Langsung ke konten utama

Film Pendek, Sebuah Kreativitas dari Pecinta Film


Festival film pendek merupakan salah satu ajang adu kreativitas komunitas film pendek (dokpri 

Sesuai dengan namanya film pendek, tentu saja film yang dibuat pun dalam waktu tayang yang singkat. Pendek, namun sudah mampu mengisahkan dan meninggalkan pesan kepada siapa pun yang menonton film pendek itu. Tak perlu rumit kisah yang diangkat. Cukup keseharian yang dialami sehari-hari justru lebih mengena tersampaikan.
Hal yang menarik, pembuat film pendek ini adalah komunitas film yang anggotanya memiliki latar belakang berbeda. Tak mesti dari film. Mereka hanya menyatu dalam kesukaan dan minat yang sama. Belajar, berdiskusi, dan menuangkan ide yang muncul dalam bentuk film pendek. 
Setidaknya, itulah yang diungkapkan Anggi, dari komunitas Film Freaktivitas, dalam sebuah kegiatan diskusi di Palmerah.  Menurutnya, lantaran berbentuk komunitas, maka tidak ada pilah-pilih dalam keanggotaan. Siapa pun yang tertatik dan suka dengan dunia film dan pembuatannya diperkenankan bergabung. Mengeluarkan kemampuan yang ada sesuai dengan bidang, untuk dihadirkan dalam bentuk film pendek.  
Dalam kegiatan itu, sempat diputar film berjudul Tangan-Tangan Kecil 2, yang mengisahkan tentang dua kelompok anak dalam sebuah desa, kelompok yang lebih modern dan kelompok yang sederhana. Mereka mengusung permainan tradisional, yang saat ini mulai tergerus oleh permainan modern. Sebuah tema yang sederhana, namun mampu menyentak dengan pesan yang disampaikan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Ketangguhan Kingkong, keapikan foto Pureshot Plus II, dan Kemeriahan Hisense di ICS

SELAIN memiliki fitur-fitur canggih yang sangat dibutuhkan pada era modern saat ini dan harga yang kompetitif, sebuah smartphone dituntut untuk mempunyai keistimewaan lebih, dibandingkan dengan yang sudah banyak beredar di pasaran.
Nah menjawab hal itu, Hisense membuat gebrakan dalam gelaran Indonesia Cellular Show (ICS) pada  2-5 Juni 2016, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.Hisense memperkenalkan empat smartphone 4 G terbarunya, yakni Hisense Kingkong II, Hisense Pureshot Plus 2, Hisense Pureshot Lite, dan Hisense F20.



Sebagai top 5 perusahaan elektronik dunia asal Tiongkok, Hisense mengukuhkan eksistensinya, membuktikan tidak main-main ataupun sekedar ikut-ikutan. Salah satu buktinya adalah dengan mengikuti ajang pameran ponsel bergengsi ini.


Sales Director PT Hisense International Indonesia Stanly Widjaja dan dua pengguna Hisense yang memberikan pengalaman menggunakan produk, menyampaikan ketangguhan dan kemampuan produk Hisense di depan puluhan blogger dan wartawan s…

Menikmati Wisata Sejarah, Kuliner, dan Belanja Cirebon dengan #BigBirdJalanJalan

Cirebon memang menggoda untuk dikunjungi. Daerah yang dulunya lebih dikenal sebagai tempat transit kini semakin menarik sebagai tempat kunjungan wisata. Tidak cuma aneka kulinernya yang menjadi tujuan, melainkan wisata belanja maupun wisata sejarahnya pun begitu memikat.
Karenanya, sejak awal tahun 2017 saya dan teman-teman penggila kuliner yang juga senang jalan-jalan ke suatu daerah, sudah ramai merencanakan untuk pergi ke Cirebon. Namun ternyata tidak kunjung mencapai kesepakatan.
Alasannya ?  Tidak mendapatkan titik temu sarana transportasi yang mudah dan murah, untuk menjangkau berbagai tempat menarik dan lokasi jajanan yang bisa dikunjungi.

Ada yang memberi usul untuk naik sarana kereta api saja dari Stasiun di Jakarta dengan tujuan Stasiun Cirebon. Ada juga yang menyarankan untuk naik bus saja sampai ke Cirebon, tapi harus dipastikan bus yang nyaman sehingga tidak membuat kaki bengkak karena perjalanan jauh.
Cirebon, Sebuah Keinginan Wisata

Itu baru sampai di daerah Cirebon, lalu …