Langsung ke konten utama

Imunoterapi, Inovasi Pengobatan Terbaru Untuk Kalahkan Kanker


Mengenal Imunoterapi kanker (gambar : kalahkankanker.com)


Data WHO (Globocan 2018) menyebutkan, terdapat sekitar 348.809 kasus baru kanker, dan angka kematian akibat yang mencapai 207.210 orang di Indonesia. Penyebabnya, sebagian besar (sekitar 65 %) pasien datang saat stadium sudah lanjut.


Kanker. Mendengar kata ini, yang terbayang langsung adalah kepedihan dan kematian. Selain tentunya, pengobatannya memerlukan biaya yang sangat mahal. Tidak sedikit penderita kanker yang merasa hidupnya seakan sudah berakhir ketika menerima kenyataan terkena penyakit ini.

Di saat yang sama, tak hanya lelah fisik yang muncul. Ketika akhirnya suatu kanker  benar-benar menyebabkan kematian, keluarga yang ditinggalkan berada dalam duka. Terlebih jika masih berada pada usia produktif dan meninggalkan anak-anak yang masih membutuhkan orang tua.

Semua itu terekam di ingatan, saat salah seorang tetangga yang menderita kanker paru-paru meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan hampir satu tahun tahun. Dua anaknya saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) karena kehilangan ibunya tercinta.

Tak hanya di lingkungan terdekat seperti tetangga, rekan kerja, ataupun keluarga,  kanker  bisa terkena pada siapa saja. Baik orang yang sudah tua usianya, dewasa ataupun anak-anak bisa mengalaminya.

Penyakit kanker tidak memilih jenis kelamin, laki-laki dan perempuan. Orang tidak berpunya ataupun orang kaya, orang berpangkat, pejabat, bahkan selebritis pun tak lepas dari intaian terkena kanker.
Penderita kanker bisa berada di lingkungan tempat tinggal, di tempat kerja, atau bahkan pada lingkungan keluarga. Tidak hanya pada dewasa, anak-anak pun bisa mengalaminya. Tidak hanya pada laki-laki, tapi juga perempuan.

Belum lama ini, tepatnya awal  Januari 2020, artis Ria Irawan meninggal dunia karena kanker kelenjar getah bening. Kepergiannya menambah deretan pekerja di dunia hiburan Indonesia yang meninggal dunia akibat berbagai kanker.

Setengah tahun sebelumnya, selebriti yang terkenal gagah dengan tubuh berotot Agung Hercules meninggal dunia akibat kanker otak. Artis cantik Julia Perez pun meninggal dunia karena kanker leher rahim.

Ada juga artis Olga Syahputra yang meninggal penyakit getah bening. Penyanyi Chrisye dan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pun meninggal dunia akibat penyakit kanker paru. Inilah fakta kanker bisa menyerang siapapun.

Saat ini, banyak sekali jenis kanker yang menyerang manusia. Namun, ada beberapa jenis kanker yang sering menyerang pada pria, yakni  kanker paru, kanker kolorektal, kanker prostat, kanker hati, dan kanker nasopharing.

Sementara jenis kanker yang sering dialami perempuan adalah kanker payudara, kanker leher rahim, kanker kolorektal, kanker ovarium, dan kanker paru. Untuk kanker pada anak, yang sering terjadi adalah kanker bola mata (Retinoblastoma) dan kanker darah (leuikima).

Sel kanker (dok.istimewa/bisnis.com)


Kanker, Penyakit Tidak Menular (PTM)

Lalu apa sebenarnya kanker? Menurut Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (P2PTM Kemenkes), penyakit kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai  dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali, dan dapat menyebar ke tempat lan dalam tubuh penderita. 

Dr. Cut Putri Arianie, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), dalam kegiatan dengan Social Media Influencer, terkait Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal  4 Februari 2020, menekankan untuk menghindari faktor risiko kanker yang dapat menyebabkan terjadinya kanker, yakni
- Makanan yang kontak dengan zat-zat kimia, yaitu 6 P : penyedap, pewarna, perasa, pengawet (Pengasinan, Pengasapan).
- Polutan
- Diet tidak seimbang, rendah serat, tinggi lemak-
- Kurang aktivitas fisik
- Paparan asap rokok dan produk tembakau
- Paparan lingkungan berbahaya
- Konsumsi alkohol
- Perilaku seksual yang berisiko
- Paparan sinar ultra violet
- Hereditas/keturunan

Menghindari faktor risiko sangat penting karena sering orang yang sudah terkena kanker tidak menyadarinya. Stadium dini kanker tidak menimbulka keluhan dan gejala. Jika sudah stadium lanjut, penanganannya lebih bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup atau paliatif.

Untuk pencegahan,  perlu memperhatikan gejala kanker dengan WASPADA, yakni Waktu buang air besar atau kecil, perubahan kebiasaan atau gangguan, Alat pencernaan terganggu dan susah menelan, Suara serak atau batuk yang tak sembuh-sembuh, Payudara atau di tempat lain ada benjolan (tumor), Andeng-andeng (tahi lalat) yang berubah sifatnya menjadi besar dan gatal, Darah atau lendir yang abnormal keluar dari tubuh, dan Adanya koreng atau borok yang yidak mau sembuh-sembuh.

Kanker paru, kanker yang banyak diidap para pria (gambar: bolasport.com)


 Imunoterapi, Solusi Terkini Pengobatan Kanker

Tidak ada yang ingin terkena kanker. Dengan memperhatikan faktor risiko dan gejala awal, kanker yang masih berada pada stadium awal bisa lebih cepat diatasi dengan kemungkinan penyembuhan lebih besar. Skrining dilakukan pada orang yang tidak memiliki gejala sehingga dapat diatasi sebelum menjadi kanker.

Umumnya, untuk penderita kanker dilakukan kemoterapi atau kemo. Metode pengobatan kemoterapi menghancurkan sel kanker  dengan pemakaian zat kimia. Tentunya,  tergantung pada jenis dan lokasi kanker serta kemungkinan penyebaran  kanker  ke organ lain.

Kemoterapi  memang dapat menghancurkan sel kanker dan mencegah kekambuhan atau berkembangnya kanker di dalam tubuh . Namun, kemo juga dapat memengaruhi sel sehat yang secara normal membelah diri dengan cepat, misalnya sel pada kulit, usus, serta rambut. Kerusakan pada sel sehat itu dapat mengakibatkan efek samping.

Beberapa efek samping yang bisa terjadi akibat kemoterapi adalah rambut rontok. nyeri, kehilangan nafsu makan. mulut terasa asam atau pahit mual dan muntah, sesak napas dan kelainan detak jantung akibat anemia, Pendarahan seperti mudah memar, gusi berdarah, dan mimisan, sering terkena infeksi, dan sulit tidur.

Beberapa tahun belakangan ini ada solusi pengobatan terkini untuk kanker imunoterapi. Pengobatan dengan imunoterapi dinilai lebih efektif , sehingga kualitas dan harapan hidup pasien kanker lebih baik bila dibandingkan dengan kemoterapi.

Di Indonesia,  pengobatan imunoterapi mulai masuk pada tahun 2013. Saat ini imunoterapi tersedia untuk pengobatan kanker paru dan kandung kemih pada tahap stadium lanjut.

Cara kerja imunoterapi berbeda dengan kemoterapi. Imunoterapi adalah mendorong kerja sistem imun atau sistem kekebalan tubuh agar lebih kuat dan efektif dalam melawan penyakit kanker.

Ahli onkologi dari RSUPN Cipto Mangunkusumo Dr dr Ikhwan Rinaldi SpPD-KHOM,seperti dikutip dari Bisnis.Com mengatakan, imunoterapi menghancurkan sel kanker dengan mengaktifkan sistem imunitas tubuh untuk mendeteksi dan menghancurkan sel asing atau sel kanker di dalam tubuh dengan mengerahkan sel T.

Dalam https://kalahkankanker.com/,  disampaikan jika Imunoterapi kanker bertujuan untuk menstimulasi sistem imun untuk secara spesifik menargetkan dan membunuh sel kanker.

Pada kondisi normal, sistem imun tubuh berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel “asing”  atau abnormal di dalam tubuh dengan mengerahkan pasukan sel T.

Bagaiman cara kerja sistem imun? Ada 3, yakni  dengan MENCARI :Sel T mencari semua hal yang berbahaya bagi tubuh, MEMINDAI: Sel T memindai sel-sel untuk membedakan antara sel yang normal dan abnormal atau ‘asing’ dan MENYINGKIRKAN: Ketika terdeteksi, sel abnormal diserang dan disingkirkan oleh sel T.

Disampaikan, untuk melawan kanker, tubuh sebenarnya memiliki siklus imunitas/kekebalan terhadap kanker. Namun, PD-L1 menjadi penghambat sistem imun (sel T) untuk menyerang dan menghancurkan sel kanker.



Nah tubuh memiliki siklus imunitas/kekebalan melawan kanker yang terdiri dari 7 tahap. Apa saja?

1. 1.Pelepasan Antigen
Siklus dimulai dengan pelepasan antigen. Ini adalah proses ketika sel kanker mati lalu melepaskan antigen. Pada dasarnya, antigen adalah potongan protein kecil dari sel kanker yang telah mati.

2. Antigen Presentation
Ini adalah tahap ketika antigen diambil oleh antigen presentation cell (sel dendritik), yang kemudian membawa antigen ke tempat pembuangan lokal di kelenjar getah bening.

3. Produksi dan Aktivasi Sel T
Di tahap 3, sel dendritik memberikan potongan antigen pada sel T sehingga kemudian terproduksi dan teraktivasi.

4. Perjalanan Sel T
Setelah sel T diaktifkan di tahap 3, mereka masuk ke pembuluh darah dan mencari sel kanker.

5. Infiltrasi Sel T ke dalam Tumor
Ketika sel T tiba di lokasi tumor, tugas mereka adalah untuk masuk ke dalam lokasi tumor. Pada dasarnya, sel T harus menghancurkan dinding pertahanan tumor dan menembus masuk.

6. Pengenalan Kanker oleh Sel T
Di dalam tumor, terdapat sel-sel kanker yang akan dikenali oleh sel T yang telah masuk.

7. Sel T Menghancurkan Sel Kanker
Di tahap ini, sel T menjadi aktif untuk melawan sel kanker dan mampu menghancurkannya.

PD-L1 merupakan protein yang terdapat di permukaan sel kanker dan menjadi faktor penghalang (atau disebut immune checkpoint) dalam sistem imun di tubuh kita terhadap kanker.

Ketika berikatan dengan protein lain seperti B7.1 dan PD-1, protein PD-L1
menghambat proses pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening menghalangi proses penghancuran sel kanker oleh sel T di dalam tumor

Berdasarkan hasil penelitian, imunoterapi memiliki tingkat keamanan dengan efek samping yang lebih terkontrol, maka dengan sendirinya, pengobatan metode terkini kanker ini memberikan harapan cerah bagi penderita kanker. Namun sebaiknya, tetap para penderita ataupun yang ingin mengetahui lebih lanjut dapay menghubungi Dokter untuk berkonsultasi

Referensi :
1. https://kalahkankanker.com/imunoterapikanker/
2. https://lifestyle.bisnis.com/read/20190726/106/1129311/imunoterapi-inilah-obat-kanker-terbaru-di-indonesia-
3. https://nova.grid.id/read/051987936/diklaim-lebih-efektif-dari-kemoterapi-yuk-kenalan-dengan-pengobatan-imunoterapi-secercah-harapan-bagi-penyintas-kanker?page=all
4. http://www.rindhuhati.com/2020/02/i-am-and-i-will-cegah-kanker-dengan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

D’Flora, Lipstik Untuk Bibir Hitam dengan Pilihan Warna Bagi Perempuan Aktif

Awalnya saya tidak begitu memperhatikan mengenai masalah bibir hitam. Semua itu baru saya sadari saat Arni, salah seorang kakak perempuansayamengeluhkan warna bibirnya. Jika warna lipstiknya sudah memudar, warna bibir aslinya langsung terlihat. Kakak merasa perlu lipstik untuk bibir hitam yang tepat digunakan sehari-hari. 
“Pernah merokok, kali,” ucap saya asal sambil bercanda. Ups, jelas kakak saya tidak terima.Kakak tidak pernah menyentuh ataupun mencoba-coba rokok. Bahkan mencium bau asap rokok di suatu tempat keramaian umum,kakak sudah tidak suka.
Mungkin saya cukup beruntung karena warna bibir saya tidaklah segelap bibir kakak. Saya tahu usaha kakak untuk membuat warna bibirnya lebih merah dan menarik. Sesekali saya juga mengikutinya.
Buat perempuan, memiliki warna bibir hitam, bibir gelap, ataupun kusam dan kering tidak jarang mengganggu penampilan sehari-hari. Ujung-ujungnya, penampilan yang tidak oke ini juga akan mengurangi rasa percaya diri saat sedang berkumpul dengan banyak o…

Go-Box, Solusi Pindahan Nggak Pakai Repot

SENYUM mengembang dari wajah Ani, saat sudah pasti akan segera pindah rumah. Maklum, menjadi kontraktor alias orang yang mengontrak selama ini cukup melelahkan. Mimpi tinggal secara tenang di rumah milik sendiri menjadi kenyataan. Di rumah baru, segala sesuatunya pasti lebih tenang. Apalagi setelah menikah 5 tahun.
Memang, bukanlah rumah besar. Punya dua kamar tidur, dengan ruang tamu, ruang makan, dapur, dan kamar mandi. Sedikit halaman kecil buat menanam tumbuhan ataupun bunga. Sudah pasti membahagiakan.  
Lokasi rumah baru di wilayah Gunung Putri, Bogor. Selama ini, tinggal di Pluit, pada lokasi cukup padat dan nyaris tidak memiliki halaman. Ah, betapa menyenangkan, pikir Ani.
Segera, semua barang yang ada di rumah pun dikemas. Packing ini dan itu. Tidak ada yang boleh tertinggal karena sebenarnya tidak banyak juga barang yang dibeli. Pertimbangannya saat itu, khawatir repot jika akan pindahan ke suatu tempat. Jadi yang penting-penting saja dan betul-betul bisa menunjang hidup sehari…

Minggu Pagi di Aksi #TolakPenyalahgunaanObat Car Free Day

MATA saya menatap kemasan kotak bertuliskan Dextromethorphan yang ada di meja BPOM. Di atas meja itu terdapat sejumlah obat-obatan lain bertuliskan warning, yang berarti peringatan. Ingin tahu saya memegangnya. Membaca kotak luar kemasan obat itu.
 “Ini obat apa?” tanya saya.
Adi, petugas BPOM itu memperlihatkan isi kotak kemasan. Menurutnya, obat Dextromethorpan sudah ditarik dari pasaran. Sudah tidak digunakan lagi karena dapat disalahgunakan oleh pemakainya.
Dextromethorpan yang di kotak kemasannya tertera generik dan terdiri dari 10 blister ini masuk dalam kategori daftar G. Banyak yang menyalahgunakannya untuk mendapatkan efek melayang (fly).

Fly? Pikiran saya langsung teringat kepada peristiwa penyalahgunaan obat yang menghebohkan negeri ini satu bulan lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Korbannya yang anak-anak masih pelajar dan mahasiswa ini.
Pertengahan September 2017, semua terkaget-kaget dengan kabar yang langsung menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Meluas dari satu grup wa k…