Langsung ke konten utama

Ketangguhan Kingkong, keapikan foto Pureshot Plus II, dan Kemeriahan Hisense di ICS

 Hisense meluncurkan 4 ponsel cerdas 4 G di Indonesia Cellular Show 2016, JCC Jumat (3/6) (foto:riapwindhu)

SELAIN memiliki fitur-fitur canggih yang sangat dibutuhkan pada era modern saat ini dan harga yang kompetitif, sebuah smartphone dituntut untuk mempunyai keistimewaan lebih, dibandingkan dengan yang sudah banyak beredar di pasaran.

Nah menjawab hal itu, Hisense membuat gebrakan dalam gelaran Indonesia Cellular Show (ICS) pada  2-5 Juni 2016, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.Hisense memperkenalkan empat smartphone 4 G terbarunya, yakni Hisense Kingkong II, Hisense Pureshot Plus 2, Hisense Pureshot Lite, dan Hisense F20.


Para model memperkenalkan ponsel cerdas Hisense kepada pengunjung (foto:riapwindhu)

Sebagai top 5 perusahaan elektronik dunia asal Tiongkok, Hisense mengukuhkan eksistensinya, membuktikan tidak main-main ataupun sekedar ikut-ikutan. Salah satu buktinya adalah dengan mengikuti ajang pameran ponsel bergengsi ini.


Menyaksikan, memgang, dan mengabadikan produk Hisense (foto:riapwindhu)

Sales Director PT Hisense International Indonesia Stanly Widjaja dan dua pengguna Hisense yang memberikan pengalaman menggunakan produk, menyampaikan ketangguhan dan kemampuan produk Hisense di depan puluhan blogger dan wartawan saat press conference yang digelar di JCC.  Team Hisense dari kantor pusat di QingDao, Tiongkok pun turut hadir dalam perhelatan itu.

Di Indonesia, Hisense bukanlah barang baru. Hisense sudah memasuki masuk sejak tahun 2009, dan memulai kesuksesan besama operator CDMA. Hisense menjadi supplier utama produk Andromax – Smartfren.

Stanly menjelaskan sekilas mengenai perusahaan dan spesifikasi produk demi produk. Termasuk awal mula Hisense sebagai perusahaan, sebelum memproduksi ponsel. Agar tidak penasaran dengan kebenaran yang diucapkannya dalam press conference  dengan ketangguhan 4 produk terbaru Hisense, semua diajak menuju booth Hisense ICS. Ternyata benar, kemeriahan ada disini.

Pengunjung booth Hisense penuh.Para pengunjung bahkan bisa bersuka cita karena yang beruntung dapat memperoleh souvenir ataupun cashback. Bahkan dapat berfoto dengan latar belakang olahraga sepakbola bergengsi karena pada tahun 2016 ini Hisense tampil menjadi sponsor olahra Euro 2016.


Hisense menjadi sponsor olahraga bergengsi Euro 2016 (foto:dokpri)
 Direktur SatNusa Abidin, Direktur Qualcomm Indonesia Shannedy Ong, turut datang dalam peluncuran. Pierre Beckers, Head of Retail lazada pun menyampaikan langsung adanya jalinan kerjasama Hisense dengan Lazada, sehingga tercipta cashback Rp.300.000 untuk pembelian produk Hisense.

Kemeriahan juga dihadirkan melalui para model yang membawa empat produk ponsel cerdas yang dliuncurkan. Selain itu, pihak Qualcomm, SatNusa, Parastar, KemenPerin, KemenKomInfo, Lazada secara bersama-sama turut mencoba kekuatan daya tahan Hisense Kingkong terhadap air di kolam. 
Konferensi pers peluncuran 4 produk Hisense (dokpri)

Bicara mengenai keunggulan, masing-masing smartphone ini juga punya, namun Hisense Kingkong II yang paling menjadi pusat perhatian bagi pecinta teknologi ataupun pencari ponsel canggih keluaran terbaru.

Nah untuk kehebatan masing-masing ponsel kita bedah satu per satu, sebagai berikut :

Hisense Kingkong II


Hisense Kingkong II dengan spesifikasinya (foto:dokpri)
Entahlah apa karena Kingkong yang memang dikenal sebagai hewan yang kuat, label itu disematkan pada smartphone canggih ini. Kenyataannya, Hisense Kingkong II menjadi andalan karena memiliki 3 daya tahan, yakni tahan terhadap air (waterproof), terhadap debu (anti-dust), dan tahan jatuh dari ketinggian (anti-drop) ! Tiga hal inilah yang biasanya menjadi masalah umum yang meresahkan bagi pengguna ponsel dimanapun, termasuk di Indonesia. Tentunya juga buat saya.

Pembuktian kekuatan itu  menyedot perhatian karena semua mata awak media dan blogger yang hadir termasuk saya, dalam press conference, Jumat 3 Juni lalu, terpaku pada apa yang tiba-tiba dilakukan Stanly Wijaya, Sales Director PT Hisense International Indonesia. Smartphone Hisense Kingkong II yang digenggamnya sengaja dijatuhkan hingga meluncur bebas lepas ke lantai.

Saat diambil kembali untuk diperlihatkan kepada semua orang, ponsel itu tidak cedera sedikitpun. Tidak lecet, tidak tergores, dan tidak retak. Ponsel tetap menyala dan dapat beroperasi normal. Lapisan kaca kuat di depan dan belakang ponsel, serta casing metal melindunginya.

Itu bukti ketangguhan jatuh (anti-drop) dari ketinggian yang dimiliki Hisense Kingkong II.  Meski demikian tetap perlu ingat, jika tahan jatuh hingga ketinggian satu meter, bukan berarti artinya sengaja dibanting, lho! Maksudnya daya tahan terhadap jatuh adalah  jatuh yang biasa terjadi di kalangan pengguna ponsel. Misalnya saja, jatuh dari meja, dari tas, terlepas dari genggaman, dari tempat tidur, dan lainnya.

Pembuktian daya tahan terhadap air Hisense Kingkong II (foto:dokpri)
Untuk masalah ponsel jatuh, setiap pengguna pasti pernah mengalaminya. Apalagi kalau yang di sekitarnya ada anak yang masih kecil. Ponsel jatuh itu biasa, tapi yang punya daya tahan terhadap jatuh tidak semuanya. Hisense Kingkong II membuktikan kekuatannya dalam daya tahan jatuh.


 Hmm, itu pembuktian pertama anti-drop. Bagaimana dengan dua daya tahan lainnya, yakni waterproof dan anti-dust ?

Semua itu terjawab saat datang ke booth Hisense. Semua orang yang datang ke booth ini terkesima dan takjub. Dari semua booth yang ikut serta di ajang Indonesia Cellular Show (ICS) 2016, hanya disinilah pengunjung pameran dapat menyaksikan yang tidak ada di 
booth lainnya.

Tiga smartphone Hisense Kingkong II sengaja diletakkan di sebuah tempat berbentuk cawan, yang dialiri air secara terus menerus. Bisa dibilang ponsel-ponsel ini bukan sekedar berendam tapi juga sudah berenang !


Walau demikian, lagi-lagi inilah kehebatannya. Ponsel pintar Kingkong II tidak mati. Tetap mampu menyala dan dapat digunakan seperti saat tidak direndam dalam air. Guyuran air tiada henti, tidak ada yang bisa merembes masuk dan merusak ke dalam ponsel yang sudah basah kuyup itu.
Wah, saya masih bisa membuka ponsel Kingkong berukuran 5 inchi itu untuk mengetahui menu-menu apa yang ada. Kagum, saya lihat tampak depan, tampak belakang, dan tampak samping kiri dan kanan ponsel yang tetap digunakan.

Menurut Stanly Widjaya, Sales Director PT Hisense Internasional Indonesia, Kingkong mampu berada di air dengan kedalaman satu meter. Hebatnya, bahkan dalam waktu lama, yakni mencapai 30 menit.

Berbeda dengan ponsel pintar yang saat ini saya gunakan. Terpercik atau tersiram air sudah bingung. Terkena hujan apalagi. Sebelumnya, saya pun pernah punya pengalaman ponsel mati karena terendam tak sengaja di tas yang saya bawa, saat botol minuman tidak diketahui lepas sendiri. Kalau ponsel Kingkong II pastinya tidak demikian.

Itu pembuktian kedua smartphone Hisense Kingkong II yang memiliki daya tahan terhadap air (waterproof) . Bagaimana dengan pembuktian daya tahan anti debunya (anti-dust)?   
Pembuktian ketiga ini pun bisa dilakukan Hisense dengan menempatkan tiga ponsel Kingkong II pada pasir halus. Setiap pengunjung booth bukan cuma dapat menyaksikan pramuniaga Hisense yang menaburkan pasir halus ke ponsel-ponsel tersebut.


Ditaburi pasir seberapa pun banyaknya, Hisense Kingkong tetap menyala (foto:dokpri)

Semua dapat mencobanya sendiri dengan ikut menaburkan dan mencoba menu yang ada di layar sentuh ponsel yang tetap menyala. Ingin tahu, saya pun ikut menaburkan pasir-pasir halus itu ke tiga ponsel Kingkong.

Meski ditaburi dan diserokkan ke dalam pasir halus, Hisense Kingkong II tetap bertahan. Kenapa? Tidak ada satu pun debu yang dapat masuk karena begitu rapatnya sisi-sisi tubuh ponsel pintar ini.

Tiga daya tahan yang dimiliki Kingkong, yakni daya tahan terhadap jatuh (anti-drop), daya tahan terhadap air (waterproof), dan daya tahan terhadap debu dan partikel halus (anti-dust) terjawab sudah. Benar-benar bukan omong kosong belaka, yang banyak digunakan untuk memperbesar nilai penjualan.   
menaburkan pasir (dokpri)
Kerennya lagi, Hisense Kingkong II masih dilengkapi dengan teknologi chipset terbaru dari Qualcomm Snapdragon 415 Octacore Processor, 2 GB RAM, 16 GB ROM, dan sistem operasi Android 5.1 Lollipop.

Bagaimana dengan kamera? Untuk yang satu ini sangat penting karena hari gini tidak selfie adalah tidak gaul. Mengabadikan momen apapun, kapanpun, dan dimanapun sudah seperti keharusan yang tidak bisa ditinggalkan.


Tampak belakang Hisense Kingkong (dokpri)
Terlebih, bagi yang senang dengan aktivitas luar ruang dan melakukan travelling. Hisense Kingkong II memiliki kamera belakang 13 MP, dengan dual flash dan 5 MP kamera depan. Sudah pasti gambar yang dihasilkan pastinya bagus. Hisense Kingkong pun memiliki kekuatan daya baterai 3.100 mAh dengan kualitas suara Dolby.  

Untuk harga, dengan sejumlah keunggulan dan daya tahan yang dimilikinya, Hisense Kingkong II dikenakan Rp.2.699.000. 

- Hisense Pureshot Plus 2
Hisense pureshotplus (foto:dokpri)
Ponsel Hisense Pureshot Plus 2 juga tidak kalah memikat selain kingkong II. Ponsel ini sangat mumpuni dengan kualitas kamera yang sangat luar biasa. Kamera ini dibekali dengan kamera 16 MP yang dilengkapi dengan sensor sony. Dengan adanya sensor ini, pengguna akan mampu memotret dalam cahaya minim.

Pada bagian kamera depan yang dibekali 8 MP, Hisense Pureshot Plus 2 juga dilengkapi dengan flash. Hasil foto kamera depan tentunya lebih maksimal meskipun dalam kondisi cahaya yang terbatas. Jadi, tidak akan ada hasil foto yang gelap seperti halnya sebuah gambar yang diambil dengan kamera ponsel biasa.
Mencoba memotret dalam keadaan minim cahaya dengan PureshotPlus II (foto:dokpri)

Bahkan, Ferrij L, yang dihadirkan sebagai salah seorang pengguna Hisense Pureshot memberikan testimoni jika hasil yang diambil menggunakan kamera ponsel Pureshot kualitasnya sangat apik dan jernih. Dengan yakin, Ferrij yang juga fotografer ini menegaskan jika kamera Pureshot Plus 2 tidak kalah bagusnya dengan kamera DSLR dari segi kualitas dan hasil.

Ferrij bahkan memperlihatkan foto-foto yang diambilnya dengan menggunakan Pureshot II kepada seluruh yang hadir di press conference. Semua gambar itu tampak apik, menarik, dan bagu sesuai dengan warna aslinya.   

Untuk lebih meyakinkan pengunjung pameran IC 2016, Hisense menempatkan sebuah box bertuliskan Pureshot Plus 2 di booth. Lagi-lagi, saya pun tak mau ketinggalan untuk tidak mencoba sendiri untuk mengetahui kebenaran kemampuan memotret dalam cahaya minim, gelap, ataupun malam hari.
Pureshootplus 2, salah satu dari 3 ponsel andalan yang dilundurkan Hisense (dokpri)

Setiap pengunjung dapat mencoba langsung pengambilan gambar dengan minim cahaya, dalam kotak box yang bertuliskan Try Me itu, sehingga pengunjung mendapatkan Best Dark Experience dari Pureshot 16 MP kamera sensor Sony dengan mengaktifkan proffesional mode dan manual slow shutter.

Kelebihan lainnya dari Pureshot Plus II adalah baterai berdaya 3.000 mAH dengan pengisian cepat. Belum lagi kapasitas memori internalnya (RAM) 3 Gb dengan ROM 32 GB. Sisi desain Pureshot plus II pun memikat karena elegan dan stylish. Sisi sudutnya melengkung 2,5 D dilapisi Gorilla Glass. Terdapat juga sound effect pada speaker samping ponsel.

Hisense PureShot Plus 2 dilengkapi dengan chipset teknologi terbaru dari Qualcomm, sehingga bisa maksimal dalam upload maupun download.
Hisense Pureshot Plus 2 adalah ponsel termahal dari tiga ponsel yang diluncurkan bersamaan. Harganya berada pada kisaran Rp.4.299.000. Namun, pantaslah untuk ponsel cerdas dengan kapasitas seperti itu.

- Hisense Pureshot Lite (Coming Soon)
Memiliki tampilan layar 5 inchi, Hisense pureshot lite yang produknya baru akan muncul dalam waktu dekat, akan hadir dengan tampilan elegan warna emas. Prosessornya menggunakan Quad Core. Sudah dilengkapi dengan memori internal 2 GB dengan 16 GB ROM.

Daya tahan baterai ponsel cerdas ini adalah 2500 mAh. Kamera yang dibenamkan pun tidak kalah mumpuni untuk menghasilkan gambar apik karena dilengkapi kamera belakang 8 MP dengan flash dan kamera depan 5 MP.
Untuk harga baru akan disampaikan setelah adanya produk.

- Hisense F 20
Hisense F 20, yang cukup murah denan fasilitas menarik (foto:dokpri)
Berbeda dengan tiga produk Hisense yang diluncurkan bersamaan, Hisense F 20 bisa dikatakan paling murah harganya karena hanya Rp. 13.999.000. Meski demikian, bukanlah ponsel cerdas ini berarti murahan kualitasnya.

Layar yang dimiliki cukup lega 5,5 inch dengan HD resolution IPS. Prossesornya adalah Qualcomm Quadcore MSM 8909 dengan kapasitas 1 GB RAM dengan 8 GB ROM. Ponsel ini juga sudah dapat digunakan untuk berselfie dengan hasil bagus karena memiliki kamera belakang 8 MP denan flash dan kamera depan 2 MP.

Saat berada di booth Hisense, saya pun sempat menimang-nimang ponsel  yang juga turut dipamerkan kepada pengunjung. Hisense F20, ponsel cerdas dengan harga terjangkau.
Keempatnya fleksibel dual 4 G, yang cocok untuk simcard dari semua operator yang ada di Indonesia. 
Hisense F 20 (foto:dokpri)

Bisa memakai jaringan apa saja, baik berbasis GSM atau CDMA karena dilengkapi dengan 
slot simcard ganda. Tentu saja, dengan hal ini maka pengguna dapat bebas memilih dan mengganti slot yang digunakan. Tidak perlu copot dan pasang simcard dari tempatnya. 

Cukup mainkan pengaturan menu untuk jaringan 4G LTE-nya.
Bila membuka websitenya, Hisense ternyata memberikan layanan yang apik setelah pembelian dilakukan alias purna jual. 

Untuk yang satu ini, semua konsumen ataupun pengguna pasti akan mempetimbangkannya sebelum membeli. Semua  konsumen intinya tidak mau direpotkan dengan susah-susah mencari service center dan tidak ada garansi.
Hisense telah menyediakan semua itu.  

Pantas saja, dalam pameran ICS 2016, Hisense Pureshot memperoleh sebuah penghargaan karena kualitasnya. 

Menarik bukan ?

Untuk info lebih lanjut mengenai Hisense dan produk krennya, silakan berteman di
Facebook  : Hisense Indonesia
Twitter       : @HisenseID
Instagram  :@HisenseID
Youtube     : Hisense Indonesia
Forum        : Forum.hisense.id
Website     : www.hisense.id



Komentar

  1. Bahasannya lengkap, makin paham dan ngerti cara2 kerja di pabrik mobil. Mobil bermerek ini ternyata dikerjakan oleh anak bangsa.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Menyantap Martabak yang Bikin Bahagia di Martabak Factory

Potongan martabak itu langsung lumat di dalam mulut. Manisnya langsung menguasai dan larut. Seulas senyum kemudian muncul di wajah Melinda, perempuan manis berkerudung itu. Masih ada sisa martabak di piring yang sedang dipegang. Seakan tak ingin berhenti untuk segera menghabiskannya.
“Martabaknya Enak. Green tea-nya terasa,” ujarnya.
Saya pun mengangguk-angguk. Sepotong green tea martabak dari piring yang sama, juga baru saja masuk ke dalam mulut saya. Kami pun tertawa. Sesimpel itu tawa terlepas di Martabak Factory.


Saya jadi ingat tulisan besar berlatar warna ungu yang ada di dinding lantai dasar kafe. Money can’t buy happines, but it can buy Martabak which is pretty much the same thing.
Betul juga, pikir saya. Bahagia itu sederhana. Uang pun tidak bisa membelinya.  Namun lewat martabak yang dibeli pakai uang, bahagia bisa datang. Setidaknya lewat rasa manis yang menyatu  dalam mulut.  
Apalagi bila disantap bersama teman-teman. Martabak, kuliner yang sangat populer di Indonesia ini mem…