Langsung ke konten utama

Nyeri Tulang Belakang, Kenali dan Hindari Kebiasaan yang Bisa Menimbulkannya

Nyeri tulang belakang  terkadang hilang sendiri, tapi jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasi ke dokter  untuk meredakan nyerinya (dok.windhu)
Nyeri tulang belakang  terkadang hilang sendiri, tapi jika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, segera datang ke rumah sakit dan  konsultasi ke dokter  untuk meredakan nyerinya (dok.windhu)


Hore.., akhirnya selesai juga ! Setelah duduk selama berjam-jam untuk mengetik laporan, tugas sudah bisa disimpan di file komputer dan dikirim melalui surat elektronik.

Nah, sekarang tinggal mengerjakan yang lain. Badan pun bergegas berdiri. Aih, tiba-tiba saja timbul rasa nyeri pada tulang belakang. Tangan pun memegang bagian belakang tubuh.

Pernah mengalami hal yang sama?  Buat siapapun yang sehari-harinya banyak beraktivitas di depan layar komputer, seperti karyawan ataupun pekerja lainnya, barangkali pernah merasakan. Rasanya tentu saja tidak enak dan bisa mengganggu aktivitas.

Dr Wismasji Sadewo, SP BS (K) dari RS Jatinegara dalam talkshow Nyeri Tulang Belakang (dok.windhu)
Dr Wismasji Sadewo, SP BS (K) dari RS Jatinegara dalam talkshow Nyeri Tulang Belakang (dok.windhu)

Meski demikian, seringkali rutinitas sehari-hari tak yang dijalani tidak tepat tanpa sadar bisa menyebabkannya. Misalnya, postur tubuh saat duduk yang tidak benar. Kalau sudah terlalu asyik, posisi duduk cenderung membungkuk ke arah layar komputer. Posisi duduk membungkuk inilah yang membuat nyeri punggung dan merusak tulang belakang.

Kalau sudah merasakan nyeri tulang belakang seperti ini, bagaimana?  Pasti dong, maunya sembuh dan bisa bebas beraktivitas. Rutinitas pekerjaan terkadang tidak dapat menunggu dan kait mengait satu sama lain. Gawatnya, nyeri tulang belakang ini memang bisa terkena pada usia produktif, baik laki-laki maupun perempuan. 

Hal ini disampaikan dr. Wismaji Sadewo, Sp.BS (K), dalam talkshow “Nyeri Tulang Belakang” dengan Blogger & Vlogger Gathering di RS Premier Jatinegara, Minggu 29 Desember 2019 . Nyeri tulang belakang dialami oleh semua semua rentang usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Namun, perempuan paling sering menderita lantaran faktor hormon, mood, dan stress.

Nyeri tulang belakang bisa disebabkan karena membawa beban yang berat melebihikapasitas (dok.windhu)
Nyeri tulang belakang bisa disebabkan karena membawa beban yang berat melebihikapasitas (dok.windhu)


Kenali Nyeri Tulang Belakang 

Nyeri tulang belakang, dari sebutannya jelas merupakan rasa sakit yang terjadi di sepanjang tulang belakang yang dimiliki manusia. Mulai dari bagian leher sampai ke tulang ekor. Kondisi ini terjadi akibat adanya tekanan pada tulang belakang. Nyeri tulang belakang ini sering juga disebut dengan nyeri pungung.

Tulang belakang berperan dalam menopang tubuh. Tulang belakang terdiri atas 33 ruas tulang yang terbagi menjadi 5 bagian, yakni 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, 5 ruas tulang kelangkang dan 4 ruas tulang ekor.

Nyeri tulang belakang terjadi karena adanya kelainan pada tulang belakang, penuaan (degeneratif), dan tumor. Ada juga karena kondisi lain kelainan saraf kejepit, nyeri pada daerah panggul, gangguan tidur, dan kanker. 

Terkadang, nyeri tulang belakang  bisa hilang sendiri dengan sendirinya.  Namun menurut dr Wismaji,  jika sudah mulai mengganggu aktivitas dan menimbulkan rasa tidak nyaman, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis sesuai dengan penyebabnya. Bisa jadi hanya butuh istirahat, memerlukan obat-obatan, ataupun tindakan medis lainnya.

Terlalu lama duduk dengan posisi tidak benar,bisa menyebabkan nyeri tulang belakang  (dok.windhu)
Terlalu lama duduk dengan posisi tidak benar,bisa menyebabkan nyeri tulang belakang  (dok.windhu)


Hindari Kebiasaan yang Memicu Nyeri Tulang  Belakang 

Menderita nyeri tulang belakang, jelas tidak enak. Supaya tidak mengalaminya, ada beberapa kebiasaan yang bisa memicu nyeri tulang belakang yang harus dihindari, antara lain :

1. Duduk dengan posisi tidak benar

Posisi inilah yang biasanya tidak sadar dilakukan para pekerja di depan layar komputer atau orang yang sering beraktivitas dengan duduk lama. Duduk dengan posisi tidak benar memberi efek pada posisi tulang belakang.

2. Melakukan gerakan tiba-tiba

Terkadang saat beraktivitas dan memerlukan suatu tindakan segera, inginnya dilakukan dengan cepat. Tanpa sadar, posisi tubuh tidak dalam keadaan yang tepat dan siap untuk melakukan gerakan tiba-tiba. Misalnya, dari membungkuk langsung berdiri seketika.

Begitupun halnya jika tiba-tiba saja melakukan gerakan yang tidak biasa. Misalnya saja, gerakan memutar tubuh saat tidur dan saat duduk tidak melihat kondisi tubuh yang tepat. 

3. Membawa beban yang  berat

Siapa yang tidak pernah membawa beban berat?  Misalnya, saat hendak pergi, inginnya banyak barang yang bisa dibawa dan dimasukkan dalam tas. Kalau perjalanannya jauh, koper besar pun diangkat agar barang-barang tidak ketinggalan dibawa.

Padahal, ini bisa menimbulkan nyeri tulang belakang jika beban yang dibawa terlalu berat dan memaksakan kemampuan. Bukan tidak mungkin jika memanggul beban berat dilakukan rutin bisa membuat tulang belakan berbentuk S atau C.

4. Penggunaan sepatu hak tinggi (high heels)
Sepatu hak tinggi yang digunakan seorang perempuan, sering disebut bisa menambah kecantikan dan keanggunan. Ada benarnya juga, tapi penggunaan sepatu hak tinggi juga bisa memunculkan rasa nyeri tulang belakang karena ada tekanan yang diberikan.

Dr. Wismaji menambahkan, beberapa faktor pemicu nyeri tulang belakang lainnya misalnya adalah obesitas, merokok, kurang berolahraga.

Posisi duduk, berdiri, dan berbaring, harus diperhatikan agar tidak terkena nyeri tulang belakang 9dok.windhu0
Posisi duduk, berdiri, dan berbaring, harus diperhatikan agar tidak terkena nyeri tulang belakang 9dok.windhu0


Atasi Segera Nyeri Tulang Belakang

Menderita nyeri tulang belakang mungkin tidaklah seperti penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian seketika. Namun jika mengalaminya sudah pada kondisi mengganggu aktivitas dan sakitnya sangat hebat, bisa mengganggu performa dan kinerja sehari-hari. Terutama pada usia produktif.

Tidak  perlu menunggu lama-lama, segeralah berkonsultasi ke dokter. Apalagi, nyeri bisa timbuldari tulang ekor, bagian pinggul, punggung, atapun leher. Mengonsumsi  obat pereda nyeri bisa menjadi solusi. Namun, sudah terjadi berulang dengan rasa sakit yang hebat, perlu penanganan yang lebih serius.

Perhatikan beberapa gejala yang sebaiknya segera berkunjung ke rumah sakit untuk nyeri tulang belakang, yakni terjadu penurunan berat badan secara drastis, susah buang air besar (BAB), susah berkemih, sering kesemutan, dan sakit kepala.

Apalagi, jika terjadi nyeri tulang belakang berupa saraf terjepit yang disebabkan oleh menyempitnya ruang/rongga yang dilalui saraf atau sekelompok saraf. Umumnya, pada bagian leher dan pinggul. Terlebih jika berupa HNP (Herniasi nucleus pulposus), yang merupakan penyakit degenerasi pada daerah tulang belakang yang menjadi awal dari proses penjepitan saraf tulang belakang.

nyeri tulang belakang (gettyimages)


Penyembuhan Nyeri Tulang Belakang 

Menurut dr Wismaji, untuk menyembuhkan nyeri tulang belakang, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan, yakni
1. Mengonsumsi obat 
Konsumsi obat pereda nyeri tulang belakang tentu saja disesuakan dengan kondisi yang dialami. Dokter bisa saja memberikan berbagai obat, seperti pain killer, Codeine, antidepresan, dan jenis obat lainnya
 2. Melakukan Pijat/Urut/Akupuntur
Untuk meredakan rasa nyeri tulang belakang, banyak penderitanya yang melakukan pijat, urut, dan akupunktur. Hal ini masih diperkenakan sepanjang tidak bertentangan dengan medis/
3. Melakukan bedah/terapi fisik/fisioterapi
Tindakan ini sepenuhnya atas rekomendasi ahli yang menangani penderita nyeri tulang belakang. Secara bertahap dilakukan terapi fisik untuk mengurangi rasa nyeri dalam beraktivitas.
4. Rajin berolahraga 
Jangan sepelekan olahraga. Yoga dan renang bisa membuat tulang punggung karena ini terkait dengan menjaga otot punggung. Olahraga juga dapat menjaga berat badan ideal,  tidak kegemukan atau obesitas yang bisa memberi beban pada tulang belakang, dan memperbaiki postur tubuh.

Membawa beban yang berat dapat menyebabkan nyeri tulang belakang (dok.windhu)
Membawa beban yang berat dapat menyebabkan nyeri tulang belakang (dok.windhu)


Mengatasi Nyeri Tulang Belakang di RS Premier Jatinegara


Buat yang mengalami nyeri tulang belakang yang sudah dalam taraf mengganggu aktivitas, tindakan yang harus dilakukan adalah segera ke rumah sakit. Salah satu rumah sakit swasta yang bisa menjadi rujukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum adalah RS Premier Jatinegara.

RS Premier Jatinegara lokasinya strategis, yakni Jl. Raya Jatinegara Timur No. 85-87Jakarta 13310 ini. Bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi dan kendaraan umum seperti trans jakarta dan commuter line ini telah ada sejak 25 Maret 1989.

Selama 20 tahun melayani, rumah sakit Premier Jatinegara memiliki komitmen menjaga mutu, mudah diakses, kualitas pelayanan, kelengkapan fasilitas dan penunjang medis.

Layanan yang ada antara lain rawat inap, pasien internasional,  medical check up, operasi bypass koroner, pusat layanan kesehatan, pelayanan penunjang, dan ESST.Layanan unggulannya berupa  Digestive, Unit Kemoterapi, Intensive Care bayi, Premier Excecutive Clinic, Stroke Unit, dan Urologi.

Untuk  informasi lengkap bisa di www.ramsaysimedarby.co.id atau melalui email rspremier.jatinegara@ramsaysimedarby.co.id. Layanan Call Centre : 1500-908. IGD & Ambulans Direct Line : 1500-907

Komentar

Postingan populer dari blog ini

D’Flora, Lipstik Untuk Bibir Hitam dengan Pilihan Warna Bagi Perempuan Aktif

Awalnya saya tidak begitu memperhatikan mengenai masalah bibir hitam. Semua itu baru saya sadari saat Arni, salah seorang kakak perempuansayamengeluhkan warna bibirnya. Jika warna lipstiknya sudah memudar, warna bibir aslinya langsung terlihat. Kakak merasa perlu lipstik untuk bibir hitam yang tepat digunakan sehari-hari. 
“Pernah merokok, kali,” ucap saya asal sambil bercanda. Ups, jelas kakak saya tidak terima.Kakak tidak pernah menyentuh ataupun mencoba-coba rokok. Bahkan mencium bau asap rokok di suatu tempat keramaian umum,kakak sudah tidak suka.
Mungkin saya cukup beruntung karena warna bibir saya tidaklah segelap bibir kakak. Saya tahu usaha kakak untuk membuat warna bibirnya lebih merah dan menarik. Sesekali saya juga mengikutinya.
Buat perempuan, memiliki warna bibir hitam, bibir gelap, ataupun kusam dan kering tidak jarang mengganggu penampilan sehari-hari. Ujung-ujungnya, penampilan yang tidak oke ini juga akan mengurangi rasa percaya diri saat sedang berkumpul dengan banyak o…

Go-Box, Solusi Pindahan Nggak Pakai Repot

SENYUM mengembang dari wajah Ani, saat sudah pasti akan segera pindah rumah. Maklum, menjadi kontraktor alias orang yang mengontrak selama ini cukup melelahkan. Mimpi tinggal secara tenang di rumah milik sendiri menjadi kenyataan. Di rumah baru, segala sesuatunya pasti lebih tenang. Apalagi setelah menikah 5 tahun.
Memang, bukanlah rumah besar. Punya dua kamar tidur, dengan ruang tamu, ruang makan, dapur, dan kamar mandi. Sedikit halaman kecil buat menanam tumbuhan ataupun bunga. Sudah pasti membahagiakan.  
Lokasi rumah baru di wilayah Gunung Putri, Bogor. Selama ini, tinggal di Pluit, pada lokasi cukup padat dan nyaris tidak memiliki halaman. Ah, betapa menyenangkan, pikir Ani.
Segera, semua barang yang ada di rumah pun dikemas. Packing ini dan itu. Tidak ada yang boleh tertinggal karena sebenarnya tidak banyak juga barang yang dibeli. Pertimbangannya saat itu, khawatir repot jika akan pindahan ke suatu tempat. Jadi yang penting-penting saja dan betul-betul bisa menunjang hidup sehari…

Minggu Pagi di Aksi #TolakPenyalahgunaanObat Car Free Day

MATA saya menatap kemasan kotak bertuliskan Dextromethorphan yang ada di meja BPOM. Di atas meja itu terdapat sejumlah obat-obatan lain bertuliskan warning, yang berarti peringatan. Ingin tahu saya memegangnya. Membaca kotak luar kemasan obat itu.
 “Ini obat apa?” tanya saya.
Adi, petugas BPOM itu memperlihatkan isi kotak kemasan. Menurutnya, obat Dextromethorpan sudah ditarik dari pasaran. Sudah tidak digunakan lagi karena dapat disalahgunakan oleh pemakainya.
Dextromethorpan yang di kotak kemasannya tertera generik dan terdiri dari 10 blister ini masuk dalam kategori daftar G. Banyak yang menyalahgunakannya untuk mendapatkan efek melayang (fly).

Fly? Pikiran saya langsung teringat kepada peristiwa penyalahgunaan obat yang menghebohkan negeri ini satu bulan lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Korbannya yang anak-anak masih pelajar dan mahasiswa ini.
Pertengahan September 2017, semua terkaget-kaget dengan kabar yang langsung menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Meluas dari satu grup wa k…