Langsung ke konten utama
Menuangkan warna membentuk benda ataupun bunga  tak perlu ragu (dok.windhu)

Sebuah karya dengan kuas, membuat indahnya warna warni bunga dan hijaunya daun. Setelah dicelupkan pada warna cat sesuai yang diinginkan, mulailah, kuas itu disapukan ke atas kertas putih polos yang telah tersedia.

Tidak perlu ada keraguan dalam menuangkan kuas. Lakukan dengan hati kata Nuzula Filldzah saat mengajarkan cara membuatnya di workshop Watercolor & photography di connect Space Jakarta, Sabtu 16 Desember 2017.

Dan, inilah karyaku....  saat belajar watercolor & calligraphy Loose Floral and Brush Pen, yang kini tengah naik daun.Semakin banyak dilatih, hasil yang akan tertuang pun akan semakin indah.

Sebuah ilmu mengenai watercolor & calligraphy, yang sangat berguna terutama untuk pecinta Home Living.Hasil warna warni indah dalam bentuk bunga menghangatkan hati.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Mendekor bekerjasama Zula design dan Connext  co-working space untuk mengadakan workshop. Zula Design yang bergerak di bidang jasa desain dan art sejak 2010, telah melakukan beberapa kali worhop di bidang colloring & pen Brush .

Membentuk bunga dari warna-warni bisa menenangkan (dok.windhu)

Founder Mendekor Brian Karno menjelaskan, ingin memberikan suatu kegiatan yang bermanfaat dan juga ilmu baru tentang watercollor & photography , khususnya bagi pecinta Home Living. Selain juga dilakukan untuk memeriahkan akhir tahun yang identik dengan Natal dan Tahun Baru.

Komentar

  1. Duhhh cantik yaaa, belajar bikin watercolor di kertas lalu nanti di komputer juga mba, dijadiin background blog makin cantik deh hihihii.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar positif demi kemajuan dan kenyamanan pembaca.

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mbak Yani dan Kanker Leher Rahim Stadium 3 B-nya...

HARI  masih pagi. Masih belum pukul 6.00 tapi perempuan itu sudah bersiap-siap. Beranjak untuk segera membersihkan tubuh. Bersiap untuk mandi. Berpakaian yang baik dan sedikit berpupur bedak tipis. Menyantap sedikit makanan yang disediakan agar perut tidak kosong meskipun harus diiringi rasa mual.
“Sudah siap-siap, mbak?” sapa saya.
Perempuan  bertubuh kurus itu tersenyum  manis. Dia hanya tinggal menunggu adik perempuannya yang akan menemaninya.
Kamis 4 Februari 2016 ini, pada pekan ini,  adalah jadwalnya untuk kembali  menjalani transfusi darah di RS Kanker Dharmais, Jl S Parman, Slipi. Upaya penambahan darah itu sangat dibutuhkan perempuan ini untuk memperpanjang kelangsungan hidupnya. 
Pekan lalu, Mbak Yani menghabiskan suplai  tiga kantung darah. Harus ada yang terganti dari keluarnya pendarahan yang terus menerus dari bagian kewanitaan yang  ada di tubuhnya. Pendarahan yang selalu Pendarahan yang harus memaksanya selalu memakai pembalut.
Pendarahan yang secara p…

Menjaga Passion For Better Melalui Beasiswa Sharing The Dream

Melihat sosok Tasya Kamila, perempuan muda cantik yang bisa menggapai pendidikan tinggi hingga meraih gelar master Public Administration dari Columbia University melalui beasiswa, rasa kagum terselip.
Di usianya yang menjelang 26 tahun, Tasya yang dulunya penyanyi cilik ini, tetap bisa menjalani passionnya di bidang hiburan. Tetap senang bernyanyi dan tetap suka dengan kesempatan bermain sinetron, serta berakting di layar lebar.
Tak hanya itu, Tasyasaat ini juga sedang mengembangkan sebuah proyek energi di Sumba, NTT. Keinginannya untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa diwujudkan melalui proyek-proyek yayasan miliknya yang bergerak di sektor lingkungan hidup, Green Movement Indonesia.
Kehadiran Tasya Kamila dengan sederet prestasinya itu menjadi salah satu inspirasi yang mengemuka dalam kegiatan SCG Sharing The Dreams Blogger Gathering di The Hook, Jl. Cikatomas No. 35, Senopati Area, Jakarta Selatan, Kamis 26 Juli 2018.



Menjadi seseorang yang memiliki pendidikan tinggi, …