Langsung ke konten utama

PopBox, Solusi Anti Repot Untuk Kirim, Titip, dan Ambil Barang via Loker



Pernah lihat lemari loker seperti ini? Smart locker yang disebut PopBox saat ini berjumlah 300 buah, yang tersebar di pusat perbelanjaan, apartemen, spbu, dan perkantoran, fungsinya untuk kirim, titip, dan ambil barang (dok.windhu)



Waktu mulai merambat sore. Sudah memasuki pukul 17.00.  Saya memandang ke bawah dari balik kaca di lantai 11 Ciputra World, Lotte Avenue, Jl. Dr Satrio, Jakarta Selatan. Jalan terlihat dipadati mobil dan motor yang bergerak sangat lambat, termasuk di jalan layang. Cuaca pun berubah gelap  pertanda sebentar lagi hujan.   

“Dilihat dari atas, mobil-mobil banyak ini seperti mainan, ya?” kata Sasi, salah seorang pengusaha batik muda asal Semarang, Jawa Tengah, yang ikut berpameran di ajang pertemuan perempuan yang diselenggarakan selama dua hari, yang saya ikuti.

PopBox yang ada di pusat perbelanjaan Lotte Shopping Avenue (dok.windhu)

Saya tersenyum. Kelihatannya begitu kalau dilihat. Mobil jelas terlihat kecil dan menarik warna warni, tapi berbeda yang ada di hati. Muncul rasa agak galau, meski saya tahu itulah Jakarta. Kami baru saja ngobrol-ngobrol mengenai batik, sebelum beralih ke kemacetan Jakarta. Sama-sama menyimpulkan, bukan Jakarta kalau tidak macet.   

Duh, saya harus segera pulang. Namun, pundak saya terasa pegal. Bawaan barang saya kali ini agak berat. Sudah mau hujan, lagi. Saya naik kendaraan umum. Sudah pasti akan kacau nih.Barang bawaan pasti akan basah jika hujan tiba-tiba turun.  

PopBox Lotte Avenue ada di LG dan lokasinya dilalui banyak orang (dok.windhu)


Menggunakan kendaraan online pun, bagaimana kalau di tengah jalan belum sampai rumah sudah hujan?
Ini bawaan meski berbentuk tas, tapi nggak kalah gede sama besar kotak kecil. Lalu apa yang harus saya lakukan? 

Tiba-tiba saya teringat saat baru sampai di Lotte Avenue, saya melihat ada sebuah locker besar berwarna merah mencolok di sudut, menuju pintu keluar. Beberapa meter dengan dua ATM dan tidak jauh dari sebuah outlet roti.

Warna Smart Locker PopBox  beragam. Di Lotte, warnanya merah genjreng, tapi di tempat lain ada yang sudah ada iklannya (dok. windhu)


Saya melewatinya meski tak langsung di lantai LG, saat akan menuju lift yang akan membawa saya ke lantai 11 untuk ikut kegiatan sepanjang hari, sejak pagi. Itukah yang dinamakan PopBox, loker yang pernah diceritakan teman saya? Baiklah, untuk memastikannya, saya pun mendatangi sekumpulan kotak merah besar yang tingginya lebih daripada saya.

 Uh, lalu gimana cara kirim barangnya, ya? Aku kan belum pernah coba.  Bingung juga, nih. Untunglah, kuota internet ada. Bisa searching mengenai PopBox.. Nanti dulu, ada juga aplikasinya.


Ini dia smart loker PopBox yang akhirnya saya temui dan saya coba untuk kirim barang (dok.windhu)


Ini lebih mudah, selagi kapasitas memori smartphone masih ada, lebih mudah dengan cara mendownload aplikasinya saja. Nah in dia, lambangnya heksagonal dengan warna antara merah dan oranye

Setelah Download lalu apa?
Oke, lalu bagaimana caranya setelah download?  Jangan lupa harus sign up dulu. Isi data sesuai yang diminta. Setelah itu, akan ada tampilan 4 layanan PopBox, yakni Pop Send, 
PopSafe, OnDemand, dan Free Gift. 

Nama pemilik akun ada di sebelah kiri atas,  sedangkan saldo yang dimiliki ada di sebelah kanan atas.  Apa saja fungsinya, sesuai dengan fitur?  Baca-baca dulu sebentar :




Fitur-fitur dalam aplikasi PopBox (dok.windhu)


PopSend, yakni cara mengirim barang dengan mudah menggunakan aplikasi popbox. Barang yang akan dikirim ditaruh alias drop di loker terdekat. Kurir PopBo yang akan mengirim ke alamat loker tujuan. Tarif sesuai dengan kiriman biasa per kilogramnya.

PopSafe, yakni  fitur titip barang di locker. Harganya Rp 6.000 per 24 jam. Tinggal ikuti order popsafe dan pilih loker yang terdekat. Lumayan juga nih, kalau lagi bawa barang banyak atau ingin menitipkan barang tinggal pakai fitur ini.

Tampilan PopBox (dok.windhu)

CollectionPoin
, yakni fitur kemudahan bagi yang senangnya belanja online tapi jarang di rumah atau tinggal di kos, dan lainnya. Tinggal pilih opsi pengirimanke loker popbox terdekat  di website olshop.  Saat barang sudah sampai di loker akan dapat PIN via SMS untuk ambil barang.

ReturnService, yakni fitur mengembalikan barang belanjaan dari ecommerce, seperti lazada, zalora, blibli, dan mataharimall, yang tidak sesuai ke loker terdekat.   
Selain itu, masih ada lagi yang bisa dilakukan dengan PopBox,seperti beli pulsa & transaksi, pembayaran via emoney, tcash, QR.

Tas Segede Box pun Dikirim Lewat Popsend

Sambil menuju lemari loker PopBox, saya pun membuka aplikasinya untuk order. Tujuan saya adalah untuk mengirim barang. Jadi, nggak ragu saya pilih fitur PopSend. 
Pertama saya cari lokasi, yang tampil dengan peta, pencarian loker terdekat, ataupun sesuai dengan kota yang dipilih. Kalau butuh gambar peta lokasi lebih besar, tinggal  di-zoom out dan di-zoom in saja.

Pilihan ukuran loker (dok.windhu)

Saya pilih set pick up location, yang berarti dari tempat saya mengirim barang, yakni Lotte Shopping Avenue ke Set Destination, yakni pilihan saya jatuhkan di SPBU S Parman, yang dekat dengan lokasi rumah.

Ada lebih dari satu loker yang ada di sepanjang jalan S. Parman, tapi saya pilih SPBU karena itu lokasi umum. Lebih enak untuk mengambil barang.  Sebab, yang lain ada di apartemen dan perkantoran, kecuali kalau saya memang tinggal di apartemen atau berkantor di tempat itu.


Setelah mengisi order detail dari pengirim ke penerima, yang masing-masing dilengkapi dengan nomor smartphone. Pilih deskripsi parsel yang akan dikirim.  Saat itu, saya pilih makanan dan minuman.  Jika sudah, akan muncul uraiannya dan mendapatkan SMS kode PIN untuk membuka loker untuk menaruh barang.

Jangan lupa untuk difoto dulu barangnya. Kasih nama dan alamat loker, biar memudahkan pengirimnya. Setelah itu, tinggal konfirmasi. Nah, di depan layar lemari loker PopBox, sempat bingung juga saat memasukkan kode yang jumlah digit angkanya cukup banyak itu.

Dua kali gagal, saya baru tersadar. Saya memasukkan pin tanpa memperhatikan kalau saya harus memilih fitur PopSafe. Di layar lemari loker, ada beberapa ukuran box yang bisa dipilih, yakni SS (T5xP8xL48 cm),  Small (T10cmxP48cmxL48cm) contoh untuk ukuran dokumen.

Kotak ukuran Medium (T18,5cmxP34,5cmxL48cm) ,contohnya seukuran kotak sepatu, dan ukuran Large (T31cmxP34,5cmxL48cm), dan XL (10124x48). Dikira-kira saja sesuai dengan kebutuhan. Karena ukuran tas saya besar, maka saya pilih ukuran Large.  

Akhirnya, loker bisa dibuka sesuai dengan luas  yang dipilih. Nah, barang yang akan dikirim diminta diletakkan di loker yang tersedia. Sistem akan mengulang dalam hitungan waktu jika belum selesai. Setelah memasukkan barang ke loker, tutup pintu loker dan selesai.

Memasukkan barang ke loker (dok.windhu)

Sayapun menerima email berisi invoice PopSend berisi detail pengiriman. Beres. Saya tinggal menunggu kiriman saya datang ke loker yang dituju. Karena loker itu dekat dengan rumah, saya tinggal ambil barang yang dikirimkan. Aman deh.

Namun untuk catatan, sebaiknya tidak mengirim barang berupa makanan atau minuman yang bisa cepat kadaluwarsa atau berbau. Makanan dan minuman kemasan bisa. Soalnya, setelah booking time dilakukan, pengiriman perlu waktu.


Untuk drop time expiry berlaku tiga hari sejak booking time. Jadi, kemungkinan pengiriman barang baru sampai bisa tiga hari setelah PopSend dilakukan. Pada hari kedua baru dilakukan pick up oleh kurir. Kebayang kan, kalau yang dikirim makanan matang atau minuman segar?

Aman, Benarkah  PopBox Aman?

Selain itu, ada pertanyaan yang sempat terpikir di benak saat saya melakukan pengiriman barang. Pengiriman ini merupakan pengalaman pertama menggunakan PopBox, yang mengklaim sebagai  layanan smart locker pertama di Indonesia.


Meski demikian, PopBox Asia sudah didirikan sejak tahun 2015 sebagai perusahaan start up logistik. Pendirinya adalah Adrian Lim & Greta Bunawan. Soal keamanan terletak pada PIN yang hanya diketahui oleh pengirim dan penerima.


PIN itu dikirim melalui SMS dan email yang sudah didaftarkan. Tidak ada PIN, maka loker tidak akan terbuka sama sekali.  Loker pun dilengkapi dengan CCTV  untuk menghindari sesuatu. Operasional selama 24 jam. Data pengiriman pun bisa ditracking sudah sampai pada tahap sampai mana.


Saat ini, PopBox Asia ada di dua negara, yakni Indonesia dan Malaysia. Jumlahnya di Indonesia sudah mencapai 300 loker, yang tersebar di sejumlah kota besar yakni Jabodetabek,  Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Bandung, Palembang, dan Medan.

Buat saya, adanya PopBox  Smart Locker ini bisa membantu pengiriman buat mereka yang super sibuk, tinggal di apartemen, di kos-kosan yang alamatnya sulit dijangkau dan banyak orang.



Lokasi PopBox yang ada di tempat umum, seperti apartemen, pusat perbelanjaan, SPBU dan perkantoran. Pakai PopBox nggak akan merepotkan tetangga kiri dan tetangga kanan untuk terima barang yang akan diterima.

Selain itu, menerima barang secara pribadi terjaga kerahasiannya. Itu sih pengalaman saya. PopBox bisa buat  kirim barang ke keluarga, kerabat, teman, ataupun diri sendiri. Coba aja, supaya punya pengalaman juga pakai smart locker seperti saya, bisa coba kok dengan memasukan kode saya : RIAPMXA.

Komentar

  1. Jadi pop box aman ya kak, bisa dicoba saat ke mall terus mau kirim barang dan ada pop boxnya ya :)

    BalasHapus
  2. Aku pernah lihat kotaknya tapi enggak ngeh kalau itu Popbox Mbak..
    Kalau ada solusi begini bakal tenang hati, pengiriman barang dijamin sampai ke pemiliknya. Atau bisa menitipkan sementara barang di sini dengan aman
    Salut untuk terobosan Popbox

    BalasHapus
  3. Waah jadi ada lagi jasa kirim barang dengan pop box ya. Jd pengen nyobain deh drpd berat bawain kemana mana ya hehe

    BalasHapus
  4. Oalah aku sering liat popbox begini tapi gak tau apa fungsinya, kirain seperti buat beli makanan minuman gitu hehe. Thanks infonya ya mbak, nanti kapan-kapan nyobain

    BalasHapus
  5. Praktis ya..lewat apps dan smart locker paket kita lebih aman dan ga khawatir nyasar. Yg lbh senengnya lg. Privacy bgt krna sistem tutup bukanya pake pin

    BalasHapus
  6. Wah ada alternatif paket pengiriman lg ya, kmren wktu ke Carrefour sempet liat sih, lumayan membantu banget nih biar kita ga repot nenteng2 bawaan ya

    BalasHapus
  7. Saya masih bingung dengan teknik popsend. Kan pin cuma si pengirim dan penerima yg tau ya. Trus bagaimana si kurir mengambil barang dari loker kita? Berarti kurirnya juga tau pin loker kita? Kalau terjadi kecurangan berapa lama prosesnya ya? Kecurangan dalam arti si kurir mengambil barang di loker org lain, bukan loker tugasnya.

    Asli, baca artikel ini mau coba juga sih. Secara kalau ke rmh papa itu bawa gembolan berat repot banget. Dan ada popbox di stasiun deket rmh papa dan stasiun deket rmh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya 1 lagi. Utk popsend. Ngukur beratnya gimana ya? Kita yg input atau ada sistem di loker yg menimbang berat barang saat masuk loker?

      Hapus
  8. Aku pernah ngambil paketan berupa powerbank yang dikirim lewat PopBox. Sering lihat mesinnya di stasiun Depok Baru, tapi belum paham gunanya apa. Setelah nyoba ambil powerbank itu, ternyata gampang banget kirim dan terima barang.

    BalasHapus
  9. Emang sekece itu yaa #KerenPakaiPopBox aku juga udh cobain kaka

    BalasHapus
  10. Wahh keren sekalii.. Jadi kayak di LN gt ya mba.. ngirim paket jd lebih simple & hemat pula.. penasaran jd ingin coba

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar positif demi kemajuan dan kenyamanan pembaca.

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mbak Yani dan Kanker Leher Rahim Stadium 3 B-nya...

HARI  masih pagi. Masih belum pukul 6.00 tapi perempuan itu sudah bersiap-siap. Beranjak untuk segera membersihkan tubuh. Bersiap untuk mandi. Berpakaian yang baik dan sedikit berpupur bedak tipis. Menyantap sedikit makanan yang disediakan agar perut tidak kosong meskipun harus diiringi rasa mual.
“Sudah siap-siap, mbak?” sapa saya.
Perempuan  bertubuh kurus itu tersenyum  manis. Dia hanya tinggal menunggu adik perempuannya yang akan menemaninya.
Kamis 4 Februari 2016 ini, pada pekan ini,  adalah jadwalnya untuk kembali  menjalani transfusi darah di RS Kanker Dharmais, Jl S Parman, Slipi. Upaya penambahan darah itu sangat dibutuhkan perempuan ini untuk memperpanjang kelangsungan hidupnya. 
Pekan lalu, Mbak Yani menghabiskan suplai  tiga kantung darah. Harus ada yang terganti dari keluarnya pendarahan yang terus menerus dari bagian kewanitaan yang  ada di tubuhnya. Pendarahan yang selalu Pendarahan yang harus memaksanya selalu memakai pembalut.
Pendarahan yang secara p…

Menjaga Passion For Better Melalui Beasiswa Sharing The Dream

Melihat sosok Tasya Kamila, perempuan muda cantik yang bisa menggapai pendidikan tinggi hingga meraih gelar master Public Administration dari Columbia University melalui beasiswa, rasa kagum terselip.
Di usianya yang menjelang 26 tahun, Tasya yang dulunya penyanyi cilik ini, tetap bisa menjalani passionnya di bidang hiburan. Tetap senang bernyanyi dan tetap suka dengan kesempatan bermain sinetron, serta berakting di layar lebar.
Tak hanya itu, Tasyasaat ini juga sedang mengembangkan sebuah proyek energi di Sumba, NTT. Keinginannya untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa diwujudkan melalui proyek-proyek yayasan miliknya yang bergerak di sektor lingkungan hidup, Green Movement Indonesia.
Kehadiran Tasya Kamila dengan sederet prestasinya itu menjadi salah satu inspirasi yang mengemuka dalam kegiatan SCG Sharing The Dreams Blogger Gathering di The Hook, Jl. Cikatomas No. 35, Senopati Area, Jakarta Selatan, Kamis 26 Juli 2018.



Menjadi seseorang yang memiliki pendidikan tinggi, …