Langsung ke konten utama

Bagaimana Menjadi Ibu Sehat, Sejak Melahirkan hingga Menyusui?



Dr Batara SpOG menyampaikan kecenderungan ibu masa kini melahirkan secara operasi pada talkshow di RS Siloam Semanggi, Kamis 8 September 2016.

MENJADI orang tua dan memiliki anak sudah pasti dambaan setiap pasangan suami istri. Saat bulan demi bulan kehamilan terlampaui hingga bulan terakhir menjelang kelahiran, pertanyaan yang sering muncul dari sejumlah orang adalah : Mau melahirkan dimana? Normal atau operasi? 

Nah, buat sebagian ibu, selain menyampaikan bakal tempat bersalin, ada yang langsung mengatakan akan melahirkan normal. Sementara sejumlah ibu lainnya mengatakan yang sebaliknya dan lebih memilih untuk melahirkan dengan operasi caesar. 

Lalu, sebenarnya mana yang lebih baik? Melalui persalinan normal atau jalan operasi? Dalam setiap keluarga besar, sejumlah kerabat dan, dan teman pasti sudah ada yang pernah melahirkan bayi, baik dengan cara normal ataupun jalur operasi. 

Semuanya dibahas dalam talkshow Be A Healthy Mom To Be (Breastfeeding and Baby Blues),MRCC Hospital Semanggi, lantai 36, Kamis, 8 September 2016 lalu. Talkshow dilakukan sekaligus peluncuran Mother and Child Ward 32th dan VIP Ward 33th. Selain dihadiri sejumlah undangan, tampak Blibli.com, partner MRCCC Siloam dalam penyediaan paket kesehatan dan persalinan secara online.

Selain dihadiri sejumlah undangan, tampak Blibli.com, partner MRCCC Siloam dalam penyediaan paket kesehatan dan persalinan secara online. Menurut dr Batara Siraut, SPOG, Spesialis Kandungan dari MRCC Siloam Semanggi, pilihan melahirkan normal ataupun operasi sama baiknya, tergantung pada kondisi ibu dan bayi saat itu. 
yayat, seorang peserta talkshow menanyakan beda persalinan normal dengan operasi (dokpri)
Menurut dr Batara Sirait, SpOG, spesialis kandungan dari MRCC SIloam Semanggi, pilihan melahirkan secara normal ataupun operasi sama baiknya, tergantung pada kondisi ibu dan bayi saat itu. Tujuan yang terpenting adalah ibu dan bayi sama-sama berada dalam keadaan sehat. 

Sayangnya, Saat ini banyak pasangan orang tua yang cenderung memilih untuk melahirkan secara operasi daripada melahirkan dengan normal. Dengan yakin, kata dr.Batara,tak jarang seorang ibu menyatakan hal itu dengan dukungan suaminya.

Tepatkah keinginan itu? Apa pun kemudian yang menjadi pilihan, itu semua tak lepas dari konsekuensi. Ada plus dan minus yang harus dihadapi ibu. Seorang ibu yang melahirkan secara operasi, tentunya harus mengalami efek pembiusan di punggung sebelum melahirkan, adanya risiko dan infeksi, rasa nyeri dalam jangka waktu yang lama, ataupun perlengketan pada rahim dan usus. 

Meski demikian, tidak ditutupi pula, ada juga kondisi proses persalinan yang tidak bisa dihindari melalui operasi. Misalnya saja, jika sang ibu memiliki pinggul yan kecil, bayi denga bobot tubuh besar, kesulitan konstraksi, atau mengalami kasus persalinan lain yang harus diambil tindakan segera oleh dokter, demi keselamatan ibu dan bayi. 


Dr. Batara menyampaikan, meskipun operasi caesar berlangsung cepat, hanya membutuhkan 10 menit, perut seroang ibu harus mengalami pembelekan dan penjahitan sebanyak tujuh lapis. Terbayang sakitnya? Belum lagi, ada risiko mengalami risiko karena penjahitan maupun perawatan luka bekas operasi. Hmmm....soal infeksi luka caesar, seorang teman saya pernah mengalaminya. Luka bekas jahitannya berair dan rembesannya terlihat keluar membasahi perban penutup luka jahitan.

Bagaimana dengan persalinan normal? Inilah persalinan yang seharusnya menjadi pilihan bagi seorang ibu meskipun seorang ibu harus berjuang sepenuh tenaga dengan mengeluarkan banyak energi. Mengeluarkan kemampuan selama minimal 14 jam untuk mengejan dan menjalani konstraksi. 

Namun, melahirkan dengan normal tetap lebih memiliki keuntungan karena akan lebih cepat pulih. Kenyataanya, hingga kini diakui dr. Batara, masih ada sejumlah ibu yang bersikukuh melahirkan dengan normal karena ingin merasakan menjadi wanita seutuhnya. 

Selain persiapan melahirkan, seorang ibu juga tetap harus memperhatikan asupan nutrisi dan gizi, menjaga kesehatan tubuh, juga melakukan senam hamil. Selesaikan tugas ibu setelah melahirkan? Tidak. Perjalananseorang ibu baru saja dimuali, yakni dengan memberikan ASI (Air Susu Ibu). 


dr Paulus Linardi menekankan ASI sebagai nutrisi terbaik yangtidak tergantikan untuk bayi (dokpri)

ASI Nutrisi Terbaik Untuk Bayi 

Kenapa harus ASI? Saat awal kehidupan bayi, ASI adalah makanan yang paling baik karena kebutuhan nutrisi dan kalori masih terpenuhi. Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan pemberian ASI Ekslusif selama enam bulan.

Spesialis anak dr Paulus LInardi, Sp. A menyampaikan, tidak ada yang bisa menggantikan ASI. Anggota IDAI ini menekankan jika ASI mengandung sejumlah unsur yang tidak akan ditemukan pada susu formula. 

Menut dr Paulus, ASI mengandung semua jenis zat makanan yang diperlukan Bayi. Tingkat kecerdasan bayi yang mengonsumsi ASI pun berbeda. Bayi yang mendapat ASI mempunyai IQ 14 point di atas rata-rata anak yang tidak diberi ASI. 

Ringkasan perbedaan ASI dengan susu sapi dan susu formula (dokpri)
ASI mengandung keuntungan gizi, imunologi, dan fisiologi bila dibandingkan dengan susu formula komersial atau jenis susu lainnya. Karenanya, ASI sangat penting bagi negara-negara berkembang, lantaran mengurangi biaya pengeluaran. Selain itu, bila langsung diarahkan pada susu formula dapat mengarah pada asupan gizi yang tidak memadai/penyakit pada bayi.

Nah, ada perbedaan antara ASI dengan susu sapi, susu kambung dari segi fat, protein, dan lactose. Perbedaan juga ada pada komposisi protein, kasien, whwy protein, alfa lactabumin, beta lactabumin. Begitu pun halnya dengan kandaungan vitamin pada ASI, yakni A, B, dan C. Masih dtambah juga dengan kandungan zat besi dan mineral (natrium, kalium, kalsium, fosfor, ferum) pada ASI.


Kandungan dan pentingnya colostrum (dokpri)
ASI yang keluar pada 5 menit pertama dan disebut colostrum pun berbeda dengan ASI yang keluar setelahnya. Sangat berguna bagi kekebalan tubuh bayi. Bahkan,  ASI bermanfaat tidak hanya bagi bayi, melainkan juga bagi ibu. 

Manfaat ASI untuk Ibu :
- Mencegah pendarahan pasca persalinan
- Mempercepat involusi uterus
- Mengurangi anemia
- Mengurangi risiko kanker ovarium dan payudara
- Mempercepat kembali ke berat badan semula
- Sebagai metode KB sementara

Manfaat ASI untuk Bayi :
- ASI mudah dicerna dan diserap 
- Mengandung enzim pencernaan sehingga bayi cenderung cepat merasa lapar
- Mengandung zat penangkal penyakit, seperti makrofag, limfosit, immunoglobin, lactoferin

Mengenai produksi per hari ASI pada ibu dengan gizi baik, dr Paulus menyampaikan, yakni bulan I (600 cc), bulan II-III (700 cc), Bulan VI (800 cc). Selanjutnya jumlahnya tetap sehingga sesuai dengan tahap perkembangan bayi, maka memerlukan makanan pendamping ASI (MPASI). 

Meski demikian, seorang ibu tidak perlu terlalu khawatir dan merasa produksi bayinya tidak sebanyak perempuan yang lain. Semua itu tergantung pula pada kebutuhan si bayi dan yang terpenting adalah ASI dapat mengalir dengan lancar.

Hal yang pasti, terdapat keuntungan psikologis dalam menyusui, secara ikatan emosi karena adanya kedekatan hubungan kasih sayang antara ibu dan anak, secara emosional ibu merasa lebih pyas, bayi jarang menangis, ibu berperilaku lebih meyayangi, dan meniadakan keinginan untuk menyiksa atau menelantarkan bayi. Dari segi perkembangan, lebih baik lagi saat dilakukan tes kecerdasan saat anak-anak.
Cara memandikan bayi (dokpri)
Meski demikian, dr Paulus mengakui adanya ibu yang mengakui kesulitan dalam menyusui bayinya. Penyebab ASI kurang umumnya adalah menyusui tidak sering, menyusui terlalu cepat atau buru-buru, tidak menyusui malam hari, salah posisi menyusuim dan pembengkakan pada payudara.

Dr. Paulus menambahkan, ASI ekslusif 100 % kebutuhan (0-6 bulan), ASI memenuhi 60-70 % kebutuhan dan makanan pendamping ASI (6-12 bulan). Selebihnya, ASI hanya memenuhi 30 % kebutuhan bayi. Nah, untuk kiat menyusui, yang terpenting adalah kemauan dan motivasi ibu sehingga bayi dapat aktif dan menghisap dengan baik. (#windhu)



Booth Blibli.com di RS Siloam Semanggi (dokpri)

Maternity Package Online Blibli.com - MRCC Siloam Hospital Semanggi

Keinginan untuk memberikan layanan yang terbaik kepada para keluarga yang ada di tengah kota Jakarta, diwujudkan MRCC Siloam Hospital Semanggi dengan meluncurkan ruangan Maternity Mother and Child War dan VIP Ward, di lantai 32-33 rumah sakit, Kamis, 8 September 2016.

Direktur MRCC Siloam Semanggi, dr Melissa Luwia menyampaikan latar belakang adanya layanan ibu dan bayi di rumah sakitnya (dokpri)
Direktur RS Siloam Semanggi, dr Melissa Luwia MHA mengakui, selama ini rumah sakitnya lebih dikenal untuk melayani para pasien kanker, sejak diresmikan pada tahun 2011. Melihat perkembangan dan ketersediaan lantai ruangan RS Siloam Semanggi, maka dibukalah layanan ibu dan anak. Keunggulannya, terletak pada dokter-dokter terbaik yang dimiliki, sehingga mampu memberikan layan terbaik kepada ibu dan anak.


Hanya dengan online, Maternity Package sudah dapat dipilih calon ayah dan ibu (dokpri)
Uniknya, terdapat beragam paket persalinan"Maternity Package" dari Blibli.com yang berkerjasama dengan MRCC Siloam Hospital. Inilah pertama kalinya ada layanan paket persalinan online. 


Tampilan Maternity Package di Blibli.com (dokpri)
Dalam pemaparannya,  Head of Trade Partnership Blibli.com Lay Ridwan Gautama mengatakan, selain Maternity Package, Blibli.com menawarkan beragam paket persalinan, baik untuk persalinan normal maupun persalinan dengan operasi caesar. Menariknya, paket persalinan ini dapat dicicil dengan pembayaran melalui kartu kredit, dengan bunga 0 %, untuk cicilan 6 bulan hingga 12 bulan. 
Kamar rawat inap yang nyaman (dokpri)
ruangan tamu kamar rawat inap (dokpri)
Terdapat berbagai pilihan kamar rawat inap, seperti executivem Deluxe, atau VIP. Beberapa perlengkapan bayi juga tersedia.Paket persalinan pun dapat dipilih melalui persalinan normal ataupun secara operasi caesar. Informasi yang lebih lengkap mengenai Maternity Package  dari Blibli.com dapat diakses di websitenya langsung, yakni https://www.blibli.com/promosi/siloam.


ruang makan yang menyenangkan (dokpri)
Toilet yang bersih (dokpri)

Sebagai gambaran, untuk Maternity Package Caesar VIP- MRCC Siloam Hospitals, E Voucher, dengan waktu menginap selama 4 hari 3 malam, paket yang diberikan berupa paket senam hamil setiap hari Sabtu, akte kelahiran, vaksin hepatitis B, dan Polio, Air Purifier, sesi foto bayi di ruangan, dan baby stroller. Asyiknya, karena ruangan rawat inap terletak di lantai atas, dapat sekaligus menyaksikan keindahan ibu kota Jakarta dari ketinggian. menarik, bukan?  (#windhu)

Komentar

  1. Dengan beragam pro dan kontra persalinan normal dan caesar , jujur aku lebih pilih normal sih mba, dan menyusui eksklusif juga tentunya 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Persalinan normal dan menyusui alami memang yang sejatinya yang terbaik bagi setiap perempuan, mbak Wulan Ndari

      Hapus
  2. Tempat yang nyaman ya mba Riap.. :)

    BalasHapus
  3. Iya, mas Bule. Nyaman kalau bisa melahirkan di tempat apik seperti ini.

    BalasHapus
  4. ruangan bersalinnya bagus dan nyaman ya mbak, harganya juga pasti lumayan hhe..

    BalasHapus
  5. Hehehe, iya mbak Yesi. Soal harga, buka websitenya aja langsung :)

    BalasHapus
  6. Keren ya BliBli kerjasama dengan MRCC Siloam. Untung kmrn ikut acara jadi bertambah pengetahuan n bisa berbagi

    BalasHapus
  7. Iya, pak Unggul. Banyak informasi mengenai persalinan dan menyusui yang bermanfaat dari acara ini.

    BalasHapus
  8. Padahal proses penyembuhannya cepetan yang alami yaaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Menyantap Martabak yang Bikin Bahagia di Martabak Factory

Potongan martabak itu langsung lumat di dalam mulut. Manisnya langsung menguasai dan larut. Seulas senyum kemudian muncul di wajah Melinda, perempuan manis berkerudung itu. Masih ada sisa martabak di piring yang sedang dipegang. Seakan tak ingin berhenti untuk segera menghabiskannya.
“Martabaknya Enak. Green tea-nya terasa,” ujarnya.
Saya pun mengangguk-angguk. Sepotong green tea martabak dari piring yang sama, juga baru saja masuk ke dalam mulut saya. Kami pun tertawa. Sesimpel itu tawa terlepas di Martabak Factory.


Saya jadi ingat tulisan besar berlatar warna ungu yang ada di dinding lantai dasar kafe. Money can’t buy happines, but it can buy Martabak which is pretty much the same thing.
Betul juga, pikir saya. Bahagia itu sederhana. Uang pun tidak bisa membelinya.  Namun lewat martabak yang dibeli pakai uang, bahagia bisa datang. Setidaknya lewat rasa manis yang menyatu  dalam mulut.  
Apalagi bila disantap bersama teman-teman. Martabak, kuliner yang sangat populer di Indonesia ini mem…