Langsung ke konten utama

Cara Asyik Liburan di Rumah


Mengisi liburan di rumah tidak kalah asyiknya. Banyak hal yang dapat dilakukan. (foto:riapwindhu)

Libur telah tiba
Libur telah tiba
Hore, Hore, Hore
Simpanlah tas dan bukumu
Lupakan keluh kesahmu
Libur telah tiba, Libur telah tiba
Hatiku gembira

Libur Telah Tiba- Tasya


YEAY... Libur telah datang. Siapa yang tidak suka? Semua orang senang mendengar kata libur. Saatnya untuk melupakan sejenak rutinitas sehari-hari.  Persis seperti lagu lawas anak-anak berjudul Libur Telah Tiba, yang dinyanyikan oleh Tasya Kamila.

Sayangnya, kali ini anggaran jalan-jalan terbatas.  Sedang perlu untuk sedikit berhemat. Liburan akhirnya tidak kemana-mana dan harus di rumah saj. Butuh strategi supaya bocah-bocah kecil, tidak merasa jenuh dan bilang bosan.   

Tenang saja, ada beberapa cara untuk membuat liburan di rumah tetap asyik dan menyenangkan. Tentu saja, memerlukan keterlibatan penuh orang tua dan anak untuk mengisinya agar menarik. Apa saja?

1. Bermain Bersama

Permainan  yang melibatkan banyak anggota keluarga yang dapat dilakukan bersama adalah seperti Monipoli. Permainan ini bukan hanya sekedar asal mengisi waktu. Ada makna tersirat dari permainan ini, seperti kejujuran, kemampuan berhitung, dan ketangkasan. Seru sekali jika seluruh keluarga terlibat dengan menjalankan dadu secara bergantian.

Permainan lain yang juga melibatkan orang banyak, seperti remi, domino, dan ular tangga. Menyenangkan jika yang ikut lebih banyak.  Permainan yang mengikursertakan orang lain terkadang lebih menyenangkan daripada menyibukkan diri dengan game online.

2. Sepedahan dan Jalan Santai

Dua kegiatan ini sangat menyenangkan karena dapat dilakukan saat pagi hari atau sore hari. Bersenang-senang sambil berolahraga. Dua unsur sekaligus terpenuhi. Hal ini bisa dilakukan di sepanjang jalan perumahan ataupun taman kota yang ada di dekat perumahan. 

Sangat menyenangkan memperoleh kesegaran pagi sambil tertawa-tawa mendekatkan diri ada alam sekitar. Aktivitas olahraga lain juga dapat dilakukan, seperti bulu tangkis. Anak laki-laki bahkan dapat bermain bola, bila ada tanah lapang di dekat rumah.    

3. Masak Bergaya Chef

Membuat masakan atau bekreasi membuat kue, yang melibatkan orang tua dan anak  tak kalah menyenangkan. Apalagi saat ini, program masak memasak sangat digemari oleh banyak orang, seperti Master Chef. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun senang bergaya ala koki dapur profesional.

Apalagi, saat ini tayangan you tube juga lebih memudahkan anak-anak dan orang dewasa. Untuk jenis resep dan cara membuat, tinggal dicari di mesin pencari. Kemudian tinggak diikuti langkah-langkhanya agar seketika dapat dijadikan makanan yang sangat enak. Cobalah, nak-anak sangat senang saat diminta membantu masak, lho!

4. Membaca dan Mewarnai Buku

Saat liburan, menyiapkan buku-buku bacaan yang menarik, seperti cerita bergambar. Tentu saja, bacaan yang mengedukasi dan menginspirasi agar hidup semakin berwarna. Anak-anak dapat diajarkan untuk menceritakan kembali apa yang telah dibacanya, baik secara langsung ataupun menuliskannya kembali.

Selain membaca, kegiatan mewanai juga tidak kalah asyik. Bisa dengan menggambar sendriri dulu baru diwarnai ataupun langsung mewarnai saja gambar-gambar yang ada di buku yang dijual. Selain menyenangkan, kegiatan ini dapat menghilangkan kejenuhan.

5. Berkreasi Membuat Kerajinan

Banyak sekali model kreasi kerajinan yang dapat dilakukan. Dari yang simpel hingga yang sedikit rumit. Misalnya saja membuat kalung sendiri dari bahan serderhana. Pada musim libur, jika ada sedikit dana, dapat juga dicoba kelas-kelas kreativitas,seperti membatik untuk anak-anak dan dewasa. Bukan hanya sekedar bersenang-senang. Ilmu pun bisa didapat sekaligus   

Selamat mencoba !

Komentar

  1. Ponakan2ku paling senang diajak memasak bergaya chef liburan oaking hemat dan menyenangkan hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bergaya chef itu paling asyik walaupun lebih tepatnya mainin adonan kue dan ngacak-ngacak. Hahaha, tapi yang penting happy

      Hapus
  2. Kalo saya sih kalo liburan di rumah sama ponakan paling main bola kalo nggak mobil-mobilan sama mewarnai, memang hemat tapi kadang dia ga mau berhenti main padahal sayanya dah bosan hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Main bareng sama ponakan asyik tapi capek ya, bro Imawan. Itu seninya, xixixi...

      Hapus
  3. Kalo saya sih mbak lebih asyik untuk bersih-bersih rumah mbak kalo lagi liburan di rumah :D

    BalasHapus
  4. Wah cara nya sangat menyenangkan ya. Kini liburan di rumah tidak lagi membosankan ya mbak. :D

    BalasHapus
  5. Wah cara nya sangat menyenangkan ya. Kini liburan di rumah tidak lagi membosankan ya mbak. :D Ulasannya sangat menarik. Senang sekali dapat berkunjung ke laman web yang satu ini. Ayo kita upgrade ilmu internet marketing, SEO dan berbagai macam optimasi sosial media pelejit omset. Langsung saja kunjungi laman web kami sboplaza.com ya. Ada kelas online nya juga lho. Terimakasih ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kunjungannya. Menarik ajakannya untuk upgrade ilmu internet marketing :)

      Hapus
  6. Balasan
    1. Semua senang jika liburan telah tiba. Terima kasih telah membaca atikel mengisi liburan ini...

      Hapus
    2. Semua senang jika liburan telah tiba. Terima kasih telah membaca atikel mengisi liburan ini...

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Menyantap Martabak yang Bikin Bahagia di Martabak Factory

Potongan martabak itu langsung lumat di dalam mulut. Manisnya langsung menguasai dan larut. Seulas senyum kemudian muncul di wajah Melinda, perempuan manis berkerudung itu. Masih ada sisa martabak di piring yang sedang dipegang. Seakan tak ingin berhenti untuk segera menghabiskannya.
“Martabaknya Enak. Green tea-nya terasa,” ujarnya.
Saya pun mengangguk-angguk. Sepotong green tea martabak dari piring yang sama, juga baru saja masuk ke dalam mulut saya. Kami pun tertawa. Sesimpel itu tawa terlepas di Martabak Factory.


Saya jadi ingat tulisan besar berlatar warna ungu yang ada di dinding lantai dasar kafe. Money can’t buy happines, but it can buy Martabak which is pretty much the same thing.
Betul juga, pikir saya. Bahagia itu sederhana. Uang pun tidak bisa membelinya.  Namun lewat martabak yang dibeli pakai uang, bahagia bisa datang. Setidaknya lewat rasa manis yang menyatu  dalam mulut.  
Apalagi bila disantap bersama teman-teman. Martabak, kuliner yang sangat populer di Indonesia ini mem…