Langsung ke konten utama

Colour To Life, Serunya Mewarnai Gambar yang Berpadu dengan Teknologi Augmented Reality

Karakter kstaria penunggang kuda  dalam Augmented Reality (dpk.windhu)


“Aku... aku mau... aku mau lagi,” pekik girang Arya, saat mencoba untuk melakukan scan gambar yang sudah diwarnai sendiri olehnya. Setelah mencoba beberapa kali, baru bisa muncul gambar 3 dimensi yang tampak nyata.

Wajah bocah kelas 1 Sekolah Dasar itu semakin berseri-seri. Apalagi begitu keluar gambar kuda dengan penunggangnya. Lengkap dengan bunyi ringkikan dan derap kaki kuda yang terdengar.

“Kuda aku  bisa jalan ke sebelah sini. Bisa jalan kesitu sebelah atas juga,” katanya tak putus berceloteh.  Arya menggeser jemari tangannya. Mengubah posisi kuda, yang langsung mengikuti arah jemarinya. 




Gambar kudanya bisa berpindah tempat sesuai dengan arah tunjuk jari (dok.windhu)


Puspa, kakaknya pun tak kalah senang. Jari telunjuknya menyentuh tombol take selfies dan tak beberapa lama, muncullah gambar  kuda dan penunggangnya dalam Giddy Up, yang bisa dibesarkan dan dikecilkan. Lalu, dengan mengepaskan posisi, foto selfie pun dilakukan. Yeay, bisa berfoto bersama kuda yang ada dalam gambar !  “Aku bisa foto sama kuda di gambar,” kata Puspa.

Sepanjang sore hingga malam itu, kegiatan mewarnai dan bermain dengan aplikasi yang bisa membuat gambar yang telah diwarnai menjadi tampak nyata, begitu mengasyikkan. Melihat dan  merasakan kedua bocah kakak beradik ini senang, rasa ikut bahagia juga mengalir.



Inilah Colour To Life yang terdiri atras 1 buku bersi 15 halaman Augmented Reality dan 20 connector pens (dok.windhu)


Semua itu dimungkinkan dengan adanya Colour To Life. Pantas saja anak-anak ini senang, saya tantenya, yang bukan bocah saja  langsung menyukainya!  Sejak awal, produk Colour To Life keluaran PT Faber-Castell International Indonesia ini, memang sudah bikin penasaran.

Apalagi saat  melihat bagian depan bingkisan produk yang bertuliskan Colour To Life itu tertulis adanya 15 halaman Augmented Reality Colouring Books, yang disertai 20 Connector Pens. Buku mewarnai yang beda dengan yang lain !



Nggak sabar membuka Colour To Life (dok.windhu)


Ada 15 gambar yang siap diwarnai dengan menggunakan Connector Pen. Terbayang, kan kalau kegiatan mewarnai saja sudah sangat menyenangkan. Apalagi, kalau karakter dalam gambar 'seakan hidup'. Makanya, sejak awal dua kakak beradik ini sudah sangat tidak sabaran untuk segera membuka kotak dan mewarnainya dengan menggunakan connector pens.

Karena sama-sama sudah penasaran, maka tiga gambar awal pun dilepas supaya juga bisa mewarnai secara bersamaan!  Gambar pertama adalah Giddy Up. Gambar seorang ksatria berbaju besi menunggang kuda di sebuah tempat hijau dengan latar belakang gambar kastil.




Gambar Siap Diwarnai dengan menggunakan Connector  Pen (dok.windhu)


Kami bertiga, yakni saya dan dua bocah yang masih duduk di sekolah dasar itu mulai sibuk untuk mewarnai masing-masing. Tidak sabar jika harus menunggu untuk mewarnai secara bergantian.

Kebetulan, dari 15 halaman Augmented Reality Colouring Book, ada lima karakter, yakni, Giddy Up, Pogo Boy,  Dress Up Challenge, Balance Your Brain dan Safe Flight. Masing-masing karakter terdiri atas 3 gambar yang sama, tapi sedikit berbeda latar dan posisi.



Mewarnai gambar Giddy Up (dok.windhu)


Melatih  Konsentrasi

Pablo Picasso, pelukis top dunia yang karyanya masih terkenal hingga saat ini pernah bilang, jika Semua anak adalah seniman. Masalahnya adalah bagaimana tetap menjadi seorang seniman setelah ia besar nanti.

Ya, saat melihat para bocah asyik mewarnai, antusias yang tinggi mereka perlihatkan begitu tinggi. Imajinasi mereka wujudkan dalam bentuk pemilihan warna warni connector pen untuk digoreskan ke dalam bentuk gambar yang telah ada, saya percaya itu.



Mewarnai gambar dengan connector pen (dok.windhu)


Dalam mewarnai, anak-anak ini dibebaskan untuk memilih warna sesuai dengan kesukaan mereka, selain mengikuti contoh warna gambar yang ada di buku Augmented Reality Colouring. Puspa, yang sudah lebih besar sudah lebih bisa menyelaraskan pilihan warna dengan baik. Sementara Arya, yang masih kelas 1 SD masih berusaha untuk mewarnai dengan baik, berusaha  berpikir tidak melewati garis bentuk gambar.

Saya yang juga mencoba relaksasi dengan menggambar, kemudian mencoba untuk mewarnai dengan menggunakan pola Patterning (mengikuti pola), Pointilism (titik-titik), Squiggling (lekukan-lekukan), Shadding(bayangan), dan Contouring (mengikuti kontur). Tak perlu khawatir, petunjuknya ada di lampiran yang ada di dalam kotak buku.




Mewarnai dengan Patterning shading, pointilism, dan Countouring (dok.windhu)


Scan, 3 D, Selfie, Play Game
Meluangkan waktu dengan Colour To Life dari Fabber Castell Indonesia sangat menyenangkan. Senangnya, karena baru kali ini saya menemukan paket mewarnai yang dilengkapi dengan 15 lembar augmented reality, 2 connector pens, bisa   
memunculkan  3 Dimensi, bisa untuk mengambil gambar selfie. 

Bahkan bisa untuk bermain games karena ada 5 karakter dan permainan yang berbeda, tinggal mendownload aplikasi Colour to Life yang tersedia di Google Play dan App Store. 



Tampilan aplikasi Colour To Life yang sudah didownload (dok. windhu)

Produk Colour To Life, 15 page-Augmented Reality Colouring Book, yang terdiri atas 20 connector pens dengan mudah bisa dibeli di   Tokopedia, Gramedia atau toko buku terdekat.

Jika sudah ada bukunya, nah inilah langkah bersenang-senang dengan Colour To Life, seperti saya dan para bocah lakukan :


Gambar yang ada diwarnai dengan bagus, kecuali bagian bingkai (dok.windhu)

1. Mewarnai
Seperti sudah disebutkan di awal, ada 15 halaman gambar, yang terdiri atas 5 karakter berbeda. Jadi setiap karakter terdiri atas 3 halaman yang masing-masing bisa diwarnai. Bisa secara bergantian, bisa juga dilepas per lembar, seperti yang saya lakukan dan para bocah. Dibuat senang saja, karena mewarnai bersama lebih menyenangkan.


Letakkan  aplikasi Colour To Life di atas gambar yang akan di-scan hingga keluar warna hijau (dok.windhu)

Akan keluar lingkaran hijau tanda keluarnya karakter dalam bentuk 3 Dimensi (dok.windhu)

2. Scan
Kalau sudah selesai mewarnai. Scan gambarnya. Namun, sebelum melakukan scan download dulu aplikasi Colour To Life yang tersedia di Google Play dan App Store. Kalau tidak mau repot, ada scan barcode juga mengenai cara mendownload aplikasi dan video cara menggunakan di depan kotak paket Faber Castell Colour To Life


Kalau  keluar tulisan ini, berarti scan tidak berhasil. Ulangi lagi scan gambar (dok.windhu)


3. Interaksi dalam 3 Dimensi
Nah ini paling menyenangkan. Setelah gambar selesai dibuat dan aplikasi Colour To Life sudah terinstal di smartphone, saatnya untuk beraksi memuncukan tampilan 3D (tiga dimensi). 

Caranya? Cukup dengan membuka aplikasi dan sentuh start (mulai), pilih permainan, dan meletakkannya persis di atas gambar yang telah diwarnai dengan  jarak minimal 30 cm. Jika pas, maka akan keluar lingkaran berwarna yang akan muncul gambar sesuai karakter yang dipilih. Kalau di Giddy Up, langsung muncul karakter satria dengan kuda yang ditungganginya, dilengkapi suara derap kaki dan ringkikan suara kuda.  Karakter di dalam gambar menjadi nyata!




Tampilan pada  gambar dan smartphone (dok.windhu)

Cuma satu hal yang perlu diingat, harus pas saat melakukan scan gambar. Bingkai gambar  harus masuk semua dan posisinya harus tegak lurus. Kalau tidak akan loose track (tidak berhasil keluar gambar 3 D). Jika loose track, arahkan pada lain tempat sejenak, kemudian mencoba lagi untuk melakukan scan gambar.  

Satu hal, bingkai jangan diwarnai supaya bisa di-scan. Arya, bocah kelas 1 SD itu keasyikan semuanya diwarnai hingga ke bingkai-bingkai. Hasilnya, karakter gambar 3 D yang di-scan susah untuk keluar.

Jika scan berhasil, akan keluar lingkaran gambar berwarna wani yang akan kemudian muncul karakter gambar yang diwanai. Nah disinilah senangnya, gambar kudanya bisa dikecilkan dan dibesarkan. Selain itu, bisa diarahkan sesuai dengan yang diinginkan. Disentuh ke sebelah kiri gambar, akan berpindah ke kiri. Begitu juga sebaliknya bila disentuh ke kanan, akan berpindah ke kanan.  


Selfie dengan satria berkuda (dok.windhu)

Ada kuda di pundakku (dok.windhu)


4.  Selfie (swa foto) dengan Gambar
Baru kali ini, bisa selfie langsung dengan karakter gambar yang sudah diwarnai sendiri. Untuk melakukannya juga sangat mudah. Cukup dengan menyentuh gambar photo mode yang ada di sebelah kanan. Sekejap kemudian,muncullah  karakter yang akan difoto. Tentunya lengkap dengan wajah orang yang akan selfie dengan karakter itu. Tinggal suka-suka deh, diatur besar karakter dan posisi gambar agar bagus. Pencahayaan juga disesuaikan, karena bisa mode foto depan dan foto belakang juga.




Permainan Giddy Up yang melatih motorik dan refleks (dok.windhu)

5. Melakukan Permainan
Nggak Cuma selfie, ternyata bisa juga menjalankan permainan (play game) dengan Colur To Life.  Ada lima game dalam buku, yang masing-masing memiliki karakter dan manfaat.
Permainan Giddy Up, Pogo Boy, dan Safe Flight dapat melatih konsentrasi dan motorik, memperkuat koordinasi tangan dan mata, meningkatkan perhatian dan konsnetrasi, dan melatih refleks.

Dua permainan lainnya, yakni Dress up Challenge dan Balance yor Brain bagus  untuk melatih keseimbangan otak kiri dan kanan, mempertajam ingatan, meningkatkan kecepatan otak, perhatian, dan konsentrasi.



Serunya Mewarnai, selfie, dan bermain dengan Colour To Life Fabber Castel (dok.windhu)

Meningkatkan Mood dan Kreativitas
Buat saya, Colour To Life merupakan kegiatan baru yang menyenangkan. Cocok tidak cuma buat anak-anak saja, tapi juga yang dewasa. Mood dan kreativitas langsung terbangun dengan baik melalui kegiatan mewarnai.

Kreativitas pun terasah dengan mencoba berbagai metode pewarnan. Belum lagi bersenang-senang dengan  selfie dan permainan yang memiliki banyak manfaat. Melalui Colour To Life, anak-anak bisa hadir langsung sebagai subyek dan terlibat di dalamnya. Bukan sekedar sebagai obyek sebuah karya digital, yang hanya diberikan gambar untuk diwarnai.


Mewarnai dengan patterning, pointilism, squiggling, shading, countouring (dok.windhu)

Berpadunya  antara kegiatan menggambar secara konvensional dengan kemajuan teknologi augmented reality (AR) yang menjadikan gambar tampak nyata, membuat kegiatan mewarnai ini semakin asyik dan menyenangkan lantaran terhubung langsung dengan dunia digital.

 Menyaksikan dua bocah Arya dan Puspa tampak bahagia, saya pun nggak kalah bahagia. Selain senang menggambar dan mewarnai, keduanya memang suka juga berfoto-foto, dan bermain game.  


Biasanya, jika mereka sudah bemain game, sebagai orang dewasa tentulah mengecek game apa yang mereka pilih. Dengan adanya Colour To Life, serangkaian kegiatan menyenangkan bisa dilakukan sekaligus. Mewarnai, Selfie, dan bermain game. Rasa bosan di suatu tempat bisa dihilangkan. Lagipula,nggak perlu khawatir dengan game yang ada karena aman dan bermanfaat untuk anak-anak.

Komentar

  1. Mengambar jadi menyenangkan dan bikin happynya lagi bisa gambar bareng tante windu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, benwr banget mpok Ratne, Menggambar, mewarnai, Dan menikmati dalam 3 dimensi sangat menyenangkan

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik banget mbak main games cerdas dengan colour to life nya faber castell.. Udah melatih kepekaan terhadap warna, sekaligus jadi kreatif.

      Daku mau coba ke keponakan ah, biar ikutan cerdas juga. 😂

      Hapus
    2. Yuk dicoba ke keponakannnya, mbak Feni . Menyenangkan karena setelah mewarnai dilanjutkan dengan scan gambar nyata yang membuat karakternya menjadi tampak hidup. Bisa selfie pula, hahaha...

      Hapus
  3. Seru banget. Anak besar kayak aku juga jadi mau nyobain mewarnai dan main game dari Faber Casstell ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru, cocok kok buat anak kecil dan anak besar :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. Bisa dong, tinggal tunjuk di bidang kertas. Kudanya jalan ke arah sesuai dengan yang ditunjuk.

      Hapus
  5. Menarik banget nih teknologinya
    Anak-anak pasti bakalan semangat mewarnai karena tau gambarnya bisa hidup dan nongol dihadapannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget mbak Arni. ANak-anak jadi tambah semangat mewarnai. Nggak mau berhenti. Mereka malah lebih jago mengeluarkan karakter tokoh dengan mnggunakan Augmented Reality menggunakan smartphone.

      Hapus
  6. Anak-anak jadi semakin semangat menggambar dengan aplikasi colour to life dari faber Castell ini yaa, Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, anak-anak tambah semangat untuk mewarnai gambar. Mereka dulu-duluan untuk bisa men-scan gambar hingga karakter tampak nyatanya keluar.

      Hapus
  7. AR memang menarik banget apalagi ini ada dengan Faber Castel, yang perlengkapan mewarnainya sudah oke banget. Jangankan anak2, saya pun kepengen :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, yang dewasa saja tertarik mewarnai dan memainkan gim-nya. ANak-anak pun begitu. Untungnya, disini anak-anak jadi subyek dalam permainan.

      Hapus
  8. Ini sih udah jadi mainan Favorit orang2 rumah. Pada rebutan. Terutama pas warnain. Jadinya abis deh yang kosong. Coba buku mewarnainya ada 100 halaman. Makin seruuuu. Hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, iya.. Coba kalau buku mewarnainya mencapai 100 lembar dengan cerita karakter berbeda. Pasti lebih seru lagi dan nggak akan rebutan untuk mewarnai dan bermain gim.

      Hapus
  9. Teknologi yang menghidupkan ya. Seru ini kegiatan mewarnai bisa mengalihkan anak dari gadget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teknologi AR membuat karakter dalam gambar seakan tampak nyata. Adanya kegiatan ini bisa mengalihkan anak dengan kegiatan lebih positif dalam bermain gim.

      Hapus
  10. Kombinasi abanta torehan tangan dan teknologi, hasilnya kecee abis.
    Aku aja pengen loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kombinasi mewarnai tangan yang berpadu dengan kecanggihan teknologi AR yang menyenangkan

      Hapus
  11. Kombinasi antara torehan tangan dan teknologi, hasilnya kecee abis.
    Aku aja kepengen loh mba

    BalasHapus
  12. Jadi makin seru kalau begini aktivitas mewarnainya. Anak-anak juga semakin berimajinasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aktivitas mewarnai jadi semakin menyenangkan. Imajinasi anak sudah pasti bertambah.

      Hapus
  13. senenng y mba ga cuman gambar tapi busa main games bisa swafoti juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Senang banget. Setelah mewarnai bersama-sama, bisa swafoto sendiri atau bareng. Setelah itu main gim.

      Hapus
  14. Haha, ga nyangka teknologi augmented reality jg melintas ke dunia warna mewarnai, jadi makin interaktif ya, seruu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makin interaktif. Dunia menggambar yang warna warni bisa makin keren dengan adanya teknologi AR.

      Hapus


  15. Hasil mewarnainya cakep. Dan makin cakep lagi karena karakternya bisa jadi 3d pake faber castell colour to life.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Makin cakep memang saat karakternya bisa jadi 3 D.

      Hapus
  16. Game pake model augmented reality ini memang lagi happening banget ya. Dan banyak anak pun suka. Apalagi kalau dipadukan kayak versinya Faber Castle ini. Jadi gambar yang muncul berdasarkan hasil pewarnaan anak terlebih dahulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Game dengan model Augmented Reality ternyata menyenangkan Bila digabungkan dengan gambar. Permainan pun Lebih hidup

      Hapus
  17. Anakku klo liat produk ini pasti mupeng banget. Dia hobby banget ngoleksi aneka jenis pensil warna Faber Castle. Apalagi sejak ambil kelas animasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi. Tinggal ditingkatkan lagi saja kreativitas melalui aneka jenis pensil warna yang sudah dimiliki. Apalagi sudah masuk juga ke kelas animasi.

      Hapus
  18. mewarnai kekinian ini namanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat. Setelah senang-senang mewarnai, tinggal menjadi subyek dengan menggunakan teknologi Augmented Reality di aplikasi yang telah diinstal.

      Hapus
  19. Inovasi ini keren bangey apalagi buat mengalihkan kecanduan anak main henpon. Solusi banget buat emak kayak aku. Daripada anak melototin henpon

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bisa main gim yang aman dan emaknya jadi lebih tenang.

      Hapus
  20. Serubyaaa bisa mainan karamter yang diwarnai sendiri.
    Ini anak2ku jg suka mak, udah abis buku gambarnya dicoret2in eh diwarnain haha.
    Bisa beli bukunya lg dmn ya? 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh maaf typonya banyak soalnya bw pakai hape✌️🙈

      Hapus
    2. hahaha, gapapa. Saking senangnya itu pasti. Beli buku Colour to Life sekarang bisa dimana-mana. Secara online di toped sampai Gramedia. AYo... mewarnai lagi...

      Hapus
    3. Hahaha soalnya pas komen lagi di KRL desek2an, wah makasih infonya ya mbaakk, ntr beliin anak2 lagi aaah

      Hapus
  21. Aku udah nyoba permainan ini sendirian dan ama anak. Sama2 menyenangkan ya mba. Apalagi pas permainan naik kuda. Ih bagus banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Alida, aku suka dengan ksatria berkuda ini karena selain gambarnya bisa dikecilkan dan dibesarkan, ada suara derap kaki kuda dan suara ringkikan kuda. Seakan-akan nyata.

      Hapus
  22. Keren banget ternyata colour to life dari faber castell mengedukasi anak lebih kreatif lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak Tika. Kegiatan dan permainannya bisa mengedukasi anak lebih kreatif.

      Hapus
  23. Selain happy mewarnainya, anak-anak pasti lebih happy lagi melihat hasil gambarnya bisa timbul dilayar hp ya. Keren banget .....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mewarnai saja sudah senang, apalagi pas gambarnya muncul di layar smartphone, tambah senang jadinya.

      Hapus
  24. Seru ya mba mainannya.. jangankan anak2 yg dewasa macam saya aja suka

    BalasHapus
  25. Hasil mewarnainya cakeeep! Aku coba ikutin langkah di buku petunjuk tapi kok hasilnya ya gitu deh. Hahaha.

    BalasHapus
  26. Wah keren ya, sudah menggunakan teknologi VR, AR, semoga dengan adanya teknologi ini tidak membuat malas anak2 kita untuk berkarya justru sebaliknya akan membuat mereka semangat.

    BalasHapus
  27. Yang aeru itu pas karakternya diajak selfie. Bisa gede jugaa

    BalasHapus
  28. kalau minjem istilah nya Spongebob tentang "imaajinaasii.." ini tuh kaya bisa me-realisasikan imajinasi waktu mewarnai.. selesai diwarnai, gambar nya jadi seolah hidup, bisa dimainin dan diajak selfie lagi

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar positif demi kemajuan dan kenyamanan pembaca.

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mbak Yani dan Kanker Leher Rahim Stadium 3 B-nya...

HARI  masih pagi. Masih belum pukul 6.00 tapi perempuan itu sudah bersiap-siap. Beranjak untuk segera membersihkan tubuh. Bersiap untuk mandi. Berpakaian yang baik dan sedikit berpupur bedak tipis. Menyantap sedikit makanan yang disediakan agar perut tidak kosong meskipun harus diiringi rasa mual.
“Sudah siap-siap, mbak?” sapa saya.
Perempuan  bertubuh kurus itu tersenyum  manis. Dia hanya tinggal menunggu adik perempuannya yang akan menemaninya.
Kamis 4 Februari 2016 ini, pada pekan ini,  adalah jadwalnya untuk kembali  menjalani transfusi darah di RS Kanker Dharmais, Jl S Parman, Slipi. Upaya penambahan darah itu sangat dibutuhkan perempuan ini untuk memperpanjang kelangsungan hidupnya. 
Pekan lalu, Mbak Yani menghabiskan suplai  tiga kantung darah. Harus ada yang terganti dari keluarnya pendarahan yang terus menerus dari bagian kewanitaan yang  ada di tubuhnya. Pendarahan yang selalu Pendarahan yang harus memaksanya selalu memakai pembalut.
Pendarahan yang secara p…

Menjaga Passion For Better Melalui Beasiswa Sharing The Dream

Melihat sosok Tasya Kamila, perempuan muda cantik yang bisa menggapai pendidikan tinggi hingga meraih gelar master Public Administration dari Columbia University melalui beasiswa, rasa kagum terselip.
Di usianya yang menjelang 26 tahun, Tasya yang dulunya penyanyi cilik ini, tetap bisa menjalani passionnya di bidang hiburan. Tetap senang bernyanyi dan tetap suka dengan kesempatan bermain sinetron, serta berakting di layar lebar.
Tak hanya itu, Tasyasaat ini juga sedang mengembangkan sebuah proyek energi di Sumba, NTT. Keinginannya untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa diwujudkan melalui proyek-proyek yayasan miliknya yang bergerak di sektor lingkungan hidup, Green Movement Indonesia.
Kehadiran Tasya Kamila dengan sederet prestasinya itu menjadi salah satu inspirasi yang mengemuka dalam kegiatan SCG Sharing The Dreams Blogger Gathering di The Hook, Jl. Cikatomas No. 35, Senopati Area, Jakarta Selatan, Kamis 26 Juli 2018.



Menjadi seseorang yang memiliki pendidikan tinggi, …