Langsung ke konten utama

Minggu Pagi di Aksi #TolakPenyalahgunaanObat Car Free Day





MATA saya menatap kemasan kotak bertuliskan Dextromethorphan yang ada di meja BPOM. Di atas meja itu terdapat sejumlah obat-obatan lain bertuliskan warning, yang berarti peringatan. Ingin tahu saya memegangnya. Membaca kotak luar kemasan obat itu.

 “Ini obat apa?” tanya saya.

Adi, petugas BPOM itu memperlihatkan isi kotak kemasan. Menurutnya, obat Dextromethorpan sudah ditarik dari pasaran. Sudah tidak digunakan lagi karena dapat disalahgunakan oleh pemakainya.

Dextromethorpan yang di kotak kemasannya tertera generik dan terdiri dari 10 blister ini masuk dalam kategori daftar G. Banyak yang menyalahgunakannya untuk mendapatkan efek melayang (fly).


Fly? Pikiran saya langsung teringat kepada peristiwa penyalahgunaan obat yang menghebohkan negeri ini satu bulan lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Korbannya yang anak-anak masih pelajar dan mahasiswa ini.

Pertengahan September 2017, semua terkaget-kaget dengan kabar yang langsung menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Meluas dari satu grup wa ke grup wa lain disertai gambar. Semua media secara menasional menyampaikan berita mengejutkan mengenai penyalahgunaan obat, yang disebut PCC.

PCC yang terdiri atas tiga kandungan, yakni Paracetamol Cafein Carisoprodol  telah menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya menjalani perawatan di Rumah Sakit yang ada Kendari.

Akibat obat itu, yang mengonsumsinya kehilangan kesadaran, bahkan hingga melukai diri sendiri. Mengerikan sekali saya melihat mereka yang telah menyahgunakan obat.

PCC merupakan produk ilegal. Tidak pernah terdaftar sebagai obat di Badan POM. Nah, dextromethorpan yang ada di hadapan saya, merupakan salah satu obat yang juga kerap digunakan secara tidak benar. 



Pandangan saya kemudian beralih pada botol kemasan Obat bertuliskan Viagra yang ada di meja BPOM,  saya pegang. Ingin tahu. Baru saat itulah saya diperlihatkan oleh petugasnya seperti apa pil biru yang di meja itu berada dalam jajaran obat yang diberi kategori tanda ‘warning’.

“Ini kenapa dilarang? ” tanya saya penasaran.

Adi, salah satu petugas yang berjaga tersenyum. Dia mengangkat botol itu. Dibaliknya dan perlihatkannya tulisan yang keseluruhannya dalam Bahasa Inggris. Meski nama pembuat obatnya tertera jelas Pfizer, tapi tidak memiliki nomor izin edar yang terdaftar di Badan POM.

“Ini obat ilegal. Langsung dari luar negeri,” katanya.


Di Indonesia, sejumlah obat kuat yang dipercaya dapat mempertahankan stamina, memang banyak dipalsukan. Pembeliannya pun banyak melalui jalur daring alias online. Soal 
keamanan dan efek samping , tidak ada yang menjamin.

Di meja yang bisa dilihat oleh seluruh masyarakat pengunjung Car Free Day itu, selain Viagra juga terdapat obat kuat lainnya tadalafil. Bila digunakan malahan bisa membuat efek samping yang mengganggu kesehatan tubuh.

Mata saya mencermati obat yang ada di atas meja. Saya menemukan dua blister obat Ponstan. Obat yang terkadang saya gunakan karena sering dianjurkan oleh teman-teman untuk meredakan sakit, mulai dari sakit kepala hingga sakit gigi.

“Ini ada dua obat yang sama. Kenapa?” tanya saya lagi. 

Petugas itu menunjuk punggung kemasan obat. Dua-duanya disejajarkan. Barulah terlihat setelah diperhatikan. Kemasan ponstan yang satu asli dan yang satunya lagi palsu. 

Bedanya?

“Obat ponstan palsu ini cetakan tulisannya dikemasan pudar. Tulisan expire-nya juga tidak jelas. Obat yang asli sebaliknya. Untuk obat asli masa berlaku obatnya timbul tulisannya,” terang petugas itu. 


Untuk memperoleh obat yang asli, kata petugas BPOM itu, sebaiknya membeli obat di apotek. Di tempat yang resmi, obat lebih terjamin. Sementara, obat-obatan palsu dengan merek dagang benar seringkali dijumpai di warung-warung .

“Tapi pak, beli obat di apotek kan lebih mahal. Makanya banyak yang beli di warung,” tukas saya yang membuat petugas BPOM itu kembali tersenyum.

Nah, obat yang palsu bisa juga dideteksi jika setelah mengonsumsi beberapa saat tidak ada efeknya. Tidak ada khasiatnya sama sekali. “Memang untuk masyarakat umum cukup sulit membedakan obat palsu atau tidak,” katanya.

Saya mengangguk-angguk. Betul sekali. Pengetahuan seperti ini penting untuk orang awam, yang sangat besar kemungkinan sulit untuk membedakan obat yang dikonsumsinya palsu  atau asli.



Tolak Penyalahgunaan Obat dan Napza
Minggu pagi  22 Oktober 2017, di area Car Free Day (CFD) Jakarta, BPOM RI mengajak masyarakat untuk memerangi penyalahgunaan Obat dan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza), dengan kegiatan bertema Tolak Penyalahgunaan Obat dan Napza.

Kegiatan yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat sedang berolahraga atau menikmati udara segar Jakarta karena jalanan bebas kendaraan ini, ini merupakan rangkaian “Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat” yang telah dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo di Bumi Perkemahan Cibubur pada 3 Oktober 2017.


Selain dari BPOM, kegiatan ini dihadiri juga oleh perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian RI (Polri), anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Selain itu ada juga para pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Jakarta dan mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi Farmasi di Jakarta.

Di atas panggung yang didirikan di area CFD tak jauh dari air mancur bundaran HI, mereka menyatakan penolakan terhadap penyalahgunaan obat, napza, dan obat ilegal. Perwakilan apoteker bahkan membacakan beberapa poin janjinya untuk mendukung aksi nasional ini.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengatakan, saat ini penyalahgunaan obat dan napza di Indonesia harus diwaspadai.  Data BNN-Puslitkes UI melalui Survei Nasional Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba Tahun 2014 menyebutkan bahwa saat ini Indonesia Darurat Narkoba. 

Sebanyak 4.022.702 (2,18%) masyarakat Indonesia menjadi penyalahguna narkotika dimana 91,3% berjenis kelamin laki-laki dan 60,7% pengguna memiliki tingkat pendidikan SMU/MA sederajat.


Penyalahgunaan obat saat ini trennya banyak menyasar generasi muda, yaitu kalangan anak-anak dan remaja usia sekolah. Tentu saja,  hal ini merupakan masalah sosial yang serius.   Upaya penanganan kejahatan dan penyalahgunaan obat ini harus dilakukan bersama  dari upaya preventif maupun represif.

Acara dimulai dengan long march di sepanjang area CFD tepatnya dari Jalan Imam Bonjol menuju Bundaran Hotel Indonesia dan berakhir di depan Sarinah Thamrin Plaza. Kepala 

Badan POM RI beserta jajaran dan para peserta yang hadir tak henti menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat pengunjung area CFD selama long march, baik melalui jingle edukasi dan lagu-lagu perjuangan, yel-yel tolak penyalahgunaan obat dan napza, hingga pesan-pesan edukatif yang tertulis pada poster dan banner.


Untuk masyarakat awam seperti saya, pengenalan obat dan pengetahuan mengenai penyalahguanaan obat sangat penting. Apalagi dilakukan dengan bertatap muka langsung dengan petugas BPOM. 

Namun, bila masyarakat ada yang ingin mengetahui soal  obat dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. 


Komentar

  1. Semakin berkelas banget deh Mba Winda.. Idolaquuu bingits!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Aris yang hits banget. Semangat!

      Hapus


  2. isssh ngeri kaliiik obat2an yg dipalsukan kemudian disalahgunakan ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngeri pastinya lah, kakak Idfi.Hati-hati, ya..

      Hapus
  3. Edukasi seperti ini emang harus digalakkan agar masyarakat ga sampai ketipu minum obat palsu atau kayak anak2 muda yang menyalahgunakan obat buat ngefly, gawat banget akibatnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kakak.penting banget untuk semua kalangan tahu, apalagi penyalah guna obat saat ini justru anak sekolah dan mahasiswa.

      Hapus
  4. ini informasi nya bermanfaat banget, aq pernah dapet juga ponstan palsu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak. Steffany. Kalau beli di warung harus hati-hati mengenali,supaya tidak dapat yang palsu.

      Hapus
  5. Penyalahgunaan obat memang acapkali dilakukan oleh pecandu. Salah-satunya karena mudahnya akses mendapatkan drug tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu dia. Kenapa mereka tahu aja dan bisa memanfaatkannya. Sekaligus ajak-ajak yang lain.

      Hapus
  6. Makasih sharingnya mbak, saya jadi tahu kalau ponstan ada versi yang palsunya juga. Saya kalau sakit gigi biasa konsumsi itu kalau gak sedang menyusui.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat dan semakin teliti membeli obat, mbak Ivonie

      Hapus
  7. bahaya juga yaa PCC itu, obat bener2 utk mengobati bukan utk disalahgunakan kyk pcc :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, selalu ada aja yang memanfaatkan obat dengan tujuan nggak benar

      Hapus
  8. Memang mesti hati2 ya sekarang milih obat. Sembarangan bisa2 kena jerat. Padahal kita ga tau itu obat apa sebenarnya. Meski langsung dapat petunjuk dokter ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali mas Jun. Semoga bermanfaat tulisannya

      Hapus
  9. Semoga tingkat penyalahgunaan obat segera menurun ya mba

    BalasHapus
  10. Ih jahat ya orang yang memalsukan obat, setuju mba perlu dilakukan upaya preventif maupun represif, dimulai dari diri sendiri tentunya aware terhadap obat-obatan mana yang asli atau palsu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, meski ada orang yang jahat memalsukan obat, tapi sebagai konsumen juga perlu aware dan teliti dalam membeli obat

      Hapus
  11. Wah, saya dapet ilmu baru nih tentang obat-obatan. Saya sebisa mungkin nggak ketergantungan dengan obat walau selalu sedia obat-obatan di tas kalau keadaan darurat. Ngeri juga ya ternyata penyalahgunaan obat-obatan dan peredarannya yang ternyata banyak yang ilegal dan bahkan palsu. Ngeri banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngeri banget memang karena penyalahgunaan obat. Semoga kita selalu terlindung,ya mbak Dini

      Hapus
  12. Salut ya, pemerintah gercep sama apa yg terjadi akhir akhir ini. Jujur kaka dedek sedih banget. Makanya kita ga boleh tinggal diam yaa, harus ikut kampanyekan tolak obat ilegal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, sebagai masyarakat kita selalu kampanyekan tolak obat ilegal sesuai dengan kemampuan kita

      Hapus
  13. semoga edukasi BPOM ini berkelanjutan sehingga ga ada lagi kasus penyalahgunaan obat-obatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, semoga selalu berkesimbangunan edukasi tolak penyalahgunaan obat ini

      Hapus
  14. Ngeri ya mba kalo udah mendengar obat2an palsu, jadi parno deh kalo mau minum obat, mendingan mahal sedikit lah dr pada murah tp berbahaya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ngeri banget sama obat palsu. Takut efek nggak baik untuk tubuh

      Hapus
  15. Ya ampun sampe obaylt sakit gigi aja dipalsuin, terlalu. Sbg konsumen harus pintar2 membedakan mana obat yg asli dan ad ijin edarnya ya sm obat palsu.

    BalasHapus
  16. Ngeri ya kalau banyak yg dipalsuin begitu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Menyantap Martabak yang Bikin Bahagia di Martabak Factory

Potongan martabak itu langsung lumat di dalam mulut. Manisnya langsung menguasai dan larut. Seulas senyum kemudian muncul di wajah Melinda, perempuan manis berkerudung itu. Masih ada sisa martabak di piring yang sedang dipegang. Seakan tak ingin berhenti untuk segera menghabiskannya.
“Martabaknya Enak. Green tea-nya terasa,” ujarnya.
Saya pun mengangguk-angguk. Sepotong green tea martabak dari piring yang sama, juga baru saja masuk ke dalam mulut saya. Kami pun tertawa. Sesimpel itu tawa terlepas di Martabak Factory.


Saya jadi ingat tulisan besar berlatar warna ungu yang ada di dinding lantai dasar kafe. Money can’t buy happines, but it can buy Martabak which is pretty much the same thing.
Betul juga, pikir saya. Bahagia itu sederhana. Uang pun tidak bisa membelinya.  Namun lewat martabak yang dibeli pakai uang, bahagia bisa datang. Setidaknya lewat rasa manis yang menyatu  dalam mulut.  
Apalagi bila disantap bersama teman-teman. Martabak, kuliner yang sangat populer di Indonesia ini mem…