Langsung ke konten utama

Chrisye, Film Sisi Lain Kehidupan Sang Legenda Musik Dimulai Tahun 2017


Tino G Bastian terpilih menjadi pemeran Chrisye dalam Film Chrisye yang disutradarai oleh Rizal Mantovani (dokpri)


Kehidupan seorang artis terkenal, umumnya tak lepas dari kesan serba glamor dan puja puji penggemar fanatik, yang selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi semua orang, terutama kaum muda. Namun, ternyata di balik semua itu, seorang artis sesungguhnya tetap manusia biasa. Inilah kemudian yang diangkat dalam film Chrisye yang akan mulai dibuat pada awal tahun 2017.

Film mengenai sisi lain kehidupan Chrisye tidak pernah diungkap sebelumnya dan tidak diketahui oleh orang banyak, selain orang terdekatnya. Selama hidupnya, Chrisye dikenal sangat menjaga privasi. Menjaga keluarganya jauh dari gosip dan pembicaraan publik di media massa.

“Saya semula tidak pernah berpikir untuk membuat film Chrisye,” kata Gusti Firoza Damayanti Noor, istri Chrisye, yang biasa dipanggil Yanti, dalam press conference film Chrisye, yang dilakukan di The Hook  Cafe, Jakarta, pada Rabu, 21 September 2016.

Meski hujan deras tidak kunjung berhenti hari itu, seluruh yang hadir tampak antusias dengan akan dibuatnya film Chrisye. Foto-foto Chrisye semasa hidup dan berkarir di industri musik tampak memenuhi kafe yang terletak di bilangan Senopati itu.

Sejumlah perwakilan komunitas pecinta dan penggemar Chrisye  pun turut hadir. Hiburan band Awvikila juga melantunkan lagu-lagu Chrisye yang seluruhnya dapat diikuti dengan baik oleh para pengunjung, seperti dari Untukku, Seperti yang Kau Minta, Lilin Kecil, dan Cintaku.

Lagu-lagu Chrisye dinyanyikan dan mampu diikuti oleh semua pengunjung di The Hook, Rabu (21/9). (foto:dokpri)
Lagu Chrisye begitu dikenal dan dihapal oleh semua orang. Meski demikian, Yanti istri Chrisye mengungkapkan, sempat terpikir apa menariknya Chrisye dibuat film. Banyak orang menilai  Chrisye pembawaannya kaku. Namun, pemberitaan mengenai Chrisye yang tersebar mengenai sebuah lagu, terungkap setelah delapan tahun meninggalnya Chrisye 30 Maret 2007. Banyak orang yang bertanya-tanya kebenarannya.

Chrisye terhanyut dengan lagu Ketika Kaki dan Tangan Berkata, yang liriknya ditulis oleh Taufiq Ismail. Lirik yang sangat menyentuh dan mendalam ini diilhami oleh sebuah ayat kitab suci Al Quran.  Lagu yang mempengaruhi perjalanan spiritual Chrisye.

Karenanya, Yanti, istri Chrisye sempat berkonsultasi kepada sepupu dan teman dekat Chrisye. Peristiwa itu membuatnya berpikir adakah yang tersirat, adakah sesuatu yang harus dilakukan, yang belum disampaikan  oleh Chrisye. Dari dasar pembuatan lagu itu sendiri, akhirnya disepakatilah untuk membuat film.

MNC Pictures dan Vito Global Visi akan menjadi rumah produksi film, dengan disutradarai oleh Rizal Mantovani, yang sebelumnya kerap bekerjasama dengan Chrisye membuat video klip lagu. Hingga kini, masih terus dilakukan brainstroming untuk film Chrisye.  Para pemerannya juga masih dicari,  termasuk pemeran Dayanti Noor, istri Chrisye.
Damayanti, istri Chrisye menjadi penutur cerita untuk film Chrisye (dokpri)
Satu-satunya pemeran yang sudah ada, yakni pemeran utama. Pemeran sosok Chrisye, yakni Vino  G. Bastian. Kemunculan lelaki ini tak diduga karena banyak orang yang menyebut nama aktor Reza Rahardian, yang sukses menjadi pemeran Rudy Habibie, mantan presiden RI.

Terpikat Aksi Kasino Warkop DKI Reborn
Menurut Yanti, istri Chrisye,  nama Vino G Bastian sebelumnya sempat terlintas. Namun, pilihan jatuh ke Vino setelah Yanti menyaksikan trailer Warkop DKI Reborn sebanyak dua kali. Dalam film Warkop,  Vino berperan sebagai Kasino, legenda lawak Indonesia. Vino dianggap tepat memerankan tokoh sang legenda musik.

Sebagai pemeran Chrisye yang sebelumnya tidak pernah disebut, tentu saja merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi Vino. Namun di balik itu, Vino mengatakan hal ini merupakan tanggung jawab yang besar sekali. Cobaan sebelum naik kelas sehingga harus ada ujian supaya dapat tingkat lebih tinggi.
Vino, pemeran Chrisye dan Damayanti, istri Chrisye (dokpri)
Bagi  Vino, siapa yang tidak kenal dengan sosok chrisye, sebagai salah satu musisi hebat Indonesia. Chrisye, seperti dikatakan Erwin Gutawa adalah simbol dedikasi terhadap musik Indonesia.  “Selama ini yang saya tahu adalah karya-karyanya, prestasinya, kehebatannya dalam menulis lagu, musikalitasnya,  tetapi sama sekali tidak ada yang tahu sosok beliau sebagai family man , “ ujar Vino.

Vino pun baru tahu jika sosok Chrisye sangat luar biasa di balik kehebatannya sebagai artis. Jika masuk ke dalam rumah,Chrisye melepaskan semua atribut keartisannya. Gelar legendanya. Chrisye menjadi seorang kepala keluarga yang sangat luar biasa dan membuat kagum. Bahkan untuk mengerjakan hal remeh, seperti membersihkan toilet rumah. Sebuah lagu Chrisye berjudul Untukku,  menjadi lagu favorit Vino, saat masih pacaran.

Untuk mendalami karakter Chrisye, yang saat ini masih awal, Vino mengaku masih harus lebih mengenali sosok Chrisye di luar di panggung maupun di keluarga. Termasuk untuk belajar bass, yang merupakan keahlian Chrisye dan belajar dansa patah-patah yang dianggap Vino susah.

Penghargaan Terhadap Pelaku Seni Indonesia
Lukman Sardi selaku produser creative  film Chrisye menyampaikan pentingnya ada sebuah film tentang pelaku seni Indonesia. Saat ini masih banyak sekali yang
kurang concern terhadap para pelaku seni Indonesia yang jadi legenda. Maka memulai dari Chrisye, adalah hal yang tepat.
Seluruh jajaran tim pendukung film Chrisye, mulai dari istri produsen, pemeran, dan sutradara (dokpri)


Film Chrisye meramu yang diceritakan Yanti, istri Chrisye, agar menjadi menarik untuk diikuti dan ditonton.Titik-titik dalam kehidupan Chrisye yang dapat disampaikan ke masyarakat. Chrisye sebagai seorang manusia, seorang suami, dan kepala rumah tangga. Keluarga menjadi inspirasi terbesar yang akhirnya dapat mendorong Chrisye menjadi seorang legenda musik.

Film Chrisye pun tak disebut sebagai biografi, melainkan drama kehidupan yang  diambil dari seorang manusia.Selaku sutradara, Rizal Mantovai menyampaikan jika biopik Chrisye lebih tepat disajikan bergenre drama. Mengenai kehidupan Chrisye, karya-karyanya, dan juga perjalananan religius dari lelaki yang semula bernama Christian Rahardi.

Chrisye bisa disebut mahakarya, sosok sebagai seorang figur dengan segala struggle yang mampu menginspirasi. Alim Sudio, selaku penulis naskah menyampaikan jika dari penuturan Yanti, istri Chrisye terungkap sosok Chrisye sebagai kepala keluarga yang tak pernah ada dalam banyak buku yang telah menulis tentang Chrisye.

Menurutnya, banyak hal menarik dari Chrisye, yang dapat menginspirasi anak muda yang serius mau terjun di dunia musik. Banyak sekali prinsip-prinsip untuk menjadi seorang seniman. Chrisye seorang seniman yang selama ini lebih dikenal karyanya saja, tetapi tidak pernah tahu proses dibelakangnya. Pergulatan batin Chrisye, perjuangan Chrisye untuk eksis sebagai seorang seniman, untuk berkarya bagi penggemarnya tak pernah diekspos. Begitupun hidup Chrisye yang kerap gelisah dan orang tua Chrisye yang awalnya tak menginginkan menjadi seorang seniman.

Toro  Vito dari  Vito Global Visi dan MNC Pictures menegaskan film ini akan menjadi sesuatu yang positif untuk generasi sekarang. Anak muda dapat melihat sosok Chrisye sangat teguh pada profesinya dan konsistensinya dalam bermusik.

Dengan Vino G Bastian yang tampan selaku pemeran Chrisye, bisa jadi banyak anak muda yang  akan menyukai film Chrisye. Selain itu, lagu-lagu Chrisye dengan suara yang khas pun selalu enak didengar karena memiliki lirik apik. Tak pernah basi walau puluhan tahun berlalu. Penyuka lagu Chrisye, tak hanya mereka yang lahir saat sang legenda musik masih hidup. Satu hal yang pasti, sudah saatnya semakin banyak film mengenai pelaku musik Indonesia. Jadi, nantikan film Chrisye !

Berikut Video saat Press Conference : 

                                  Chrisye, The Movie, Sisi Lain Sang Legenda Musik 



Komentar

  1. Sosok yang legenda, semoga ada penerusnya

    BalasHapus
  2. Ya, semoga legenda musik ini dapat menginspirasi banyak generasi muda di bidang musik

    BalasHapus
  3. nama Chrisye terukir dengan tinta emas, smoga filmnya menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, semoga filmnya yang mengangkat perjuangan sang legenda musik dapat menginspirasi penontonnya.

      Hapus
  4. filmnya pasti seru banget, ga sabar nunggu filmnya

    budy | Travelling Addict
    blogger abal-abal
    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups, semoga filmya bisa sebagus karya Chrisye. Terim kasih telah berkunjung

      Hapus
  5. Kok aku kurang suka ama vino, ngak ada pemain lain yang lebih manja yeee ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... Harus ada yang ganteng untuk menarik jumlah penonton fil, kak Cumilebay MazToro

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Ketangguhan Kingkong, keapikan foto Pureshot Plus II, dan Kemeriahan Hisense di ICS

SELAIN memiliki fitur-fitur canggih yang sangat dibutuhkan pada era modern saat ini dan harga yang kompetitif, sebuah smartphone dituntut untuk mempunyai keistimewaan lebih, dibandingkan dengan yang sudah banyak beredar di pasaran.
Nah menjawab hal itu, Hisense membuat gebrakan dalam gelaran Indonesia Cellular Show (ICS) pada  2-5 Juni 2016, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.Hisense memperkenalkan empat smartphone 4 G terbarunya, yakni Hisense Kingkong II, Hisense Pureshot Plus 2, Hisense Pureshot Lite, dan Hisense F20.



Sebagai top 5 perusahaan elektronik dunia asal Tiongkok, Hisense mengukuhkan eksistensinya, membuktikan tidak main-main ataupun sekedar ikut-ikutan. Salah satu buktinya adalah dengan mengikuti ajang pameran ponsel bergengsi ini.


Sales Director PT Hisense International Indonesia Stanly Widjaja dan dua pengguna Hisense yang memberikan pengalaman menggunakan produk, menyampaikan ketangguhan dan kemampuan produk Hisense di depan puluhan blogger dan wartawan s…