Langsung ke konten utama

Dari Lezatnya Semangkuk Tokyo Bowl, Kubayangkan Tokyo Tower


Chicken Karaage Mayo, salah satu dari menu baru Hokben yang akan mengantarkan ke Tokyo Tower (foto:riapwindhu)


“Tunggu sebentar,  ya. Baru habis. Masih dimasak,”  kata pelayan laki-laki yang berada di balik counter Hokben, saat saya memesan Chicken Karaage Mayo, Sabtu siang itu. Seperti halnya saya, agaknya cukup banyak teman-teman saya yang memesan menu Chicken Karaage Mayo, salah satu menu terbaru Tokyo Bowl, Hokben.

Baiklah, saya menunggu sedikit tak apa. Saya ingin mencicipi rasa ayam bertoping mayonais yang tersaji di dalam mangkok. Chicken Karaage Mayo. Hmmm, entah mengapa saya ingin mencoba menu baru hokben Tokyo Bowl yang satu ini. Apalagi, menyebut kata Tokyo, salah satu tempat yang ingin saya kunjungi suatu saat. Amin.  

5 Menu Tokyo Bowl dapat dipesan di Hokben (riapwindhu)

Yea, akhirnya Hokben Tokyo Bowl sudah tersedia di hadapan saya. Segera saya menuju meja dan kursi yang kosong untuk segera menyantap menu baru Hokben yang satu ini.

Tak sabar, saya memegang sumpit untuk mulai menyantap nasi. Ah, cantik sekali tampilan Chicken Karaage Mayo ini. Di dalam mangkok berwarna hitam, ada nasi putih yang di atasnya ada beberapa  bungkahan daging ayam, yang di atasnya lagi ditambah dengan mayonais.

Selain itu, ada juga taburan seaweed atau rumput laut dan daun bawang di atasnya. Warna hijau daun membuat tampilan sajian Chicken Karaage Mayo menarik. Menyatu dengan warna cokelat daging ayam dan putihnya nasi.

Menu Chicken Karaage Mayo yang langsung tandas disantap (dokpri)

Hmm. Nyam, suapan pertama daging ayam Chicken Karaage Mayo yang masuk ke dalam mulut terasa lembut. Mengunyahnya tak perlu mengernyitkan dahi. Gurih. Mayonaisnya berpadu. Rumput laut dan daun bawang turut memberi rasa. Enak...

Tak perlu lama, Chicken Karaage Mayo habis saya santap. Kenyang. Porsi nasi dalam mangkuk memang terasa ‘nendang’. Cocoklah buat mereka yang sedang lapar, seperti untuk makan siang. Nasi putihnya padat.

Saat menyantap Chicken Karaage Mayo, saya menatap dinding resto family Hokben di hadapan  saya.  Dinding-dinding di resto ini dihiasi  atau berisi tulisan mengenai Hokben, tapi tulisan yang ada di dapan saya benar-benar beda. Mengenai From Tokyo Bowl to Tokyo Tower.

From Tokyo Bowl to Tokyo Tower. Siapa yang nggak mau? (dokpri)

Di depan resto Hokben, tulisan ini pun ada. Hanya saja, saya baru-baru benar membacanya penuh saat duduk dan membacanya langsung  di hadapan saya.

Mau Tahu Cara Enak Buat ke Tokyo?
Gampang. Beli Hokben Tokyo Bowl dan upload foto/video ekspresi saat kamu makan Hokben Tokyo Bowl beserta struk pembeliannya dan mention temen yang mau diajak ke Tokyo. Ada  10 tiket  Jakarta-Tokyo (PP) untuk lima pemenang. Masing-masing @pemenang, dua tiket.

Tokyo. Saya ingin kesana dan wow, gambar Chicken Karaage Mayo ada di antara Tokyo Tower. Ah, semoga berkesempatan karena promonya masih hingga 31 Oktober 2017 ini.

Menikmati menu Tokyo Bowl (dokpri)

Oh, Chicken Karaage Mayo merupakan salah satu dari menu baru Tokyo Bowl lainnya, selain Chicken Katsu saus Tare, Chicken Steak. Tiga menu yang serba berbahan ayan. Sebelumnya ada  Tori Soboro dengan daging ayam, dan Gyu Soboro dengan daging sapi, yang diperkenalkan ke publik Indonesia lebih dulu meski tetap  pada tahun 2017. 


Saat bersantap Sabtu siang 7 Oktober, saya dan teman-teman saya bisa memilih salah satu dari menu Tokyo Bowl. Apa bedanya, ya? Dari namanya bowl, tentu saja semua nasi diletakkan di dalam mangkuk. Jika semua berbahan ayam, hanya  Gyu Soboro yang berbahan sapi.

Selebihnya sama, yakni dalam setiap mangkuk dihiasi dengan potongan seaweed atau rumput laut dan daun bawang. Nah, menyantapnya ini yang seru ! Bisa sambil membayangkan ke Tokyo Tower. 


Teman, saudara, kerabat, hingga keluarga senang berkunjung ke Hokben (dokpri)

Selama menyantap siang Chicken Karaage Mayo di Hokben Blok M Plaza, saya melihat resto family penuh dikunjungi oleh keluarga yang membawa anak mereka. Ada juga sekelompok anak muda, yang bisa jadi merupakan teman, saudara, maupun kerabat mereka.

Nongkronk di Hokben memang asyik. Resto ini memiliki kelebihan yang membuat kami betah tak hanya dari sekedar  tempatnya yang enak buat kongkow. Menu-menu pilihan disini, tentunya termasuk menu Tokyo Bowl, sangat disukai lidah orang Indonesia.

Haha, resto ini pula yang menjadi tempat saya dan teman-teman sejak kuliah hingga bekerja,  untuk mencari makanan yang enak dengan harga terjangkau. Menyantap makanan yang membuat ketagihan. Pilihan mana lagi, selain ke Hokben? 

Hokben Blok M Plaza (dokpri)


Daging Ayam dan Daging Sapi
Mengenai lima varian baru Tokyo Bowl, Irma Wulansari, Marketing Communication Hokben mengatakan, memang pilihannya hanya ayam dan daging sapi.
“Menu daging ayam dan daging sapi sangat disukai oleh masyarakat Indonesia,” kata Irma, Sabtu 7 Oktober 2017,  di Hokben Blok M Plaza.   

Inilah menu kesekian yang diprediksikan akan disukai masyarakat Indonesia. Terlebih dengan adanya kemungkinan untuk pergi melancong ke Tokyo Tower.  Menu yang dengan mudahnya didapatkan di resto family Hokben yang ada di seluruh Indonesia.

Salah satu gerai Hokben di Bandung (slidepaparan)

Irma menjelaskan, saat ini gerai hokben tersebar di berbagai lokasi. Di Indonesia, Hokben untuk pertama kalinya ada mulai 18 April 1985, di Jakarta. Tepatnya di Kebun Kacang. Tahun 1990, pertama kalinya resto family asal Jepang ini hadir di Bandung.

Dulu, Hokben diikenal dengan Hoka-Hoka Bento. Sejak tahun 2013, dilakukan peremajaan dan pembaharuan logo dari Hoka Hoka bento menjadi Hokben

Hokben menyediakan delivery untuk pelanggan (dokpri)
Irma menuturkan, pertumbuhan Hokben di Indonesia cukup pesat. Tahun 2005, pembukaan gerai pertama di Surabaya. Ada 10 store Hokben yang tersebar di berbagai lokasi di Surabaya dan Malang.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan memberikan pelayanan terbaik, mulai tahun 2007, Hokben meluncurkan  call center dan Hokben Delivery 1-500-505
2008. Selain juga meluncurkan website Hokben dengan fasilitas pesan online dan  memperkenalkan paket Kidzu Bento untuk anak-anak.




Community Pattern yang ada di Hokben (slidepaparan)

Arti Community Pattern (slidepaparan)

Nah, untuk memberikan kenyamanan pelanggannya di Indonesia yang mayoritas muslim, mulai tahun 2008, Hokben memperoleh sertifikat Halal. Tahun 2010 dilakukan  pembukaan gerai baru di Jawa Tengah (Yogyakarta, Semarang, Solo), dan Bali. Tahun 2012,  dilakukan peluncuran Hocafe.  Hingga saat ini,  Hokben memiliki 150 gerai di Jawa dan Bali

Untuk menghormati para pelanggannya, Hokben memiliki kekhasan adanya community pattern. Inilah yang membedakannya dengan resto-resto lain yang ada di Indonesia. Seperti apa? Kalian bisa melihatnya di dinding-dinding resto maupun di souvenir milik Hokben. Ternyata, setiap lambang ada artinya, lho!

Tokyo Tower yang Menggoda
Kembali ke menu Tokyo Bowl, semua yang mencicipinya tidak akan menyesal. Pastinya semua juga akan bahagia. Tidak hanya kenyang, harga yang ditawarkan bisa terjangkau oleh kantung. Tempatnya pun asyik.

Tori Soboro hanya seharga Rp.27.000. Gyu Soboro Rp.31.000. Chicken Katsu Rp.31.000. Chicken Karaage Mayo Rp.37.000, dan Chicken Steak Rp. 37.000. Nah, selama bulan promo, disediakan gratis minuman Ocha. Saat ini pun, ada promo pay 2 get 3. Lumayan pakai banget. 

Ehem, saya pun sempat mencoba Chicken Steak. Ternyata rasa ayam panggang ini gurih banget.  Penyajiannya pakai kulit ayam. Buatku sih lebih enak,  tapi ada juga yang tak begitu suka. Chicken Steak ini ada rasa hotnya. 

Lima Menu Tokyo Bowl 

Daging ayam cincang, saus teriyaki, nori, dan daun bawang (dokpri) 
Daging cincang sapi dengan saus teriyaki (dokpri)

Chicken Katsu Favorit dengan nori dan daun bawang (dokpri)


Steak  daging panggang ayam bertabur wijen, rumput laut, daun bawang. Ada yang hot, lho! (riapwindhu)


Bungkahan daging ayam, diberi saus mayonaise, nori, dan daun bawang (riapwindhu)


Kalau mau tambah menu lainnya, bisa dilengkapi dengan puding, teh manis kotak, hingga es serut setelah menyantap Tokyo Bowl. Hmm, benar-benar asyik apalagi jika untuk siang hari.   

Lucunya es ini (riapwindhu)
Selama berada di Hokben Blok M Plaza, berkali-kali, mata pun memandang miniatur Tokyo Tower berwarna merah yang diletakkan lima menu Tokyo Bowl. Aih, dari semangkuk Tokyo Bowl alangkah indahnya bila sampai ke Tokyo Tower. Apalagi, syaratnya tak sulit. Perkembangannya bisa dilihat media sosial Hokben.  


Sebelum pulang, saya akhirnya berfoto dulu di nuansa Jepang yang ada. Yups, siapa tahu. Dengan Tokyo Bowl, DonBuri, Be Happy!

Menyantap Tokyo Bowl, bisa ke Tokyo Tower ! (dokpri)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Menyantap Martabak yang Bikin Bahagia di Martabak Factory

Potongan martabak itu langsung lumat di dalam mulut. Manisnya langsung menguasai dan larut. Seulas senyum kemudian muncul di wajah Melinda, perempuan manis berkerudung itu. Masih ada sisa martabak di piring yang sedang dipegang. Seakan tak ingin berhenti untuk segera menghabiskannya.
“Martabaknya Enak. Green tea-nya terasa,” ujarnya.
Saya pun mengangguk-angguk. Sepotong green tea martabak dari piring yang sama, juga baru saja masuk ke dalam mulut saya. Kami pun tertawa. Sesimpel itu tawa terlepas di Martabak Factory.


Saya jadi ingat tulisan besar berlatar warna ungu yang ada di dinding lantai dasar kafe. Money can’t buy happines, but it can buy Martabak which is pretty much the same thing.
Betul juga, pikir saya. Bahagia itu sederhana. Uang pun tidak bisa membelinya.  Namun lewat martabak yang dibeli pakai uang, bahagia bisa datang. Setidaknya lewat rasa manis yang menyatu  dalam mulut.  
Apalagi bila disantap bersama teman-teman. Martabak, kuliner yang sangat populer di Indonesia ini mem…