Langsung ke konten utama

BPJS Kesehatan Siaga Layanan Kesehatan Untuk Peserta JKN-KIS Selama Mudik Lebaran


Selama periode mudik lebaran, BPJS Kesehatan tetap memberikan layanan kesehatan kepada para peserta JKN-KIS di rumahsakit, kilinik, dan puskesmas yang berafiliasi. (dok.windhu)


Lebaran tahun ini, Nita bersama keluarganya tidak ingin ketinggalan untuk merayakan hari kemenangan di kampung halamannya di Jawa Tengah. Mengendarai mobil pribadi dari Jakarta, bersama adik-adik dan kedua orang tuanya, mudik pun dilakukan.

Namun sebenarnya, Nita agak was was. Ayahnya  yang sudah berusia lebih dari 60 tahun sedang tidak dalam keadaan sehat seutuhnya. Sehingga, harus waspada jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama dalam perjalanan mudik.

Mudik yang aman, nyaman  dan perjalanan yang lancar sangat diinginkan Nita dan keluarganya. Momen silahturahmi bersama keluarga besar, sangat dimungkinkan hanya terjadi satu kali sehari. Apalagi,cuti bersama hari raya saat ini cukup panjang. Jadi, berlebaran juga bisa sekaligus berlibur.

Untunglah, hajatan besar tahunan bangsa Indonesia ini saat hari raya Idul Fitri bertajuk mudik, selalu mendapat porsi dan perhatian khusus dari pemerintah. Sejumlah instansi pemerintah mengagendakan kesuksesan mudik tahunan yang aman dan nyaman.

BPJS menyediakan posko mudik selama mudik lebaran . Ini disampaikan dalam konferensi pers di BPJS Pusat Jakarta, Mei 2019 (dok.windhu)


Salah satunya adalah BPJS Kesehatan yang juga sudah mempersiapkannya.  Selama periode mudik, BPJS Kesehatan tetap beroperasi pada tanggal 29 Mei - 13 Juni 2019, atau tepatnya dari H-7 sampai H+7 Lebaran 2019.

Seluruh  peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan. Layanan ini juga berlaku untuk  peserta JKN-KIS yang mudik ke luar kota dan daerah.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf dalam Konferensi Pers Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Pusat Jakarta menegaskan, seluruh  peserta JKN-KIS yang sedang mudik, kemudian membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut.

Layanan kesehatan tetap bisa diperoleh peserta di FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Lokasi daftar FKTP kerjasama  dapat dilihat di aplikasi Mudik BPJS Kesehatan. Bisa juga dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Rujukan BPJS, Beno Herman mengatakan, seandainya tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur Lebaran di suatu wilayah, atau jia peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, peserta tetap dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

Ketua YLKI Tulus Abadi, Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Rujukan BPJS Beno Heman, dan Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf (dok.windhu)


“Dalam kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS,” ujar Beno.

Tentu saja, catatannya adalah selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku. Memiliki status kepsertaan atif. Tindakan medis yang diperoleh berdasarkan indikasi medis akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan yang melayani tidak diperbolehkan menarik biaya dari peserta JKN-KIS.

Agar peserta JKN-KIS status kepesertaannya tetap aktif. Oleh karena itu, diharapkan peserta bisa  disiplin membayar iuran. Terutama bagi peserta yang  mudik. Selain itu sebaiknya selalu membawa kartu JKN-KIS.

Meski begitu, seandainya lupa  saat  ini peserta tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan menunjukkan identitas kepesertaan yang dimiliki melalui aplikasi Mobile JKN. Aplikasi ini bisa diunduh di playstore atau appstore.

Layanan BPJS Kesehatan Selama Libur Lebaran
Selain layanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga menyediakan pelayanan khusus untuk peserta JKN-KIS, di kantor cabang, kantor kabupaten/ kota pulau jawa, beberapa kantor kabupaten/ kota di luar pulau Jawa, pada tanggal 3,4 dan 7 Juni 2019, pukul 08.00- 12.00 waktu setempat.

Nah apa saja layanan di Kantor BPJS Kesehatan selama libur lebaran?
1. Pendaftaran bayi baru lahir (khusus bagi peserta Pekerja Penerima Upah/PPU dan Penerima Bantuan Iuran/PBI)
2. Pencetakan kartu bayi baru lahir
3. Perbaikan data dan pencetakan kartu peserta PBI yang sedang dirawat inap
4. Re-aktivasi anak PPU berusia di atas 21 tahun yang masih kuliah dan sedang dirawat inap.
5. Penanganan pengaduan yang membutuhkan solusi segera.

Selain di Kantor Cabang, selama masa libur lebaran BPJS Kesehatan juga membuka layanan khusus di rumah sakit melalui Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit yang ditujukan untuk:
1.Pendaftaran bayi baru lahir bagi peserta segmen mandiri
2. Perhitungan denda layanan.
3. Penanganan pengaduan di rumah sakit, baik yang terkait dengan pelayanan rumah sakit maupun pengaduan yang perlu dieskalasi ke BPJS Kesehatan karena membutuhkan solusi segera.

Selain itu, untuk mempermudah proses klaim, BPJS Kesehatan juga siaga di sejumlah titik,  yakni Rest Area Tol Cikampek KM 57, Rest Area Tol Purwakarta KM 88, Rest Area Tol Ungaran KM 429, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Soekarno Hatta, Terminal Pulo Gebang, dan Terminal Bungurasih.

Dalam kesepatan yang sama, Ketua Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI), sangat Tulus Abadi memberikan penghargaan pada  BPJS Kesehatan yang  memberikan layanan kepada Peserta JKN-KIS di masa mudik lebaran.

Hajatan nasional setahun sekali  yang merupakan fenomena upnormal ini memang menuntut adanya layanan publik dari institusi seperti BPJS. Dalam waktu yang sama,  dalam jumlah banyak masyarakat berpindah dari suatu wilayah ke wilayah lain, dari kota ke kampung halaman.

Jadi, para peserta JKN-KIS yang berangkat mudik tidak perlu khawatir dan was-was jika terjadi gangguan kesehatan dalam perjalanan. Selama menjadi peserta aktif yang membayar iuran rutin, layanan ksehatan bisa diperoleh di puskesmas, klinik, dan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Komentar

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar positif demi kemajuan dan kenyamanan pembaca.

Postingan populer dari blog ini

D’Flora, Lipstik Untuk Bibir Hitam dengan Pilihan Warna Bagi Perempuan Aktif

Awalnya saya tidak begitu memperhatikan mengenai masalah bibir hitam. Semua itu baru saya sadari saat Arni, salah seorang kakak perempuansayamengeluhkan warna bibirnya. Jika warna lipstiknya sudah memudar, warna bibir aslinya langsung terlihat. Kakak merasa perlu lipstik untuk bibir hitam yang tepat digunakan sehari-hari. 
“Pernah merokok, kali,” ucap saya asal sambil bercanda. Ups, jelas kakak saya tidak terima.Kakak tidak pernah menyentuh ataupun mencoba-coba rokok. Bahkan mencium bau asap rokok di suatu tempat keramaian umum,kakak sudah tidak suka.
Mungkin saya cukup beruntung karena warna bibir saya tidaklah segelap bibir kakak. Saya tahu usaha kakak untuk membuat warna bibirnya lebih merah dan menarik. Sesekali saya juga mengikutinya.
Buat perempuan, memiliki warna bibir hitam, bibir gelap, ataupun kusam dan kering tidak jarang mengganggu penampilan sehari-hari. Ujung-ujungnya, penampilan yang tidak oke ini juga akan mengurangi rasa percaya diri saat sedang berkumpul dengan banyak o…

Mbak Yani dan Kanker Leher Rahim Stadium 3 B-nya...

HARI  masih pagi. Masih belum pukul 6.00 tapi perempuan itu sudah bersiap-siap. Beranjak untuk segera membersihkan tubuh. Bersiap untuk mandi. Berpakaian yang baik dan sedikit berpupur bedak tipis. Menyantap sedikit makanan yang disediakan agar perut tidak kosong meskipun harus diiringi rasa mual.
“Sudah siap-siap, mbak?” sapa saya.
Perempuan  bertubuh kurus itu tersenyum  manis. Dia hanya tinggal menunggu adik perempuannya yang akan menemaninya.
Kamis 4 Februari 2016 ini, pada pekan ini,  adalah jadwalnya untuk kembali  menjalani transfusi darah di RS Kanker Dharmais, Jl S Parman, Slipi. Upaya penambahan darah itu sangat dibutuhkan perempuan ini untuk memperpanjang kelangsungan hidupnya. 
Pekan lalu, Mbak Yani menghabiskan suplai  tiga kantung darah. Harus ada yang terganti dari keluarnya pendarahan yang terus menerus dari bagian kewanitaan yang  ada di tubuhnya. Pendarahan yang selalu Pendarahan yang harus memaksanya selalu memakai pembalut.
Pendarahan yang secara p…

Minggu Pagi di Aksi #TolakPenyalahgunaanObat Car Free Day

MATA saya menatap kemasan kotak bertuliskan Dextromethorphan yang ada di meja BPOM. Di atas meja itu terdapat sejumlah obat-obatan lain bertuliskan warning, yang berarti peringatan. Ingin tahu saya memegangnya. Membaca kotak luar kemasan obat itu.
 “Ini obat apa?” tanya saya.
Adi, petugas BPOM itu memperlihatkan isi kotak kemasan. Menurutnya, obat Dextromethorpan sudah ditarik dari pasaran. Sudah tidak digunakan lagi karena dapat disalahgunakan oleh pemakainya.
Dextromethorpan yang di kotak kemasannya tertera generik dan terdiri dari 10 blister ini masuk dalam kategori daftar G. Banyak yang menyalahgunakannya untuk mendapatkan efek melayang (fly).

Fly? Pikiran saya langsung teringat kepada peristiwa penyalahgunaan obat yang menghebohkan negeri ini satu bulan lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Korbannya yang anak-anak masih pelajar dan mahasiswa ini.
Pertengahan September 2017, semua terkaget-kaget dengan kabar yang langsung menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Meluas dari satu grup wa k…