Langsung ke konten utama

Wisata Banyumas Nyampleng, dari Kuliner Sroto Sokaraja hingga Pesona Baturraden


 
Kuliner Banyumas sungguh menggoda mulai dari sroto sokaraja, mendoan, hingga getuk goreng (foto; websitedinporabudpar)


Kabupaten Banyumas, yang terletak di Jawa Tengah memang menggoda untuk dikunjungi. Tak hanya lokawisata alam Baturraden dan wisata kuliner seperti sroto sokaraja dan mendoan yang bisa dinikmati, ada juga wisata seni, wisata religi, dan wisata sejarah yang akan memberikan kenangan bagi siapa pun yang dolan ke sana.

Satu piring kecil berisi beberapa butir mino alias nopia  ukuran kecil dan sejumlah lembaran keripik tempe berada di depan saya. Ditemani dengan secangkir kopi panas, nuansa Banyumasan seakan hadir di depan mata. Belum lagi, adanya sehelai kain batik Banyumas di tas saya, yang semakin menegaskan nuansa itu.


Keindahan lokawisata Baturraden dengan beragam fasilitas (dinporabudparbanyumas)

Tayangan mengenai potensi Banyumas di RM Handayani, Matraman Jakarta, Maret 2017 oleh Perwakilan dinas pemuda, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata  (Dinporabudpar) serta pihak perhotelan dari Kabupaten Banyumas menyeret kembali ingatan.  

Menyebut  Banyumas, tiba-tiba saya merasa rindu dengan Sroto Sokaraja. Dulu, meski tinggal di Jakarta, teman saya yang aslinya  berasal dari  Purwokerto senang sekali menyuguhkan Sroto Sokaraja setiap kali saya datang.  

Sroto sokaraja dengan bumbu kacang yang enak (jitunews.com)

Dia tahu saya suka. Ya, rasa sroto satu ini memang telah menjerat sensasi lidah saya. Ketupat dan sambal bumbu kacangnya adalah paket keunikan tersendiri yang membuat rasa sroto ini berbeda. Biasanya, saya menikmati sesuap demi sesuap rasa sroto.

Kuliner khas daerah memang selalu memikat. Membuat orang ingin selalu betah berlama-lama. Menjajal sensasi rasa berbeda yang tertuang di lidah. Keunikan-keunikan yang tercipta dari mencoba rasa yang tidak sama dengan kuliner dari daerah lain. 


Keripik tempe dan Nopia, kuliner Banyumas (dokpri)

Keripik tempe pun seringkali dibagikan sebagai oleh-oleh yang tak mampu ditolak. Terlebih saat ini sudah muncul berbagai varian rasanya. Dimakan begitu saja sebagai snack cukup enak, dimakan dengan sepiring nasi pun cocok.

Lain  halnya dengan nopia. Jenis makanan yang terbuat dari adonan ini mempunyai rasa spesial serta unik dalam pembuatannya. Nopia, yang bila dalam ukuran kecil dengan sebutan mino, rasanya begitu manis di lidah.  Hmm, mulut seakan tak ingin berhenti untuk memakannya.
Nopia dengan gula merah (dokpri)

Apakah Banyumas hanya wisata kuliner saja?  Wisata kuliner ternyata melengkapi wisata lain yang ada, yakni wisata alam, wisata seni, wisata kuliner, wisata religi, dan wisata sejarah. Oalah, ternyata masih banyak wisata yang belum saya ketahui mengenai Banyumas, selain wisata Baturraden yang selama ini. Selain kekhasan bahasa ngapak yang dimiliki warga Banyumas.


Peta Wisata Banyumas 


Bila membuka website dinas pemuda, olahraga, kebudayaan, dan pariwisata (dinporabudpar) kabupaten Banyumas ataupun pada brosur wisata yang dibagikan, ternyata betapa kayanya Banyumas. 

Sebuah potensi  wisata yang tak hanya melulu kedaerahan, namun juga diiringi dengan kemajuan masa kini. Saya terpukau dengan event budaya yang selalu coba dihadirkan sebagai identitas kabupaten  yag terletak di sebelah barat daya dan merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah ini .


Kakang dan mbekayu Banyumas, sebagai duta wisata daerah

Sebut saja kirab hari jadi kabupaten Banyumas, Festival Serayu Banyumas, Banyumas Extravaganza, hingga pemilihan kakang dan mbekayu Duta Wisata Banyumas. Siapa yang tidak ingin menyaksikan event unik ciri khas daerah?


Negeri 1001 curug

Dengan luasWilayah sekitar 1.347,60 km2 atau 132.759, 56 ha dengan keadaan wilayah antara daratan dan pegunungan, Kabupaten Banyumas pantas dijuluki sebagai negeri 1001 curug.  Air terjun dengan ketinggian berbeda menawarkan keindahan pemandangan dan keteduhan yang pantas dikunjungi.


Curug Cipendok, Banyumas (website dinporabudpar..banyumas.go.id)

Sebut saja, air terjun Gumawang yang terletak di dalam lokawisata Batturaden. Memiliki ketinggian sekitar 25 meter dan airnya sangat jernih karena aliran airnya langsung jatuh dari mata air Gunung Slamet dan membentuk sebuah telaga kecil di bawahnya.

Ada juga curug/air terjun Cipendok yang  mempunyai ketinggian sekitar 80 meter, terletak 25 km arah barat kota Purwokerto, ataupun curug Ceheng mempunyai ketinggian sekitar 30 meter di kecamatan Sumbang, yang terletak 11 km arah timur laut Purwokerto.


Air terjun Gumawang dengan ketinggian 25 meter di lokasi Batturaden (website dinporabudparbanyumas)


Itu pun belum termasuk Dream Land, yang  merupakan kawasan wisata air yang terletak di jalan taya Pancasan Ajibarang. Banyak terdapat wahana rekreasi seperti Kolam renang anak, kolam renang paud, water boom. Sebuah wahana yang bisa didatangi bersama keluarga, yakni kolam arus, jet sky, speda air, gasebo, taman reptil. Playground, mandi bola, arung jeram, taman Aquarium.


Sumber air pancuran tujuh yang baik untuk therapi 

Miniatur Dunia di Baturraden

Small World !  Saat teman bilang Taman Miniatur Dunia (Small World) hadir di Banyumas, rasa kagum muncul. Small World yang terletak di jalan raya Ketenger, Baturraden, Purwokerto ini, nantinya mempunyai kurang lebih 150 miniatur bangunan bersejarah terkenal di seluruh dunia.



Kawasan wisata air Dreamland Ajibarang

Luas lahan sekitar 4 hektar dan waktu 3 tahun sampai tahap penyelesaiannya. Miniatur-miniatur dunia yang dibuat dalam skala 1:25 akan menjadi tempat wisata pendidikan, yang dapat membuka wawasan kita, khususnya bagi anal-anak.

Lokawisata Baturraden sendiri sudah cukup memikat dengan pesona alamnya yang berada di lereng Gunung Slamet, dengan dilengkapi dengan berbagai fasilitas wisata, antara lain kolam luncur dan taman air. Sebuah wisata alam yang menyenangkan.


Goa Maria, tempata wisat aziarah umat Katolik di Banyumas (dinporabudparbanyumas)


Dari Masjid Saka hingga Goa Maria
 Penduduk Kabupaten Banyumas yang menganut  berbagai agama  semakin menguatkan toleransi. Bahkan menghadirkan suatu bentuk wisata religi. Sebuah wisata yang mendekatkan diri kepada Illahi melalui penciptaan yang ada.

Masjid Saka Tunggal  yang terletak di Kecamatan Wangon atau 30 km arah Barat Daya Kota Purwokerto, adalah contoh lokaso wisata religi buat umat Islam. Dibangun pada tahun 1871 Masehi/1288 H, masjid ini hanya memiliki satu pilar utama.  Sejumlah kera jinak yang dapat diajak bercengkrama ada di sekitar masjid.

Masjid saka Tunggal, wisata religi umat islam 

Umat katolik pun dapat melakukan wisata ziarah di Banyumas. Tepatnya di Goa Maria (Maria Cave), yang  terletak di Desa Kallori, kecamatan Kalibagor atau 13 Km arah Tenggara Kota Purwokerto.

Museum Sebagai Wisata Sejarah
Sebagai sebuah wilayah kabupaten, Banyumas memiliki perjalanan sejarah yang tersimpan di museum sejarah. Wisata sejarah dapat dilakukan di museum BRI, yang merupakan satu-satunya museum perbankan di Indonesia.


Museum  Jenrdal Sudirman 

Ada museum Jendral Soedirman yang berisi foto-foto dan relief yang menggambarkan perjuangan Panglima Besar Jendral Soedirman dan sejarah bangsa Indonesia dalam perang kemerdekaan Republik Indonesia.

Ada pula museum Wayang Sendang Mas yang menyimpan berbagai koleksi wayang dan  benda purbakala.


Museum Wayang Sendang Mas menyimpan benda purbakala 

Seni dan Budaya Banyumas yang Memikat
Banyumas kaya akan seni dan budaya,mulai dari tari, calung, wayang, hingga musik. Inilah potensi wisata seni yang menjadikan Banyumas berbeda dengan daerah lainnya.

Ada beragam tarian daerah. Tari Lengger dan Calung Banyumasan  adalah salah satunya.Tari Lengger Banyumasan dibawakan oleh dua orang wanita dan diiringi alat musik calung dan seorang sinden, dulunya untuk menyambut datangnya masa panen. Sekarang lebih sering pentaskan untuk menyambut tamu agung sebagai tarian selamat datang.


Kuda lumping atau jaran kepang 

Ebeg/kuda lumping merupakan tarian menggunakan kuda-kudaan anyaman kayu yang  menakjubkan. Dalam tarian yang dipimpin seorang dalang dan diiringi alat musik gamelan ini, para penari akan kesurupan, kemudian makan bunga, pecahan kaca, dan biji padi.

Banyumasan juga memiliki pertunjukkan wayang kulit. Pementasan bersumber dari kitab Mahabarata dan Ramayana.  Termasuk seni musik kenthongan yang sangat artistik dan dinamis. Ah, saya suka sekali menonton seni budaya.

Tranportasi dan Penginapan yang Mudah
Bagi seorang penyuka wisata, baik asing maupun lokal seperti saya, kemudahan menjangkau suatu lokasi wisata adalah hal yang penting. Bagaimana dengan Banyumas?


Ekspos wisata Banyumas di RM Handayani, Jakarta (dokpri)

Banyumas mudah dijangkau dengan menggunakan transportasi darat, baik bus antar provinsi maupun bus antar kota yang menghubungkan kota-kota dis eluruh Pulau Jawa. Selain itu juga bisa ditempuh dengan transportasi kereta api dari berbagai arah pulau jawa.

Mengenai penginapan, pihak PHRI Banyumas menekankan Purwokerto sebagai ibukota kabupaten telah memiliki berbagai sarana penunjang pariwisata, seperti hotel berbintang, dan villa dengan beragam biaya pilihan. Jika ingin belanja, sudah ada restaurant, rumah makan, karaoke, diskotique, cafe, pusat perbelanjaan modern, pusat oleh-oleh khas Banyumas, dan taman.


Batik Banyumas dengan berbagai motif
***

Saya  memegang batik Banyumas yang ada di tas saya. Sambil menikmati nopia dan keripik tempe yang disuguhkan di RS Handayani siang itu,  saya menyadari banyak hal yang belum saya ketahui dan kunjungi di Banyumas. Hanya saya tahu melalui tayangan video, berita,  brosur, dan website. 

 Indah rasanya bila dapat diwujudkan dalam waktu sesegera mungkin menjelajah seluruh Banyumas. Selain tentunya akan memberikan kenangan manis, semanis rasa gula merah yang terasa dari Nopia yang saya makan. Ah Banyumas, semedulur. Mbetaih tur ngangeni !

Sejumlah gambar diambil dari website http://dinporabudpar.banyumaskab.go.id

Komentar

  1. Wisata di Banyumas sangat beragam dan cocok untuk jadi tempat wisata untuk dieksplor. Ayooo kita ngetrip ke Banyumas, Mbak Windu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, mbak Titis Ayuningsih. Banyumas tempat yang sangat menarik untuk dieksplore aneka wisatanya...!

      Hapus
  2. Wahh pengen foto OOTDan ala-ala pecinta alam di bawah curug Banyumas huhuhu, Tempe mendoan nya juga enak lho

    BalasHapus
  3. Moga-moga kita bisa foto-foto disana dalam waktu dekat, ya feb...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Menyantap Martabak yang Bikin Bahagia di Martabak Factory

Potongan martabak itu langsung lumat di dalam mulut. Manisnya langsung menguasai dan larut. Seulas senyum kemudian muncul di wajah Melinda, perempuan manis berkerudung itu. Masih ada sisa martabak di piring yang sedang dipegang. Seakan tak ingin berhenti untuk segera menghabiskannya.
“Martabaknya Enak. Green tea-nya terasa,” ujarnya.
Saya pun mengangguk-angguk. Sepotong green tea martabak dari piring yang sama, juga baru saja masuk ke dalam mulut saya. Kami pun tertawa. Sesimpel itu tawa terlepas di Martabak Factory.


Saya jadi ingat tulisan besar berlatar warna ungu yang ada di dinding lantai dasar kafe. Money can’t buy happines, but it can buy Martabak which is pretty much the same thing.
Betul juga, pikir saya. Bahagia itu sederhana. Uang pun tidak bisa membelinya.  Namun lewat martabak yang dibeli pakai uang, bahagia bisa datang. Setidaknya lewat rasa manis yang menyatu  dalam mulut.  
Apalagi bila disantap bersama teman-teman. Martabak, kuliner yang sangat populer di Indonesia ini mem…