Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Siasat Industri Rokok dan Generasi yang Semakin Muda Merokok

Seperti halnya kegiatan silahturahmi lebaran, sejumlah anak tampak berkumpul dengan mengenakan sarung dan berpeci. Aneka makanan tersaji di hadapan mereka yang duduk melingkar.  Namun, tak hanya itu. Pada jari mungil masing-masing, terselip sebatang rokok. Sebagian lagi menghembuskan asap melalui mulut dari rokok yang diisapnya.

Video anak-anak di bawah umur yang sedang menikmati rokok sempat beredar di laman media sosial facebook pada Mei 2020. Dalam video yang berdurasi 30 detik itu, dengan santai anak-anak ini menghisap batang rokok dan mengepulkan asap. Tak jauh dari mereka, terlihat sejumlah ibu membawa balita.

Beredarnya video ini begitu mengejutkan meski hingga kini tidak diketahui lokasi tepatnya anak-anak di bawah umur itu merokok santai. Tak heran, banyak komentar yang menyayangkan aksi dari bocah-bocah yang berperilaku tak ubahnya para bapak saat berkumpul pada acara hajatan.       



Kecil-kecil sudah pandai merokok. Menyaksikannya, yang muncul dalam pikiran beragam. Sedih…

Iuran BPJS Kesehatan Naik? Cari Tahu Dulu Faktanya!

Sambil menunggu antrian berobat di sebuah rumah sakit, seorang ibu bercerita jika baru saja melunasi seluruh tunggakan tagihan iuran BPJS Kesehatan. Semua anggota keluarganya diikutsertakan meski iuran hanya dibayar saat akan digunakan saja.

“Saya kan bayarnya banyak untuk semua anggota keluarga. Coba saja dihitung berapa jumlahnya,” kilahnya. Karenanya, dia marah saat harus melunasi dulu semua tunggakan iuran oleh pihak rumah sakit jika ingin mendapatkan pelayanan rumah sakit.

Iuran BPJS Kesehatan. Obrolan mengenai iuran BPJS Kesehatan adalah hal yang biasa ditemui sehari-hari. Termasuk ketika iurannya dinaikkan, dibatalkan, kemudian dinyatakan dinaikkan kembali di masa pandemi covid-19. 

Presiden Joko Widodo menyampaikannya pada 5 Mei 2015. Kebijakan kenaikan iuran baru ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Kenaikan mulai berlaku pada 1 Juli 2020.

Sebelumnya, di bulan …

Nikmatnya Jelajah Rasa Makanan Berkualitas Fleudelys Catering

Makanan sebuah katering yang berkualitas, penuh cita rasa, tapi tetap mengusung sehat dan bersih  adalah pilihan untuk disajikan dalam berbagai kesempatan perjamuan.  Terlebih saat ini, kebutuhan akan katering semakin luas di masyarakat dan hadir dalam berbagai momen. 

Grand Slipi Tower Ballroom, Jumat malam 28 Februari 2020 semarak. Berbagai hidangan, yakni Indonesia, Western, dan Asia dihadirkan dalam  Food Festival Fleudelys menjelajah rasa.

Gelaran food festival diadakan untuk memperkenalkan berbagai masakan Fleudelys Catering.Tak hanya sekedar menyajikan hidangan, tapi dekorasi ruang, buffet, dan stall tampak apik dipandang.




Jadilah, bisa menjadi sarana berfoto-foto sebelum kegiatan jelajah rasa dimulai. Latar dekorasi yang apik pun dengan beragam kuliner atau para staf sedang melayani justru tampak menarik.

Anang Sanjaya,  Direktur Utama Fleudelys Catering mengatakan, Fleudelys Catering memang hadir dengan konsep modern yang diperkuat oleh tim yang berpengalaman dalam bidang foo…

Jejak Kebaikan yang Terpahat di Pedalaman Indonesia dalam Refleksi 4 Tahun Insan Bumi Mandiri

Ahmad Haris, seorang guru di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus berenang menyeberang lautan untuk mengajar. Tas diangkatnya ke atas agar tidak basah.Daerah kepulauan dengan transportasi terbatas, mau tidak mau membuat lelaki ini rela melakukannya demi pendidikan anak bangsa.
Dalam bincang-bincang dengan hostDedi Coburzier di program televisi Hitam Putih Trans 7 tgl 10 Februari 2017.Guru ini bercerita telah bertahan dengan kondisi seperti ini sejak tahun 2002 ketika masih berstatus honor dengan gaji Rp300.000 per bulan, yang dibayarkan per triwulan.
Walaupun kemudian diangkat menjadi PNS, Haris yang mengajar dari kelas 3 sampai kelas 6 SD ini, tetap berenang di lautan jika ingin mengajar muridnya demi mengejar waktu.Transportasi yang lancar, itulah yang dimintanya, ketika Dedi Corbuzier bertanya ucapan yang ingin disampaikan pemerintah.
Kisah Ahmad Haris ini sempat viral. Perjuangan seorang guru di daerah dengan keterbatasan akses dan harus berenang lautan. Mencuatnya pemberitaan in…

Imunoterapi, Inovasi Pengobatan Terbaru Untuk Kalahkan Kanker

Data WHO (Globocan 2018) menyebutkan, terdapat sekitar 348.809 kasus baru kanker, dan angka kematian akibat yang mencapai 207.210 orang di Indonesia. Penyebabnya, sebagian besar (sekitar 65 %) pasien datang saat stadium sudah lanjut.
Kanker. Mendengar kata ini, yang terbayang langsung adalah kepedihan dan kematian. Selain tentunya, pengobatannya memerlukan biaya yang sangat mahal. Tidak sedikit penderita kanker yang merasa hidupnya seakan sudah berakhir ketika menerima kenyataan terkena penyakit ini.

Di saat yang sama, tak hanya lelah fisik yang muncul. Ketika akhirnya suatu kanker  benar-benar menyebabkan kematian, keluarga yang ditinggalkan berada dalam duka. Terlebih jika masih berada pada usia produktif dan meninggalkan anak-anak yang masih membutuhkan orang tua.

Semua itu terekam di ingatan, saat salah seorang tetangga yang menderita kanker paru-paru meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan hampir satu tahun tahun. Dua anaknya saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar (S…

I am and I Will, Cegah Kanker dengan Hindari Faktor Risiko

Hidup di zaman smartphone yang terkoneksi dengan internet memang menyenangkan. Ingin kemana-mana serba mudah. Tinggal pesan kendaraan online yang langsung menjemput di depan rumah. Mau pesan makanan, tinggal pilih banyak ragam menu promo dan diskon. Makanan lengkap tinggal santap diantar sampai ke rumah.

Menyenangkan, bukan? Yups, itulah gaya hidup manusia zaman now. Tanpa sadar, kemudahan-kemudahan yang ditawarkan di era kepraktisan sudah membuat tubuh malas bergerak (mager). Perut pun semakin membuncit. Badan pun semakin menggemuk. Olahraga jarang dilakukan.

Konsumsi gula, garam, dan lemak tidak disadari semakin banyak. Kenikmatan dan kemudahan memang sangat menunjang tapi di sisi lain juga menimbulkan kemungkinan terkena penyakit tidak menular (PTM). Penyakit tidak menular  antaranya adalah diabetes, jantung, hipertensi, kolesterol, dan stroke.

Selain itu, ada penyakit kanker yang saat ini jumlah pengidapnya semakin banyak. Saat ini, pengidap Kanker merupakan penyebab kematian ked…