Langsung ke konten utama

Sun Tzu The ART of WAR dan Personality Plus

Sun Tzu The ART of WAR

1. Jika kita tahu diri sendiri dan paham kepada musuh.
Kita akan akan yakin bisa memenangkan pertempuran.
...
2. Jika kita hanya paham diri sendiri & tanpa tahu musuh.
Disetiap pertempuran yang kita menangkan pasti banyak korban/kerugian
3. Jika kita tidak paham semuanya, baik diri sendiri serta musuh.
maka kita akan mengalami kekalahan telak.

MEMAHAMI
~ diri sendiri
~ calon pelanggan
adalah salah1 KUNCI SUKSES seorang #SALES dalam berNEGOSIASI.

Kendala Sales itu bagaimana caranya menghadapi :
~ pelanggan judez
~ pelanggan yang jago ngobrol berjam2 tanpa bisa di stop
~ pelanggan yang baik banget tapi kagak ngorder

Mau
tahu SOLUSInya ?
Belajarlah Personality Plus
Apa Benefitnya ?
1. Kita akan tahu karakter pelanggan.
2. Mempercepat Building Rapport & Trust
3. Mengefektifkan Komunikasi
4. Meningkatkan Percaya Diri dalam NEGOSIASI dan CLOSE the SALE.


Yuuuuk
berGABUNG
dalam acara KOMISI
MINI
WORKSHOP
PERSONALITY PLUS

Pembicara :
Mr. Pet Hen Oei, B.Eng, CFP®, QWP®, CPMM, CHt, CISI,

Beliau adalah :
1. Praktisi Personality Plus selama 12 tahun.
2. Top Management Lembaga Pendidikan International di bidang Sales, Marketing, dan Financial.

Dalam
Mini Workshop
ini akan dikupas tuntas sampai habis habisan tentang :
1. Mengetahui Type Kepribadian kita dan orang lain.
2. Apa sifat-sifat unggulan yang kita miliki yang sesuai sesuai type kepribadian kita.
3. Tip bagaimana berkomunikasi yang Jelas dan Efektif.
Dan membuat orang lain merasa nyaman dan nyambung.
4. Bagaimana berNEGOSIASI secara OPTIMAL disaat kita menghadapi Orang yang SULIT.

Maka ...
Jika kita ingin SUKSES dan CEMERLANG berKARIR sebagai Sales.

Yuk
segera
daftar sekarang !!!

Tempat terbatas hanya 100 orang.

Waktu & Tempat :
#Gramedia Matraman,
12.30 s/d 17.00 WIB

Tanggal : 7-11-2015

Take Action hari ini

Senin 2 November 2015
Harga khusus Rp 150.000/2 person.
Hanya Rp 150.000/berdua

dan
Besok 03 November
Rp 100.000/person

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
Ibu Yani Sastra
WA no 08161939876
Pin 2A88E9D8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Menyantap Martabak yang Bikin Bahagia di Martabak Factory

Potongan martabak itu langsung lumat di dalam mulut. Manisnya langsung menguasai dan larut. Seulas senyum kemudian muncul di wajah Melinda, perempuan manis berkerudung itu. Masih ada sisa martabak di piring yang sedang dipegang. Seakan tak ingin berhenti untuk segera menghabiskannya.
“Martabaknya Enak. Green tea-nya terasa,” ujarnya.
Saya pun mengangguk-angguk. Sepotong green tea martabak dari piring yang sama, juga baru saja masuk ke dalam mulut saya. Kami pun tertawa. Sesimpel itu tawa terlepas di Martabak Factory.


Saya jadi ingat tulisan besar berlatar warna ungu yang ada di dinding lantai dasar kafe. Money can’t buy happines, but it can buy Martabak which is pretty much the same thing.
Betul juga, pikir saya. Bahagia itu sederhana. Uang pun tidak bisa membelinya.  Namun lewat martabak yang dibeli pakai uang, bahagia bisa datang. Setidaknya lewat rasa manis yang menyatu  dalam mulut.  
Apalagi bila disantap bersama teman-teman. Martabak, kuliner yang sangat populer di Indonesia ini mem…