Langsung ke konten utama

Menjadi Pebisnis Bersama MLM Syariah K-LINK

Presiden Director K-LINK Dato' DR. Mhd Radzi Saleh  (dokpri)

"Excellence is perfection. Although K-LINK isn't perfection, we do arrived to the best"

Kalimat yang disampaikan Presiden Director K-LINK Dato' DR. Mhd Radzi Saleh mengenai K-LINK, seakan menandaskan jika perusahaan Multi Level Marketing (MLM) yang dipimpinnya itu, bisa jadi bukanlah yang sempurna. Namun selalu melakukan yang terbaik.

Kalimat yang dibaca pak Radzi, sapaan Dato' Mhd Radzi Saleh,  sama persis dengan tulisan dalam bingkai yang ada di dinding belakang lelaki itu duduk, dalam ruangan pertemuan gathering blogger member K-LINK, di gedung kantor K-LINK, Jakarta, Rabu 27 September 2017.

Dalam ruangan itu, memang terdapat sejumlah kata-kata penyemangat.  Rasa antusiasme dan semangat, merupakan pembakar yang tak pernah akan habis dalam menjalankan bisnis. Selain intuisi dan visioner tetunya. Termasuk dalam menjalankan bisnis MLM.

Cukup terbukti, K-Link Indonesia yang berdiri sejak Mei 2002, mampu bertahan hingga tahun 2017 ini. Selama 15 tahun menemani masyarakat Indonesia, selama itu pula pak Radzi memegang kegiatan operasional harian perusahaan K-LINK.

Merek K-LINK di Indonesia, yang merupakan negara kepulauan dan terbesar di dunia,  terbangun. Gedung yang megah bertuliskan K-LINK bisa terlihat dengan jelas oleh siapa pun yang melintasi Jl. Jendral Gatot Subroto.     

Keyakinan telah mengantarkan pak Radzi yang berpengalaman dalam bidang penjualan langsung lebih dari 25 tahun, berhasil mewujudkan K-LINK sebagai perusahaan Multi Level Marketing tebesar di Indonesia.

Maka, lelaki berlogat melayu kental yang tetap berpenampilan sederhana ini, sangat yakin bila orang Indonesia sendiri akan mampu melakukan yang lebih baik. Menjadi leader.  Menjalankan bisnis untuk meningkatkan kualitas hidupnya lebih tinggi.
Kesuksesan pak Radzi membangun bisnis MLM syariah telah dituangkan dalam buku Breaking Fee, harga sebuah kesuksesan. Mengubah Hidup Ribuan Orang Mencapai Impian.  Buku yang memotivasi orang untuk melangkah maju.

K-LINK merupakan bisnis MLM murni (dokpri)

Menjadi Pebisnis
Ah, ya. Siapa yang tak ingin menjadi pebisnis? Mencapai impian? Tak melulu hanya sekedar karyawan biasa atau pekerja freelance seperti umumnya. Siapa pun pastinya ingin memiliki sebuah usaha, yang mungkin saja bisa diwariskan kepada keluarganya. Juga, bisa berbuat baik kepada orang sekitar karena memiliki penghasilan bernilai puluhan juta setiap bulannya.

Peluang itu hadir saat mengetahui K-LINK memberikan kesempatan dengan merangkul para blogger, untuk menjalankan K-LINK secara online. Saat ini, segala sesuatunya memang terhubung dengan internet.

Serba digital. Smartphone dan laptop yang terkoneksi sambungan internet membuka peluang yang sangat besar untuk berbisnis. Mempermudah memperkenalkan K-LINK, waktu yang fleksibel, dapat dilakukan dimana saja.

Tapi tunggu dulu, K-LINK itu MLM? Pak Radzi tak menampik bisnis MLM masih mempunyai sisi pandang negatif dalam masyarakat Indonesia. Namun, itu tak lebih karena terlalu bersemangatnya para pelaku MLM yang ada.

Sejatinya,  Multi Level Marketing (MLM) merupakan bisnis yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia. Hingga kini, bisnis MLM telah menjadi sandaran dan telah mengangkat banyak taraf hidup pelakunya.

Nandang Hermansyah, IT Senior Manager K-LINK menegaskan jika K-LINK bukanlah perusahaan Money Game. Perusahaan yang jelas sebagai multilevel marketing murni. Faktor yang membedakannya adalah memiliki rumus perhitungan bonus yang jelas.

Bila bukan perusahaan benar, lanjut Nandang,  K-LINK Indonesia tak akan sanggup bertahan selama 15 tahun. Apalagi, dengan pusat di Malaysia, K-LINK  mememiliki gedung sendiri di Indonesia. Inilah bukti tak main-main menjalankan bisnis MLM-nya.

Nandang menambahkan,  produk kesehatan dengan label K-LINK keseluruhnnya telah teruji dengan baik. Meski memiliki harga yang dipandang mahal, itu sesuai dengan  kualitas produk yang dihasilkan. Yang jelas, selama ini, K-Link Indonesia telah berperan di masyarakat untuk membantu menyediakan produk penunjang kesehatan masyarakat.

Satu hal yang tak terbantahkan adalah K-LINK telah menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat luas di Indonesia yang berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa. Tak mungkin menyandarkan kepada pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja sebanyak itu  

Bisnis K-LINK pun sesuai untuk perempuan yang juga memiliki talenta berkarier. Apalagi, bisnis K-LINK berdasarkan syariah. Sangat cocok untuk masyarakat  Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Penghasilan yang bisa didapatkan tidak terbatasi. 

Nandang menjelaskan, ada sejumlah tipe masyarakat Indonesia terhadap K-LINK, yakni (1). Murni menggunakan produk. (2). Sebagai distributor tetapi juga pengguna produk, (3). Sebagai distributor dan pengguna produk sekaligus menjalanlan bisnis dari K-LINK.



K-LINK membuka peluang berbisnis dengan marketing plan yang jelas (dokpri)

K-LINK Marketing Plan
Marketing Plan yang jelas merupakan keunggulan dari K-LINK MLM Syariah. Tak sulit untuk bergabung menjadi distributor. Hanya dengan Rp. 200.000, sudah bisa bergabung. Mendapatkan ID Keanggotaan, mendapatkan paket starterkit lengkap dengan panduan, mendapatkan produk non BV dari K-Link yang sudan ditentukan dan dibundling dengan pendaftaran

Ada juga cara join lainnya yang lebih murah, yakni hanya dengan Rp. 50.000 sudah akan mendapatkan ID Keanggotaan, starter kit dan info pendukung da[ay didownload di web www.k-link.co.id menu Member Area.

Dalam penjelasan-penjelasanya, tak hanya mendorong para distributor memasarkan produk, K-LINK  membantu memajukan kualitas distributor-distributornya dengan pelatihan dan seminar.

K-LINK memiliki sejumlah istilah dalam marketing plan, yakni
1. BV = Business Value
Nilai dari setiap barang terjual dalam jaringan Anda yang akan menjadi nilai untuk perhitungan penghasilan. Nilai ini diperlukan karena adanya nilai perbedaan mata uang pada setiap negara.
2. PBV = Personal Business Value
Nilai bisnis yang didapat dari pembelanjaan pribadi
3. PGBV = Personal Group Business Value
Nilai bisnis yang didapat dari pembelanjaan dan jaringan langsung yang belum mencapai  peringkat manager.
4. GBV = Group Business Value
Nilai Bisnis yang didapat dari pembelanjaan jaringan
5. Accumulation BV
Jumlah nilai bisnis total dari setiap pembelanjaan dari jaringan langsung yang belum manajer sejak bergabung hingga sekarang
6. Current BV
Jumlah nilai bisnis total dari setiap pembelanjaan pribadi dan jaringan yang belum manajer dalam satu bulan berjalan.

Ada penghasilan Dual Plan.yang bakal diperoleh. Di Plan A, ada bonus pengembangan, bonus kepemimpinan, dana rumah/mobil, bonus akhir tahun, hingga liburan ke luar negeri.

K-LINK juga memiliki keunikan pemasaran Internsional. Dengan kenaikan peringkat yang mudah, bonus kepemimpinan dinikmati hingga 27 level, sistem akumulasi (tanpa batasan waktu), tidak ada penurunan peringkat, pembagian keuntungan semua level (tiada perselisihan di kalangan usahawan), tanpa ada tekanan, sistem pembagian keuntungan global, bisnis yang bisa diwariskan.

Hmm, menarik. Apalagi Khairul Anuar bin Salim, leader K-LINK di Malaysia  sambil memegang logo K-LINK yang ada di bagian dada kiri bajunya yang berwarna biru  mengatakan, sangat suka bila ada di Indonesia memakai baju yang ada tulisan K-LINK.

Kenapa lelaki berkacamata yang merupakan ini bilang, kalau pakai baju bertuliskan di Indonesia itu sangat menyenangkan?

Jawabnya, orang Indonesia rata-rata sudah tahu K-LINK. Begitu juga dengan produk K-LINK yang sudah sangat dikenal. "Orang pasti tanya K-LINK? Ada Klorofil ya?"

Ya, selama 15 tahun K-LINK sudah hadir di Indonesia dengan berbagai produk.
Klorofil paling banyak disuka karena banyak khasiat. Bisa dikonsumsi mulai anak-anak hingga manula. Fungsinya sebagai pengganti sayur.Hingga kini produk premium ini sudah terjual jutaan botol.

Peduli dengan dunia digital yang berkembang K-LINK website kini telah memiliki 4 website, yakni  www.k-link.co.id  (website corporate K-LINK Indonesia),  www.k-link.co.id/memberarea (website K-Link Viral Marketing),  www.k-net.co.id  (website e-commerce K-Link Ind), www.k-linkindo.com/member  (website K-Link Malaysia)

Sehingga, tak akan sulit memasarkan produk K-LINK lainnya yang  memiliki khasiat kesehatan. Nah, kalau saya sudah bergabung,  saatnya giliran Anda untuk mewujudkan mimpi  yang belum tercapai bersama K-LINK ! Jangan lupa klik disini , ya !


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mengagumi Indonesia Melalui Pameran Koleksi Lukisan Istana Kepresidenan RI Senandung Ibu Pertiwi

Wow ! Sebuah lukisan Perkawinan Adat Rusia yang tampak megah dan berukuran sangat besar langsung memikat mata, saat langkah kaki baru memasuki gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jl Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta, untuk melihat pameran koleksi lukisan Istana Kepresidenan berjudul Senandung Ibu Pertiwi, Minggu 27 Agustus 2017.
Meski bukanlah karya asli pelukis Rusia Konstantin Yegorovich Makovsky yang dibuat tahun 1881 dan hanya ditampilkan melalui LED, dalam pameran yang diselenggarakan untuk umum 2-30 Agustus 2017, lukisan itu seakan menyapa saya dan setiap pengunjung yang baru datang. Posisinya berada di sebelah kiri pintu masuk ruangan paling depan galeri nasional.
Karya asli abad ke-19 dengan ukuran 295 cm x  450 cm yang ditaksir bernilai sekitar Rp.18 Miliar itu sudah sangat tua, sehingga tak bisa dipindahkan dari Istana Bogor.



Untunglah, saya bisa datang tidak kesorean. Jelang siang, pengunjung Galeri Nasional semakin banyak. Saya memandang cap bertuliskan Senandung Ibu Perti…

Menyantap Martabak yang Bikin Bahagia di Martabak Factory

Potongan martabak itu langsung lumat di dalam mulut. Manisnya langsung menguasai dan larut. Seulas senyum kemudian muncul di wajah Melinda, perempuan manis berkerudung itu. Masih ada sisa martabak di piring yang sedang dipegang. Seakan tak ingin berhenti untuk segera menghabiskannya.
“Martabaknya Enak. Green tea-nya terasa,” ujarnya.
Saya pun mengangguk-angguk. Sepotong green tea martabak dari piring yang sama, juga baru saja masuk ke dalam mulut saya. Kami pun tertawa. Sesimpel itu tawa terlepas di Martabak Factory.


Saya jadi ingat tulisan besar berlatar warna ungu yang ada di dinding lantai dasar kafe. Money can’t buy happines, but it can buy Martabak which is pretty much the same thing.
Betul juga, pikir saya. Bahagia itu sederhana. Uang pun tidak bisa membelinya.  Namun lewat martabak yang dibeli pakai uang, bahagia bisa datang. Setidaknya lewat rasa manis yang menyatu  dalam mulut.  
Apalagi bila disantap bersama teman-teman. Martabak, kuliner yang sangat populer di Indonesia ini mem…