Langsung ke konten utama

Bugar dalam Hangat Matahari dan Segar Pagi di Healthies Run 5 KM

Mengikuti ajang lari fun run seperti Healthies Run 5 KM  bersama  teman bisa menambah semangat agar menyelesaikan rute dan jarak tempuh. #Jangan mager untuk membuat tubuh sehat (dok. windhu)
Mengikuti ajang lari fun run seperti Healthies Run 5 KM  bersama  teman bisa menambah semangat agar menyelesaikan rute dan jarak tempuh. #Jangan mager untuk membuat tubuh sehat (foto: etha)


Selamat pagi!!
Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini
Dan kukatakan

Selamat pagi!!
Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini.
Kini bergegaslah siapkan dirimu untuk memulai menjalani hari ini (RAN)


Hangat sinar matahari menyembul dari balik gedung-gedung tinggi yang ada di kawasan Mega Kuningan, Jakarta. Saya memandang takjub. Indahnya langit pagi masih terasa segar. Hanya ada sedikit kendaraan lalu lalang di kawasan yang biasa ramai. Saya mengatur nafas dan berlari perlahan.

Melewari jalan Prof. Dr Satrio yang tengah dibenahi trotoarnya, salah satu rute yang harus dilewati (dok.windhu) 

Sambil olahraga, bisa berswa foto (dok.windhu)

Healthies Run 5 KM. Sudah lama saya tidak berlari dengan jarak tempuh dan waktu yang telah ditentukan seperti ini. Beberapa tahun lalu, entah fun run dan fun bike kerap saya ikuti. Setelah itu lantaran sering tidur larut, kegiatan rutin olahraga di pagi hari, terutama saat hari libur terlewatkan.

Namun, Minggu 6 Oktober pagi saya harus bergegas menuju Kementerian Kesehatan, Jl. Rasuna Said. Tidak boleh ketinggalan kegiatan lari yang diadakan. Semangat  berlipat muncul  untuk  mengikuti Healthies Run.Ternyata sudah cukup lama saya terlewatkan semangat lari pagi.


Balon-balon menambah semarak (dok.windhu)


Untunglah kali ini saya tidak sendiri untuk lari pagi. Banyak kawan barengan. Bahkan hingga 1.000  orang dengan menggunakan warna jersey senada, hijau. Tulisan Generasi Sehat, tertera pada balon-balon yang diikatkan pada baju bagian belakang atau digenggam sejumlah peserta lari.

Sejenak waktu diluangkan untuk melakukan pemanasan tubuh, sebelum lari dimulai. Buat yang sudah terbiasa lari pagi, 5 Kilometer mungkin bukanlah jarak tempuh yang jauh dan untuk menuntaskannya juga tidak perlu waktu yang lama.

Menteri Kesehatan Prof. Dr. Nila Moeloek pun ikut lari pagi (dok.windhu)


Namun buat saya dan sejumlah peserta lainnya, jarak tempuh seperti itu membutuhkan semangat  bahkan stamina yang harus dipersiapkan dengan baik. Untunglah setelah mandi air hangat di pagi hari, saya juga sudah mengisi perut agar sanggup mengikuti Healthies Run 5.


Rute Healthies Run 2019 (dok.windhu)
Rute Healthies Run 2019 (dok.windhu)



Konsitensi Berlari

Rute Healthies Fun Run 5 K diawali dari gedung kantor Kemenkes, kemudian membelok ke arah kiri di perempatan depan Cyber 2 Tower melewati Jl. Prof. Dr Satrio, sebelum kemudian menyusuri kawasan Mega Kuningan dimulai dari Jl. Dr. Ide Anak Agung Gede Agung.

Olahraga lari juga cocok untuk yang sudah berusia tua (dok.windhu)


Melintasi Lingkar Mega Kuningan depanThe Ritz Carlton, kemudian Jl Mega Kuningan Barat dan akhirnya sampai lagi di Jl. HR Rasuna Said. Sudah selesai? Ternyata belum karena harus memutar dengan  belok kiri di jalan Patra Kuningan. Setelah itu barulah berlari lagi di Jl HR Rasuna Said, menuju titik finish yang juga merupakan titik start, yakni Kemenkes RI.

Saya senang saat melihat ada papan bertuliskan 2,5 KM yang merupakan pencapaian separuh Healthies Run. Tinggal setengah perjalanan dan saya harus mampu untuk melewatinya. Water station yang ada dekat titik itu seperti oase yang menyegarkan. Segar saat air melewati tenggorokan.

Mengganti cairan tubuh dengan minum air putih di water station. (dok.windhu)

“Kita nggak usah lari cepat.  Jalan cepat saja,” ucap  Etha, yang  jadi kawan langkah bareng lari pagi. Tepat buat saya yang sudah lama tak lari, meski sejumlah teman dari Blogger Crony Community (BCC) telah banyak yang berlari terlebih dulu. Sebagian lainnya tampak masih berada di belakang. 

“Nggak apa-apa. Kita ikuti sesuai dengan rute Healthies Run saja. Nggak pakai potong-potong rute,” ujar Doel, menimpali. Seperti halnya saya, Doel lebih terbiasa dengan bersepeda. Kenyataannya pun, kami memang tidak sedang mengikuti lomba lari dengan adu kecepatan.


Tak kuat berlari, jalan pun diperkenankan asal konsisten bergerak (dok.windhu)


Kami mengikuti Healthies Run. Sebuah fun run, bukanlah sebuah lomba lari dengan adu kecepatan tinggi untuk meraih juara. Sehingga, saya pun rileks menjalani sebagai langkah awal untuk membiasakan kembali berolahraga pagi.

Namun tak urung, saya dan Doel terpana saat melihat salah seorang peserta perempuan yang rambutnya sudah perempuan memutih berlari dengan langkah kaki pasti dan mendahului kami.



Dalam event lari, biasanya paramedis sudah siap memberikan bantuan kesehatan bagi yang memerlukan. (dok.windhu)

Menempuh jarak tertentu dalam berolahraga perlu stamina yang terjaga dari awal hingga akhir rute. Faktor kebiasaan, rutinitas berlatih dan konsistensi dalam latihan akan terlihat dan membantu  dalam menyelesaikan olahraga lari. Hal ini berlaku bagi yang berusia muda dan tua, baik laki-laki dan perempuan. 

Menteri Kesehatan Prof. Dr. Nila Moeloek  juga ikut berlari dalam Healthies Run 5 KM. Saat memberikan sambutan sebelum melepas peserta lari, Nila Moeloek mengingatkan pentingnya menjaga kessehatan, menciptakan generasi yang sehat dengan berolahraga. Jangan mager alias jangan malas gerak, mengambil istilah anak muda zaman sekarang.

Minum jamu usai olahraga (dok.windhu)


Fun  Run dan Sebuah Medali 

Mengawali kebiasan berolahraga dengan mengikuti fun run melupakan langkah yang baik. Ada kawan bareng yang saling mengingatkan untuk pemanasan, pendinginan, dan pasti mampu mencapai garis finish, sesuai dengan rute yang telah ditetapkan. Selain yang  terpenting adalah menghilangkan enggan olahraga dan malas gerak (mager).

Lari merupakan olahraga sederhana yang banyak digemari.Lari bisa dilakukan semua kalangan, baik orangtua, dewasa, remaja, hingga anak-anak. Hanya bermodalkan sepatu, pakaian yang nyaman, lari bisa dilakukan dimana saja dan kapanpun waktunya, entah pagi, siang, ataupun  sore. Tujuannya agar sehat, bugar, dan bisa saja untuk melangsingkan tubuh.

Medali peserta, meski bukan pemenang,  tapi memberikan catatan prestasi lari. (dok.windhu)

Dikutip dari www.alodokter.com, mengenai manfaat lari untuk menurunkan berat badan disampaikan jika sebagai aktivitas fisik, lari sangat baik untuk membakar kalori. Secara rata-rata, berlari dengan kecepatan 8 km/jam akan membakar sekitar 295 kalori. Sementara itu, berjalan dengan kecepatan sekitar 5,5 km/jam mampu membakar 140 kalori.

Untuk menurunkan berat badan dan mendapatkan manfaat lari pagi, upayakan berolahraga setidaknya 3 kali seminggu dengan total waktu sekitar 60-90 menit. Namun, bagi pemula dapat mulai berolahraga sekitar 10 menit per hari. Kemudian, bisa ditingkatkan secara bertahap.

Semarak Healthies Run 2019 (dok.windhu)

Namun untuk olahraga lari di kota besar sebaiknya dilakukan di tempat yang aman seperti kawasan olahraga, kawasan perumahan, dan taman kota. Pelaksanaan lari melewati di jalan besar, seperti Jl, Sudirman- Thamrin  hanya dimungkinkan saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) setiap pagi.

Untuk melintas lari di jalan besar lainnya di Jakarta, haruslah mengikuti kegiatan lari yang diadakan suatu lembaga/institusi. Misalnya saja, Healthies  Run 5 Kemenkes. Sepanjang rute perjalanan ada pemandu jalan dan marshall yang menjamin rute jalan yang dilewati peserta lari tidak dilewati kendaraan bermotor.

Berfoto dengan medali di bawah garis start/finish (dok.windhu)


Selain itu, tenaga medis dengan ambulans juga tersedia untuk menolong para peserta lari, yang mungkin saja cedera. Benar saja, pagi itu ada salah seorang peserta lari yang mengalami kram otot kaki sehingga harus naik mobil ambulans dulu, sebelum kembali ikut lari.

Mendekati finish lari, adalah hal yang sangat menyenangkan. Seakan mencapai suatu prestasi untuk diri yang tidak terkatakan. Terlebih, ketika tiba sudah ada petugas yang mengalungi satu per satu medali ke leher para peserta lari.

Hiburan usai event Healthies Run 2019 (dok.windhu)

Apa arti sebuah medali bagi seluruh peserta lari? Sebuah penghargaan dan rasa bangga berhasil sampai pada target yang diberikan. Sebuah motvasi prestasi untuk selanjutnya berolahraga lagi dan lagi.Apalagi, dalam Healthies Run tetap diberikan penghargaan untuk yang tercepat, tertua, dan termuda.

Ada kenangan yang tersisa sebuah kegiatan. dan terhibur dengan huburan panggung usai acara seperti lenong Betawi, sambil menikmati kudapan.  Selain juga tentunya, untuk foto-foto selfie dan mejeng di garis finish rute lari seperti yang saya dan teman-teman lakukan.


Kegemburaan mereka yang ikut Healthies Run 2019 (dok.windhu)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

D’Flora, Lipstik Untuk Bibir Hitam dengan Pilihan Warna Bagi Perempuan Aktif

Awalnya saya tidak begitu memperhatikan mengenai masalah bibir hitam. Semua itu baru saya sadari saat Arni, salah seorang kakak perempuansayamengeluhkan warna bibirnya. Jika warna lipstiknya sudah memudar, warna bibir aslinya langsung terlihat. Kakak merasa perlu lipstik untuk bibir hitam yang tepat digunakan sehari-hari. 
“Pernah merokok, kali,” ucap saya asal sambil bercanda. Ups, jelas kakak saya tidak terima.Kakak tidak pernah menyentuh ataupun mencoba-coba rokok. Bahkan mencium bau asap rokok di suatu tempat keramaian umum,kakak sudah tidak suka.
Mungkin saya cukup beruntung karena warna bibir saya tidaklah segelap bibir kakak. Saya tahu usaha kakak untuk membuat warna bibirnya lebih merah dan menarik. Sesekali saya juga mengikutinya.
Buat perempuan, memiliki warna bibir hitam, bibir gelap, ataupun kusam dan kering tidak jarang mengganggu penampilan sehari-hari. Ujung-ujungnya, penampilan yang tidak oke ini juga akan mengurangi rasa percaya diri saat sedang berkumpul dengan banyak o…

Minggu Pagi di Aksi #TolakPenyalahgunaanObat Car Free Day

MATA saya menatap kemasan kotak bertuliskan Dextromethorphan yang ada di meja BPOM. Di atas meja itu terdapat sejumlah obat-obatan lain bertuliskan warning, yang berarti peringatan. Ingin tahu saya memegangnya. Membaca kotak luar kemasan obat itu.
 “Ini obat apa?” tanya saya.
Adi, petugas BPOM itu memperlihatkan isi kotak kemasan. Menurutnya, obat Dextromethorpan sudah ditarik dari pasaran. Sudah tidak digunakan lagi karena dapat disalahgunakan oleh pemakainya.
Dextromethorpan yang di kotak kemasannya tertera generik dan terdiri dari 10 blister ini masuk dalam kategori daftar G. Banyak yang menyalahgunakannya untuk mendapatkan efek melayang (fly).

Fly? Pikiran saya langsung teringat kepada peristiwa penyalahgunaan obat yang menghebohkan negeri ini satu bulan lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Korbannya yang anak-anak masih pelajar dan mahasiswa ini.
Pertengahan September 2017, semua terkaget-kaget dengan kabar yang langsung menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Meluas dari satu grup wa k…

Go-Box, Solusi Pindahan Nggak Pakai Repot

SENYUM mengembang dari wajah Ani, saat sudah pasti akan segera pindah rumah. Maklum, menjadi kontraktor alias orang yang mengontrak selama ini cukup melelahkan. Mimpi tinggal secara tenang di rumah milik sendiri menjadi kenyataan. Di rumah baru, segala sesuatunya pasti lebih tenang. Apalagi setelah menikah 5 tahun.
Memang, bukanlah rumah besar. Punya dua kamar tidur, dengan ruang tamu, ruang makan, dapur, dan kamar mandi. Sedikit halaman kecil buat menanam tumbuhan ataupun bunga. Sudah pasti membahagiakan.  
Lokasi rumah baru di wilayah Gunung Putri, Bogor. Selama ini, tinggal di Pluit, pada lokasi cukup padat dan nyaris tidak memiliki halaman. Ah, betapa menyenangkan, pikir Ani.
Segera, semua barang yang ada di rumah pun dikemas. Packing ini dan itu. Tidak ada yang boleh tertinggal karena sebenarnya tidak banyak juga barang yang dibeli. Pertimbangannya saat itu, khawatir repot jika akan pindahan ke suatu tempat. Jadi yang penting-penting saja dan betul-betul bisa menunjang hidup sehari…