini begitu memikat.

Bangunan utamanya dari batu bata dan berwarna merah. Terasnya sangat luas dan juga digunakan untuk shalat oleh para jemaah, selain tentunya bangunan utama masjid. Tiang-tiang masjid yang diarsiteki Sunan Kalijaga terbuat dari kayu yang disambung-sambung dengan pasak. Orang masa kini menyebutnya dengan istilah Knock Down. Tanpa paku dan tinggal dirakit.


Tiang-tiang kayu Masjid Agung Cipta Rasa yang dibangun dengan sistem Knock Down (dokpri)

Saya shalat di dekat salah satu tiang masjid yang kurang panjang kayunya. Sejumlah pengunjung berdoa disitu. Ah, saya mengagumi adanya oranamen dan kaligrafi pada dinding. 

Masjid Agung Cipta Rasa memiliki keunikan karena memiliki tradisi Azan Pitu atau yang disebut adzan tujuh yang dilakukan setiap hari Jumat. Tujuh muadzin mengumandangkan adzan secara sekaligus. Sayangnya saya datang hari Sabtu, jadi tidak sempat mendengarkan keindahan lantunan adzan bareng itu. 


Salah satu pintu Masjid Agung Cipta Rasa (dokpri)


Bukan hanya bangunan Masjid Agung Cipta Rasa yang menarik, pagar batu bata yang mengitari masjid dengan pintu masuk yang bagus juga menimbulkan kekaguman. Tak urung, saya dan teman-teman mengabadikan kenangan di masjid ini.

Belajar Sejarah di Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan menjadi lokasi wisata sejarah wajib bagi siapa pun yang singgah di Cirebon. Di keraton yang letaknya dekat dengan Masjid Agung Cipta Rasa ini, setiap pengunjung masih dapat merasakan kemegahan Keraton yang didirikan pada tahun 1529 oleh Pangeran Cakrabuana. 

Tentu saja, untuk masuk ke area Keraton Kasepuhan harus membayar tiket masuk sebesar Rp.2000 untuk umum dan Rp.10.000 untuk pelajar. Untuk wisatawan asing lebih tinggi, yakni Rp 70.000. 

Bagian pintu pagar Keraton Kasepuhan Cirebon (dokpri)

Seorang pemandu wisata berbaju daerah yang berasal dari Keraton Kasepuhan Cirebon siap menemani setiap rombongan yang berkunjung. Saat itu sambil berjalan kaki, mas Wawang yang menjadi pemandu berhenti di setiap bagian keraton untuk menjelaskan kisah sejarah keraton.

Semua bagian dari Keraton Kasepuhan memiki cerita dan nilai sejarah. Keraton Kasepuhan dulunya adalah perluasan dari Keraton Pakungwati, keraton tertua di Cirebon, yang sebutannya diambil dari nama Ratu Dewi Pakungwati, putri Pangeran Cakrabuana.

Pakungwati menikah dengan Sunan Gunung Jati, yang mengabadikannya sebagai nama Keraton, yang kemudian menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Cirebon.  Tembok bata merah mengelilingi keraton ini. 


Wawang, Pemandu Wisata asal Keraton Kasepuhan sedang menjelaskan sejarah keraton (dokpri)

Konflik internal Kesultanan Cirebon pada tahun 1969, telah menyebabkan kesultanan terbelah dua, yakni Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan Kesultanan Kanoman. Setiap Kesultanan memiliki gelar masing-masing.  

Siang itu, kami hanya mengunjungi Keraton Kesultanan kasepuhan Cirebon. Keraton ini pun ternyata sangat luas. Ada dua pendopo sebelum memasuki gerbang keraton, yaitu Pancaratna dan Pancaniti.


Komplek Siti Inggil Keraton Kasepuhan Cirebon (dokpri)

Sebuah gapura berupa pintu gerbang dari batu batas merupakan bagian dari komplek Siti Inggil, yang di dalamnya tedapat sejumlah bangunan yang awalannya Mande. Selanjutnya perjalanan berlanjut ke gerbang kedua yang bernama Regol Pangada dan Gapura Lonceng. 

Setelah melewati sebuah gerbang yang memiliki dua pintu kayu, pengujung Keraton Kasepuhan melintasi taman Bunderan Dewandaru. Di tempat itu, terdapat dua macan putih yang merupakan lambang Pajajaran dan dua buah meriah yang diberi nama Ki Santomo dan Nyi Santoni.



Taman Bunderan Dewandaru dengan dua macan putih (dokpri)

Di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, banyak kisah sejarah yang bisa diambil dari tiap bangunan yang ada, yakni Museum Benda Kuno, Museum Kereta, Lunjuk, Tugu Manunggal, Sri Manganti dan bangunan Induk Keraton. 

Saya mengagumi kereta Poesaka Singa Barong yang megah. Kereta ini dibuat pada tahun 1954 oleh Panembahan Pakungwati I. Bentuknya yang unik merupakan perwujudan dari tiga bentuk binatang, yakni Gajah, Kepala Naga, dan Buroq.


Kereta Pusaka Singa Barong (dokpri)

Saat datang, bangunan Induk Keraton dalam keadaan tertutup dan tidak memperkenankan pengunjung untuk masuk ke dalam. Melalui pintu yang sebagian kaca, pengunjung hanya dapat mengintip bagian dalam induk keraton. 

Kunjungan terakhir di Keraton Kasepuhan adalah menyegarkan diri dengan air yang berada di Sumur Agung. Menurut petugasnya, sumur yang dibangun sejak keraton didirikan, tidak pernah mengering airnya. Banyak yang percaya, air dari sumur itu akan membuat wajah lebih bersinar. 


Mengintip isi dari bagian Induk Keraton Kasepuhan yang terkunci rapat (dokpri)

Lezatnya Empal Gentong dan Sate Kambing Muda

Berkeliling Keraton Kasepuhan yang luas sebagai bagian wisata sejarah, membuat perut kembali lapar. Menutup sore, mampir dulu ke rumah makan Empal Gentong H Apud. Inilah wisata kuliner kedua, yang merupakan makanan khas Cirebon.

Di depan rumah makan itu, selain Empal Gentong, tersedia juga Nasi Lengkong, Sate Kambing Muda, dan Tahu Gejrot yang dimasak di gerobakan langsung. Pengunjung rumah makan tinggal memesan dan memilih duduk di tempat yang luas, dan tersedia juga untuk yang merokok. 


Makan Empal Gentong khas Cirebon dan Sate daging kambing muda yang lezat (dokpri)

Pilihan sore itu jatuh pada Empal Gentong dan sate daging kambing muda. Empal gentong yang saya santap sore itu, disajikan dengan sepiring nasi. Bisa juga dengan lontong bila suka. Kuah makanan Empal Gentong berwarna kuning. Rasanya mirip dengan gulai, tapi tetap berbeda. 

Empal yang terdiri atas usus, babat, limpa,  dan daging sapi yang diberi kuah santan kuning ini dimasak di dalam gentong. Semakin lengkap cita rasanya ditambah dengan kecap dan sambal. Plus kriuk gigitan kerupuk setiap sendokan nasi dan empal.

Semangkuk Empal Gentong yang lezat (dokpri)


Empal Gentong cocok banget dimakan dengan nasi, terutama saat lapar (dokpri)


Makan pun tambah berselera dengan tambahan sate daging kambing muda. Potongan daging  kambing dalam setiap tusukan sate sangat empuk. Mudah dikunyah dalam mulut. memberikan  cita rasa yang lezat campuran gurihnya daging dengan manisnya bumbu kecap yang membalut seluruh sate. 

Bila penyuka pedas, bolehlah ditambah dengan memberi sambal. Pas juga bila ingin dimakan dengan lontong ataupun nasi. Sate semakin mantap rasanya bila dibubuhi air perasan jeruk limo.


Lezatnya sate daging kambing muda (dokpri)

Wisata Belanja Oleh-Oleh dan Batik Trusmi

Usai menuntaskan dua wisata kuliner khas Cirebon, yakni Nasi Jamblang dan Empal Gentong, tidak lengkap rasanya bila tidak sekaligus berbelanja. Banyak toko di sepanjang jalan menyajikan wisata belanja oleh-oleh, baik berupa makanan ataupun pakaian. 

Sore itu rombongan bus mampir di toko oleh-oleh Daud. Banyak sekali, jajanan khas Cirebon yang ada di toko yang luas ini. Ada kerupuk melarat yang digoreng dengan menggunakan pasir, kerupuk kulit,  terasi khas Cirebon, sirup Tjampolay tiga rasa dalam bentuk botolan, dan ikan asin. Selain itu, masih ada aneka jajanan yang dapat dijadikan oleh-oleh. 

Belanja aneka oleh-oleh khas Cirebon (dokpri)

Setelah wisata belanja oleh-oleh kuliner, sebelum kembali ke Jakarta menyempatkan untuk singgah ke Pusat Grosir Batik Trusmi. Gedungnya sangat luas dan menawarkan batik dalam berbagai bentuk, mulai dari baju, kemeja, rok, celana pendek, ataupun celana panjang. Batik dalam bentuk bahan pun tersedia jika ingin menjahit baju yang sesuai dengan ukuran.

Batik Mega Mendung yang merupakan khas Cirebon menjadi incaran sebagai oleh-oleh pernah berkunjung ke Cirebon. Soalnya, setiap daerah memiliki ciri khas batik sendiri, bukan? Berkeliling di tempat ini cukup lelah, tapi terhibur dengan adanya tawaran diskon. 

Aneka pilihan kemeja Batik Trusmi (dokpri)
Haha, saya pun akhirnya sukses membeli tiga celana yang sedang diskon. Sebenarnya sih, saya ingin memborong semuanya. Banyak baju, kain, dan rok Batik Trusmi yang cantik-cantik yang ingin sekali dibeli bila dana mencukupi. 

Saya kagum melihat ribuan batik yang tinggal dipilih. Ini sebuah kekayaan khas daerah sekaligus Indonesia, yang mendunia. Di tempat ini, lantai bangunan pun bercorak batik. 

Pilah pilihlah aneka batik warna warni khas Cirebon (dokpri)

Wisata belanja ke Batik Trusmi merupakan kegiatan terakhir dari #BigBirdJalanJalan ke Cirebon. Dalam satu langkah perjalanan, beberapa wisata dapat dilakukan sekaligus, mulai dari wisata sejarah, wisata kuliner, hingga wisata belanja. 

Program wisata dengan menggunakan bis dari Jakarta pulang balik ternyata menyenangkan. Saya jadi ingin menjajal program di daerah laiinya, misalnya saja Yogyakarta atau Bandung. Kenapa? karena saya nggak perlu bingung dan ribet mencari kendaraan lokal atau carteran saat sudah tiba di suatu lokasi wisata.



Kamis, 11 Mei 2017

Saatnya Nikmati Kebebasan Akses Aplikasi dengan IM3 Ooredoo


Petinggi Indosat dalam peluncuran  freedom Combo 5.0, Rabu 10 Mei 2017 (dokpri)



Kok wa-ku nggak dibalas? Kenapa?
Duh, chatt kamu nggak aktif ya?


Nggak ngerti banget kenapa tiba-tiba Whatsapp (wa) nggak bisa diakses. Padahal, sekarang zamannya mengirim pesan langsung melalui  aplikasi satu ini. Biasanya selalu ada pesan masuk sepanjang waktu dari sejumlah grup wa, untuk berbagai kegiatan berbeda.  Ketinggalan aplikasi yang satu ini bisa juga berarti ketinggalan informasi.

Kalau lagi kejadian seperti ini rasanya nggak berdaya. Sedih banget bukan karena nggak ikut paketan internet atau nggak ada pulsa. Kata teman, salah pilih paket internet sehingga beberapa aplikasi medsos memang tidak termasuk di dalamnya.

Nah, menjelang bulan Ramadhan sepert saat ini, tentunya saya nggak mau kejadian seperti ini ada lagi. Soalnya,  komunikasi saat bulan puasa  semakin aktif, nggak cuma dengan teman-teman, tetapi dengan keluarga juga. 

Para mitra kerjasama Indosat terkait aplikasi online (dokpri)

Minimal, untuk mengingatkan waktu buka puasa, atau memberitahukan jam untuk bangun sahur. Silahturahmi melalui chatt aplikasi saat ramadhan pun biasanya meningkat, apalagi jelang dan pas lebaran nanti.

Memahami banyak pelanggannya yang senang menggunakan beragam aplikasi sekaligus, tetapi tetap berkeinginan dapat berkomunikasi dengan kolega, teman, atau kerabatnya, Indosat mengeluarkan inovasi produk baru.   

“Selamat datang di era kebebasan berlipat ganda untuk pelanggan IM3,” kata Presiden Director &CEO Indosat Alexander Rusli, saat peluncuran  paket Freedom Combo 5.0 di Kantor Pusat Indosat , Jl MH Thamrin, Jakarta, Rabu 10 Mei 2017.

Peluncuran Freedom Combo 5, dimeriahkan rampag bedug dan bernuansa ramdhan (foto:twitterIM3ooredoo)

Alexander  Rusli yakin inovasi Indosat akan membuat pelanggan IM3 mendapatkan pengalaman yang lebih dari sebelumnya. Pelanggan akan mendapatkan  keuntungan paket  2 in 1 yang tak terkalahkan dengan semua paket freedom IM3.

Menurut  Alexander Rusli,  inovasi produk baru dari Indosat ini memungkinkan para pelanggan IM3  tidak perlu bingung dan mikir-mikir jika ingin internetan dan menggunakan aplikasi sehari-hari favorit karena tidak akan menghabiskan kuota pulsa utama. Pelanggan pun  dapat menikmati kebebasan menelepon dengan Rp1/detik ke semua operator.

Saat ini, nyaris semua pemilik telepon selular android memiliki aplikasi chatt  yang sangat akrab dan populer di masyarakat, seperti whatsapp, BBM, Line.Selain juga aktif dengan media sosial  facebook, twitter, dan path. Update status menjadi semakin mudah, termasuk melakukan video call wa dan spotify.

Diskusi keuntungan menggunakan Freedom Combo (dokpri)

Pengguna aplikasi transportasi online, seperti Gojek, Grab, dan Uber pun dipermudah karena nggak perlu bingung dengan kuota. Semua pengguna ponsel masa kini pasti pernah memanfaatkan transportasi online. Termasuk saya, untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Pantas saja, seluruh mitra Indosat tampak hadir dalam kegiatan peluncuran Freedom Combo 5, yang bernuansa Ramadhan. Inovasi ini akan semakin mempermudah pelanggan IM3 untuk berkomunikasi.  


Lalu apa saja paket yang ditawarkan?

Pelanggan IM3 Ooredoo Freedom Combo dapat memilih empat paket yang ditawarkan, yakni M, L, XL, dan XXL. Perbedaannya  berdasarkan harga berlangganan setiap bulannya dan bonus yang akan diterima.


IM3 Ooredoo menawarkan 4 paket pilihan (dokpri)

Untuk paket M , dengan tarif langganan Rp 59.000 per bulan maka pelanggan memperoleh kuota data 2 GB dengan bonus 3 GB. Total keseluruhan 5 GB. Selain itu masih ada tambahan kuota 1 GB untuk streaming iFlix dan Spotify. Dilengkapi juga dengan adanya  tarif telepon dan akses ke aplikasi sehari-hari tanpa memakan kuota.

Untuk paket L, dengan tarif langganan Rp 99.000 per bulan, pelanggan memperoleh  kuota data 4 GB dengan bonus 8 GB. Total keseluruhan 12 GB. Masih ditambah kuota 2 GB untuk streaming iFlix dan Spotify, selain tarif telepon dan akses ke aplikasi sehari-hari tanpa memakan kuota.

Untuk Paket XL, dengan tarif langganan Rp 149.000 per bula, pelanggan memperoleh kuota data 8 GB dengan bonus 12 GB. Total keseluruhan  20 GB. Masih ada tambahan kuota 3 GB untuk streaming iFlix dan Spotify, selain tarif telepon dan akses ke aplikasi sehari-hari tanpa memakan kuota.

Untuk paket XXL, dengan tarif langganan Rp 199.000 per bulan. Pelanggan memperoleh kuota data 12 GB dengan bonus 25 GB. Total keseluruhan 37 GB. Plus  tambahan kuota 5 GB untuk streaming iFlix dan Spotify, selain tarif telepon dan akses ke aplikasi sehari-hari tanpa memakan kuota.

Division Head Core Services & Bundle Offering Indosat dan Division Head Content Proposition Indosat, Reginald Ghazaly saat diskusi di hadapan para pengunjung menegaskan jika makna Freedom itu sejalan dengan bebas. “Bebas itu ya sebebas-bebasnya,” kata Reginald.

Suasana ruangan Indosat saat diskusi (dokpri)
Saat ini, pelanggan baru bisa mendapatkan kartu perdana IM3 Ooredoo paket Freedom Combo 5.0 di pasaran. Semuanya ada di Freedom Starterpack, Freedom Mini, Freedom Interenet Plus, dan Freedom Combo.

Pelanggan lama juga dapat menikmati Freedom Combo 5.0 dengan mengaktifkan paket Freedom Combo. Wah, suatu yang membuat sulit berpaling dari Indosat yang sebelumnya juga telah memberikan kemudahan freedom data roll over.



Rabu, 10 Mei 2017

Sensasi Petualangan Wisata Air Nuansa Alam Afrika di Transera Waterpark


Transera Waterpark Kota Harapan Indah Bekasi, yang menawarkan 23 wahana (dokpri)

Bila penat dengan rutinitas, ingin melepaskan kejenuhan, ataupun mencari hiburan yang menyenangkan bersama teman dan keluarga saat liburan, melewati hari dengan rekreasi wisata air bisa jadi pilihan.

Jangan khawatir,nggak perlu pergi ke tempat yang jauh-jauh seperti ke pantai, laut, atau mengunjungi air terjun untuk berbasah-basah main air. Cukuplah datang ke sebuah waterpark. Sebuah kolam renang luas yang lengkap dengan berbagai wahana permainan air yang seru.  Penuh dengan tantangan memacu adrenalin.

Transera waterpark berada di dalam kawasan Kota Harapan Indah, Bekasi (dokpri)

Itu pula yang terasa saat saya bersama teman-teman ke Transera Waterpark, yang terletak di Kota Harapan Indah, Bekasi, akhir April lalu. Berekreasi tempat ini ternyata memberikan keseruan berbeda.

Rasa ingin tahu yang tinggi telah mengantarkan langkah kaki dari Jakarta Barat hingga ke Transera Waterpark untuk yang pertama kalinya! Jarak tempuh yang cukup lumayan. Lebih dari dua jam. Jadi, saya ingin mendapatkan hal-hal baru yang belum saya temukan di waterpark yang ada di Jakarta.

Lambang ini yang selalu ada di Transera 
Tepatnya, penasaran dengan  waterpark yang menyebutkan punya 23 wahana air, yang dirancang khusus sebagai taman rekreasi air dan taman bermain kelas dunia dengan konsep nuansa alam Afrika.

Wow, suatu hal yang beda. Saya belum pernah kesana !


Tiketing Mesin yang berjajar dan serupa ATM (dokpri)

Untunglah, memenuhi rasa penasaran ke lokasi Transera terbantu dengan kemudahan sarana transportasi yang ada. Naik kendaraan pribadi bisa, naik kendaraan online bisa, ataupun naik kendaraan umum pun sampai.

Buat  orang Jakarta, menuju tempat ini tak sulit. Bisa naik kendaraan Trans Jakarta dengan transit di halte ASMI dan kemudian naik yang langsung menuju Kota Harapan Indah. Ini yang saya suka. Tidak perlu berganti-ganti kendaraan umum. Setelah itu disambung dengan sebuah shuttle bus atau ojek online.


Setelah punya gelang, melewati pintu ini untuk memulaki petualangan (dokpri)

Hup,saat tiba di depan gedung Transera Waterpark, saya tertegun. Ada patung yang menyapa. Halaman parkir yang cukup luas. Iringan lagu Ayo ke Transera mengalun. Hmm, luas juga halaman parkir yang tersedia. 

Sebelum memulai petualangan air, tentu saja harus membeli tiket. Jejeran
mesin ticketing yang disebut TTM (Transera Ticketing Machine).  Pengunjung harus bertransaksi seperti menggunakan mesin ATM, untuk mendapatkan gelang Smart Tag Transera.
Bagian Kasir Transera (dopkpri)

Memakai gelang itu, pengunjung bisa mengakses pintuk masuk dan pintu keluar, melakukan transaksi penyewaan loker, ban, gazebo, dan pembelian makanan dan minuman. 

Smart card ini dapat diisi di loket dengan senilai uang untuk melakukan transaksi dan dapat diisi ulang kembali.Tapi lebih baik, pembelian dilakukan secara online satu hari sebelumnya karena harganya lebih murah


Hiasan lampion warna-warni (dokpri)

 Baiklah, pertualangan wisata air dimulai !

Memasuki area Transera Waterpark yang memiliki luas 6, 3 hektar  ini, rasa senang mulai timbul dengan warna-wani yang ada. Banyak sekali pilihan permainan air untuk pengunjung. Ada yang berbasah-basah ria alias waterpark dan ada yang tetap kering (dry park). Semuanya sama-sama menarik.

Pandangan mata saya langsung tertuju ke arah permainan air basah-basahan. Walau siang beranjak panas, justru semakin banyak pengunjung yang datang. Semua sekaan tidak peduli. Ahai, berendam di air saat terik justru menyenangkan bukan? Panas justru tidak berasa.


Penujuk arah yang memudahkan pengunjung mencari wahana permainan (dokpri)

Apalagi kalau sudah bertemu dengan teman-teman. Lupa deh dengan sinar panas matahari bisa bikin gosong. Oh, ya tentunya jangan lupa untuk persiapkan sunblock.  Sayang soalnya jika tidak berkeliling, mencoba, dan merasakan nuansa konsep nuansa alam Afrika yang ditawarkan. 

Selain bermain-main air, ada beberapa tempat asyik alias spot untuk berfoto-foto. Nggak perlu takut nyasar di wahana yang luas ini. Banyak penunjuk arah menuju ke suatu wahana. 


Peta wahana Transera Waterpark (www.transerawaterpark.co.id)

Oh ya, jangan lupa untuk lihat peta permainan atau brosur yang ada agar tidak ada wahana yang ketinggalan untuk dicoba. Siapa di sela-sela permainan, ingin beristirahat sejenak untuk makan ataupun ke toilet.

Bila mau, bisa juga menyewa gazebo-gazebo yang memang disediakan.Untuk weekdays Rp 150.000, sedangkan untuk weekend Rp175.000 per Gazebo.  Cocok buat keluarga leyeh-leyeh sebentar istirahat dari wahana satu ke wahana lainnya. Kalaupun tidak, ya tidak apa-apa. Cukup duduk-duduk di kursi yang ada di sekitar wahana.


Tempat untuk menyewa ban (dokpri)


Gazebo yang disediakan buat para pengunjung (dokpri)

Sewa single atau double ban biar tambah seru!

Selain itu, kalau di area waterpark, jangan ragu menyewa single atau double ban akan lebih asyik. Pasti terpakai di seluruh permainan air yang ada. Baju ataupun barang yang dibawa bisa disimpan di locker-locker yang sudah disediakan.


Nah, di Transera waterpark, wahana berbasah-basah yang bisa kalian nikmati, adalah :



Air tumpah dari ember raksasa (dokpri)

Seorang ibu menikmati aliran air di punggungnya (dokpri)

Turkana Pool

Byur..! Ember raksasa menumpahkan airnya ke dalam kolam yang berkedalaman sekitar 30-50 cm. Tersiram air, anak-anak justru tertawa senang. Sejumlah orang tua menemani anaknya di dalam kolam. Beberapa permainan air ada di kolam yang ditujukan untuk anak-anak ini. Ada seluncuran, kincir air, dan  ember raksasa semuanya warna-warni.

 Ah senangnya. Nggak salah jika membawa anak-anak kesini. Orang dewasa pun banyak yang berdiri menunggu tumpahan air, lho!


Mengikuti arus, gunakan ban lewati sungai terkenal di Afrika (dokpri)
Menikmati permainan air (dokpri)

Zambesi River

Kolam arus ini berkelok-kelok. Sesuai sih, dengan namanya Zambesi River alias Sungai Zambesi yang katanya terkenal di Afrika. Sepanjang sungai yang memiliki lebar 380 cm dengan panjang 333 meter ini, dengan menaiki ban single atau double, cukup mengikuti aliran arus air.


Apapun posisinya dengn ban berdua atau sendiri tetap asyik di Zambesi River (dokpri)

Sambil melintasi, bisa melihat patung-patung berjejer. Ya, bernuansa alam Afrika, patung-patung itu menceritakan kisah petualangan seorang pemuda mencari pedang sakti. 
Tujuannya, untuk menyingkirkan penyihir yang telah membuat kekacauan desa.

Hahaha, inilah yang disuka. Ternyata sambil berbasah-basah dan menikmati kecipak airnya pun, masih bisa menikmati sebuah kisah yang menarik. 

Empat slide warna-warni yang menantang (transera.co,id)

Mosi Oa Tunya

Empat slides  warna warni berbentuk gelombang yang diatur sejajar ini menarik hati. Nggak cuma dewasa yang ingin mencoba. Boldi, anak mbak Indah merasa bosan di kolam anak-anak pun penasaran ingin tahu. 

Ya, di tempat ini, kalau datang teman-teman,  bisa lomba adu cepat. Siapa yang lebih dulu sampai ke lintasan jadi pemenangnya. Tentunya, sambil tetap tersiram air. Perosotan yang asyik.


Golwepool dengan sensasi ombaknya (dokpri)

Golwe Pool

Kalau ingin berayun-ayun di atas gelombang, wahana Golwe Pool bisa jadi pilihan. Berada di atas ban yang  terombang-ambing ombak buatan bersama ratusan ban lainnya itu, sesuatu banget. Kolam yang luas ini ombakya bergelombang setiap 15 menit sekali setiap satu jam. Asyiknya, bisa langsung melihat langsung ke arah panggung jika sedang ada pertunjukan menarik. 


Ketinggian Cango Slider dan Crazy Cone Dua wahana yang memacu adrenalin. (dokpri)

Meluncur keluar dari Crazy Cone (dokpri)

Crazy Cone

Inilah wahana yang sangat memacu adrenalin. Sensasi yang luar biasa muncul saat berada di ketinggian 14 meter dan meluncur penuh keseruan dengan menggunakan single atau double ban. Di luncuran wahana satu-satunya di Indonesia, siapa pun yang berani mencoba akan melalui panjang lintasan 30 meter dan melewati 3 corong raksasa sebelum sampai ke landasan yang terbuka. Kebayang, kan bisa teriak-teriak sepuasnya disitu. Seru!




Cango Slide
Ini juga wahana waterpark yang nggak kalah seru. Berbentuk spiral yang bisa menguji adrenalin. Ada dua pilihan buat yang mencobanya, yakni Congo Terbuka dan Congo Tertutup. Tapi, kalau kata saya, jika mau ambil foto saat meluncur menuju kolam, enak Congo yang terbuka. Disini juga bisa teriak sebelum byur, menyentuh air kolam.

Nah itu dia permainan basah-basahan yang menyenangkan di Transera Waterpark. Cuma itu? Tenang, ada dry park. Tapi, sebelum ke dry park, bilas diri dulu ya...



Anak-anak membasuh diri di shower pinggiran Turkana Pool (dokpri)

Wahana Dry park, apa saja ya?


Meluncur di serat fiber dari ketinggian (dokpri)

Tangalooma

Menaiki tangga ke atas, berjajar bersama teman-teman menggunakan ban di atas ketinggian wahana seluncur sepanjang 40 cm, membuat hari tambah seru. Saat satu persatu ban turun meluncur dengan kecepatan tinggi di atas serat fiber, pastinya ada was-was.  

Lega itu, jika sudah sampai bawah tanpa terjungkal dan takut licin terlewati. Ternyata memang sampai bawah baik-baik saja, seakan melintas di karpet basah yang sedikit memercikkan air.

Obus alias rumah-rumahan suku Afrika (dokpri)
Obus

Obus alias rumah tradisional Suku Afrika yang berupa rumah pohon ini cukup menarik. Bisa buat foto-foto menyenangkan. Cocok banget buat orang tua yang ingin menemani dan mengawasi anaknya bermain-main disini. Hitung-hitung meningkatkan motorik anak  

Anak yang lincah dan aktif pasti senang karena bisa naik turun tangga dari sejumlah rumah dan undakan yang ada. 

Saya sih suka dengan taman lalu lintas yang ada di sekitarnya. Yea, meskipun bermain-main tetap harus ada unsur edukasi yang masuk. Itu lebih mudah buat belajar anak.. 

Anak-anak belajar mengenai marka jalan (dokpri)

Rambu-rambu lalulintas (dokpri)

Gari Gari

Bersama teman ataupun keluarga, nggak ada salahnya mencoba permainan bumper cars di atas air. Seru-seruan. Kalau mobilnya bertabrakan pun, tak akan cedera karena aman, Malahan bisa tertawa kalau itu terjadi


Bumper car Gari-Gari (dokpri)

Naik bumper cars disini unik karena ada tata cahaya keren. Mobilnya memancarkan warna dari lampunya.  Selain itu, ada grafis pada dinding yang belum pernah saya temukan di tempat lain. Eits, kalau disini badan harus kering dan sudah berpakaian rapi, ya...

Wahana bumper boat (dokpri)

Perang air dengan menggunakan bumper boats di Ducky Dunks (dokpri)

Ducky Dunks

Seseruan dengan menggunakan bumper boats bisa dirasakan di area kolam Ducky Dunks. Haha, bersaama teman yang menggunakan boat lain bisa berperang air dengan menggunakan tembakan air yang terpasang di bagian depan perahu. Ayo, lepaskan tembakan air...!
Lampion Fauna Transera Waterpark (dokpri)

Aneka bunga-bunga lampion park (dokpri)

Lampion Park


Sambil duduk di kursi-kursi yang ada di area dry park, saya dan teman-teman bisa menikmati aneka lampion flora dan fauna yang ada di sebelahnya. Ada boneka besar Transera, bunga, angsa, dan lainnya.Saat malam, tentunya akan indah karena memancarkan sinar yang berwarna-warni.

Bila lapar, ada area cowboys bisa memilih makanan yang ada disana. Tentunya, sehabis menjelajah semua wahana rasa lapar akan timbul. Nggak perlu repot membawa makanan dari luar karena sudah ada dalam Transera.


Memesan makanan bisa dilakkan disini.
Karaoke, kafe, dan rumah hantu pun ada.  (dokpri)

Tanpa terasa, niat yang semula hanya ingin tahu dan sebentar saja singgah ke Transera Waterpark Harapan Indah Bekasi malahan jadi seharian. Waktu hampir enam jam yang dilewati seakan tidak cukup untuk mencoba semua wahana. 

Jelang pukul 18.00, petugas sudah mengingatkan untuk mengembalikan gelang sekaligus untuk mengecek jumlah saldo yang mungkin masih tersisa. Memang sih, bisa berlaku untuk 90 hari, namun lebih baik dikembalikan dulu. 

Ahai, tiga anak mbak Indah, teman saya,  matanya sedikit memerah lantaran lelah tapi sekaligus  terlihat puas. Ah, saya pun jadi ingin segera membawa semua keponakan-keponakan saya ke tempat ini. Jauh sedikit tak apa, jika memang bisa membuat bahagia. 
Menyesal juga rasanya, waktunya sedang tidak pas dengan mereka saat itu.


Ini panggung untuk suatu kegiatan (dokpri)

Satu hal lain yang membuat saya suka adalah, fasilitas-fasilitas yang ada di tempat ini. Bermain di waterpark ini bisa cukup aman karena ada petugas yang siap berjaga di setiap wahana. Selain itu ada juga clinic, nursery room, dan customer service yang bisa ditanya dan diminta tolong.


Selain ada toilet yang cukup, disediakan tempat sampah di berbagai tempat agar bersih. Ada juga mushola. Jadi, tetap bisa menjalankan ibadah sambil bersenang-senang. Kalau kehabisan uang tunai, ada fasilitas ATM. 


Banyak spot menarik buat foto (dokpri)

Bagus buat foto-foto (dokpri)

Bisa bersantai (dokpri)

Sebelum beranjak pergi dari Transera Waterpak, jangan lupa untuk melihat-lihat foto yang ada saat berada di wahana-wahana yang ada. Lumayan, bisa untuk kenang-kenangan. Ingat, ekspresi sadar kamera penting supaya hasilnya bagus.



Bisa ambil foto disini (dokpri)

Buat kalian, juga para orang tua yang ingin merasakan keseruan Transera Waterpak, dapat menghubungi social media Transera Waterpark (FB Pages: Transera Waterpark, twitter @transera_bekasi, Instagram: @transerawaterpark.bekasi). 

Yuk, ah...

Transera Waterpark : 

1. Jam Buka : Weekdays :  Pukul 10.00- 18.00
                     Weekends   : Pukul 08.00-18.00

2. Harga tiket weekdays Rp.85.000, sedangkan weekends dan high season Rp.125.000. Anak dengan tinggi di bawah 80 cm gratis. Jaminan gelang TTM Rp.20.000.

3. Beli tiket online lebih murah, dengan batas pembelian satu hari sebelum masuk. Untuk Mei 2017, paket berdua hanya Rp.100.000. Hemat Rp.70.000 untuk pembelian tiket yang dipakai Senin-Jumat. 

Tiket Sabtu/Minggu dan hari libur Rp.87.000, dengan maksimal 4 pax per account. free 2x Gari-Gari dan 1 X Ducky Dunks, untuk setiap tiket berbayar.

4. Tidak boleh membawa makanan dan minuman dari luar 
5. Siapkan peralatan untuk kelengkapan bermain di wahana air, seperti baju ganti, handuk, sunblok.
6. Perhatikan aturan yang berlaku untuk wahana yang cocok dengan anak-anak, yakni lihat berat dan tinggi tubuh, seperti sebelum mencoba wahana Canggo SLide (65kg,120cm), Mosi Oa Tunya (70kh,120cm), dan Crazy Cone (80kg120cm).