Langsung ke konten utama

Tahun 2020, Qlue Targetkan Peningkatan Bisnis di Sektor Swasta dan Luar Negeri

Rama Aditya (Founder&CEO Qlue), Maya Arvini (Chief Commercial Officer), Andre Hutagalung (Co founder& Chief Technology Officer) (dok.windhu)
Rama Aditya (Founder&CEO Qlue), Maya Arvini (Chief Commercial Officer), Andre Hutagalung (Co founder& Chief Technology Officer) (dok.windhu)


Qlue, startup teknologi yang menghadirkan solusi kota pintar di Indonesia, menutup akhir tahun 2019 dengan capaian pertumbuhan hingga 50 % dibandingkan tahun sebelumnya. Ke depannya, start up ini menargetkan ekspansi di dalam dan luar negeri


Saat pemaparan ahir tahun Qlue sekaligus open house yang dilaksanakan Selasa 17 Desember 2019 di kantor PT Qlue Performa Indonesia, Pejaten, Jakarta, founder & CEO Qlue Rama Raditya menyampaikan, jika pertumbuhan yang dicapai Qlue tak lepas dari strategi yang dijalankan selama tahun 2019. 

Qlue menekankan pada tiga faktor, yakni fokus pengembangan produk solusi smart city, ekspansi bisnis di dalam dan luar negeri, dan kolaborasi dengan mitra bisnis yang memiliki kesamaan visi dan misi. Tentu saja tidak lupa melakukan pembenahan internal.

Qlue memperoleh capaian  bisnis 50 % di tahun 2019. Hal ini disampaikan pada pemaparan akhir tahun dan Open House Qlue (dok.windhu)
Qlue memperoleh capaian  bisnis 50 % di tahun 2019. Hal ini disampaikan pada pemaparan akhir tahun dan Open House Qlue (dok.windhu)


Solusi Smart City

Menurut Rama Aditya, solusi smart city berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan mobile workforce yang diberikan Qlue membawa perkembangan positif.  Dari smart city nantinya menuju smart nation. Alhasil, Qlue menjadi pemimpin pasar dengan solusi komprehensif di industri smart city.

“Untuk membangun sebuah kota cerdas diperlukan sebuah effort yang luar biasa. Bukan hanya satu produk dikedepankan, melainkan satu platfom. Karenanya, kita menyebut diri kita sebagai ekosistem. Platform eksosistem kota cerdas Indonesia. Smart City. Hal ini memang belum ada,” tutur Rama.

Klien yang ada, umumnya menginginkan penanganan one for all, baik sektor  pemerintah  ataupun swasta. “Jadi kalau bisa satu kota semua dihandel oleh Qlue dari IOT, AI, pelaporan warganya, dashboardnya dan lainnya, yang diintegrasikan melalui platform itu,” tukas Rama.

Qlue mencatat pertumbuhan bisnis  dengan pendapatan perusahaan di atas 50%. Jumlah klien yang meningkat 89% menjadi 85 klien, terdiri atas instansi pemerintah dan swasta. Sepanjang tahun 2019, banyak sekali aktivitas yang dijalankan Qlue. Event pun digelar di dalam dan luar negeri. Qlue berbeda dengan start up lain dalam memberikan dampak sosial kepada masyarakat.

Dari sebuah smart city platform yang ditawarkan ke pemerintah Jakarta, Qlue pun bertransformasi menjadi ekosistem platform yang sangat kuat di Indonesia. “Ke depannya membantu pembangunan ibu kota baru,” ujar Rama, menyingung  calon ibu kota negara baru Penajam Paser Utara, Kalimantan. 

Pada awal 2020, Qlue berencana untuk menggarap sektor smart environment dengan menciptakan produk yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk ibu kota baru yang berkonsep green city, maka Qlue telah mengembangkan penyaring CO2 menjadi O2. Tentu saja dengan pembenahan infrastruktur, utamanya dalam hal koneksi internet meski kini sudah ada sistem untuk menyimpan data offline bagi user Qlue.

Suasana di kantor Qlue (dok.windhu)
Suasana di kantor Qlue (dok.windhu)


Ekspansi bisnis Qlue di dalam dan luar negeri

Meski tergolong masih bayi dan baru 3 berusia tahun, Qlue terus mengeksplorasi dan berkreasi. Fokus utama tetap di Indonesia, tapi lantaran masih terdapat solusi di luar negeri belum selengkap di Indonesia, Qlue pun merambah luar negeri.

“Kenapa orang Eropa ambil Qlue? Untuk penyedia platform yang end to end, di negara Eropa nggak ada yang serentak seperti itu, Mahal atau tidak sangat kompetitif, sehingga Qlue sukses memendangkan tender,” tutur Maya Arvini, Chief Commercial Officer Qlue.

Co-Founder dan Chief Technology Officer Qlue, Andre Hutagalung, menyampaikan jika saat ini pengguna aplikasi Qlue telah mencapai lebih dari 750 ribu orang di seluruh Indonesia.
Saat ini Qlue telah melayani di lebih dari 40 provinsi, kota dan kabupaten. Sepanjang 2019 Qlue telah membawa dampak positif di lebih dari 30 kota dan kabupaten baru, antara lain Minahasa, Tarakan, Kupang dan 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Belitung.

Anre menyampaikan, Solusi CCTV & Video Analytics  QlueVision juga telah digunakan oleh tiga Balai Besar Jalan Nasional untuk mendapatkan analisis mengenai jumlah kendaraan nyang melewati ruas jalan nasional di Banten, Mataram, dan Papua. Analisis tersebut digunakan oleh Kementerian PUPR untuk menganggarkan perbaikan jalan secara akurat.

Kantor Qlue (dok.windhu)
Kantor Qlue (dok.windhu)



Selain itu, Qlue juga telah mengembangkan aplikasi Polisiku dan command center yang telah diterapkan di 22 Polda dan 5 Polres di seluruh Indonesia dan digunakan di lebih dari 86 ribu personel polisi. Diharapkan, implementasi command center dan aplikasi Polisiku di 34 Polda dan seluruh Polres di Indonesia ditargetkan akan selesai pada pertengahan 2020.Nantinya, seluruh personel polisi dapat melakukan koordinasi dengan baik antara petugas di lapangan dengan command center.

Solusi smart city dapat membantu instansi pemerintah dan swasta untuk semakin cepat dan responsif dalam menerima laporan dan masalah. Dengan memanfaatkan platform berbasis kecerdasan buatan dan IoT, serta integrasi data maka produktivitas kerja dapat ditingkatkan. Efisiensi dalam menangani permasalahan kota pun bisa diperoleh.

Andre mengatakan memasuki tahun 2020, Qlue terus mengembangkan solusi smart city yang berfokus pada smart mobility, smart security, dan smart environment. Saat ini Qlue telah memiliki QlueApp, yaitu aplikasi pelaporan warga, QlueWork, yaitu aplikasi untuk meningkatkan koordinasi antar instansi yang efektif, QlueVision, yaitu CCTV integration and analysis berbasiskan kecerdasan buatan, QlueDashboard sebagai platform visualisasi data, dan QlueSense, solusi smart city berbasiskan IoT.

Teknologi Facial Recognition untuk pemindaian wajah yang diembangan Qlue (dok.windhu)
Teknologi Facial Recognition untuk pemindaian wajah yang diembangan Qlue (dok.windhu)



Hingga tahun 2019, Qlue meraih berbagai apresiasi dari berbagai asosiasi atau instansi di dalam dan luar negeri. Keberhasilan itu antara lain meraih Best M-Government Service Awards di The World Government Summit 2019, Startup of The Year 2019 dari Jumpstart Magazine Hong Kong, Indonesia Best IoT Startup 2019 dari ASEAN Rice Bowl Startup Awards 2019, hingga The Innovator Awards 2019 dari Majalah ForbesIndonesia.

Qlue juga memperoleh dukungan dari berbagai badan dan asosiasi, baik dari luar maupun dalam negeri seperti GSMA, Microsoft, NVIDIA, Facebook, hingga Gojek. Rama menegaskan jika dukungan dari khalayak internasional semakin memantapkan langkah Qlue terus berekspansi di luar negeri. Apresiasi yang didapatkan menjadi inspirasi dan penyemangat untuk terus mengembangkan bisnis dan teknologi Qlue.

Pembenahan Internal dan Kolaborasi Mitra Bisnis

Ekspansi bisnis di dalam dan luar negeri yang dilakukan oleh Qlue pun mau tak mau harus didukung oleh performa tim pengembangan bisnis yang melakukan penjualan secara langsung dan dibantu oleh mitra bisnis yang memiliki kesamaan visi dengan Qlue, mulai dari system integrator, penyedia platform dan perangkat keras, hingga firma konsultan.

Maya Arvini, Chief  Commercial Oficer Qlue (ok.windhu)
Maya Arvini, Chief  Commercial Oficer Qlue (ok.windhu)



Sejak bergabungnya Chief Commercial Officer Qlue Maya Arvini pada tahun 2019,  yang memimpin secara bisnis dan komersial, telah dilakukan perombakan habis-habisan tim marketing, tim R&D, serta  membangun tim channel dan tim enterprise

Untuk pembenahan sistem internal, Qlue banyak merekrut dan efisiensi. Jumlah karyawan kantor  hingga engineer on site hanya 80 orang. Kenapa melakukan perapihan dan perombakan sistem? Maya beralasan, justru lantaran Qlue masih kecil  bila dibandingkan dengan startup lain. Sehingga, harus dilakukan sekarang saat masih growth.

Penghargaan yang diperoleh Qlue (dok.windhu)
Penghargaan yang diperoleh Qlue (dok.windhu)


Dari 85 klien Qlue saat ini, terdiri dari instansi pemerintah sebesar 55% dan swasta sebesar 45%. Tahun 2020, Qlue fokus untuk terus melakukan ekspansi di sektor swasta, dengan meningkatkan target 60% dari sektor swasta dan 40% dari instansi pemerintah. Qlue menargetkan akan melakukan implementasi di lebih dari 100 kota di Indonesia, dan di lima kota di Asia dan Eropa.

Maya dengan optimis menyampaikan target pertumbuhan bisnis lebih dari 50% di 2020. Qlue saat ini telah memiliki kantor perwakilan di Kuala Lumpur, Malaysia. Kami menargetkan Qlue terus melakukan ekspansi di luar negeri, dengan mengincar pasar Asia dan Eropa pada tahun 2020 mendatang.

Komentar

  1. Ekspansi bisnis +Qlue ini emang keren banget. Smg lekas jadi the next unicorn ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya keren banget. Semoga start up ini bisa jadi next unicorn yang bikin bangga bangsa.

      Hapus
  2. aku tuh pakai aplikasi ini dari awal karena ini dulu jadi program pemerintah gtu untuk pengurus RT dan RW. tapi mulai awal tahun depan beralih ke aplikasi lain, sebenrya aplkkasi ini membantu banget si

    BalasHapus
  3. Beberapa kali baca soal Qlue, tapi yang ini lengkap banget deh.

    BalasHapus
  4. Targeting pemasarannyanya bagus nih qlue mengincar smart city yangmana kalo start up lebih banyak di ecommers.

    BalasHapus
  5. wah, walau baru 3 tahun. karya2nya sudah digunakan oleh kemen PUPR bahkan 22 POlda juga sudah menggunakan karyanya Qlue ya. keren sih ini. Sukses terus buat Qlue.

    BalasHapus
  6. Qule keren ya kak, bisa bertumbuh sampai 50% , artinya pasar menerima dan worthit dengan kebutuhan masyarakat.

    BalasHapus
  7. Aku tuh dulu pernah download ini loh, kalau menurutku ini memang bagus banget jadi semacam tempat pengaduannya masyarakat gitu. Semoga Qlue bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh penggunanya ya.

    BalasHapus
  8. Oooo qlue masih ada, ya. Dulu pernah tau qlue tentang pelaporan-pelaporan yang nggak beres di birokrasi kalau nggak salah. Sekarang pas baca lagi tulisan Mbak Windhu, ternyata start up ini udah berkembang pesat. Semogaaaa beneran bakal jadi smart nation, bukan lagi smart city. Kan mau ekspansi ke luar negerk, go internesyenel macem Cinca Laura.

    Sukses terus ya Qlue!

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar positif demi kemajuan dan kenyamanan pembaca.

Postingan populer dari blog ini

D’Flora, Lipstik Untuk Bibir Hitam dengan Pilihan Warna Bagi Perempuan Aktif

Awalnya saya tidak begitu memperhatikan mengenai masalah bibir hitam. Semua itu baru saya sadari saat Arni, salah seorang kakak perempuansayamengeluhkan warna bibirnya. Jika warna lipstiknya sudah memudar, warna bibir aslinya langsung terlihat. Kakak merasa perlu lipstik untuk bibir hitam yang tepat digunakan sehari-hari. 
“Pernah merokok, kali,” ucap saya asal sambil bercanda. Ups, jelas kakak saya tidak terima.Kakak tidak pernah menyentuh ataupun mencoba-coba rokok. Bahkan mencium bau asap rokok di suatu tempat keramaian umum,kakak sudah tidak suka.
Mungkin saya cukup beruntung karena warna bibir saya tidaklah segelap bibir kakak. Saya tahu usaha kakak untuk membuat warna bibirnya lebih merah dan menarik. Sesekali saya juga mengikutinya.
Buat perempuan, memiliki warna bibir hitam, bibir gelap, ataupun kusam dan kering tidak jarang mengganggu penampilan sehari-hari. Ujung-ujungnya, penampilan yang tidak oke ini juga akan mengurangi rasa percaya diri saat sedang berkumpul dengan banyak o…

Go-Box, Solusi Pindahan Nggak Pakai Repot

SENYUM mengembang dari wajah Ani, saat sudah pasti akan segera pindah rumah. Maklum, menjadi kontraktor alias orang yang mengontrak selama ini cukup melelahkan. Mimpi tinggal secara tenang di rumah milik sendiri menjadi kenyataan. Di rumah baru, segala sesuatunya pasti lebih tenang. Apalagi setelah menikah 5 tahun.
Memang, bukanlah rumah besar. Punya dua kamar tidur, dengan ruang tamu, ruang makan, dapur, dan kamar mandi. Sedikit halaman kecil buat menanam tumbuhan ataupun bunga. Sudah pasti membahagiakan.  
Lokasi rumah baru di wilayah Gunung Putri, Bogor. Selama ini, tinggal di Pluit, pada lokasi cukup padat dan nyaris tidak memiliki halaman. Ah, betapa menyenangkan, pikir Ani.
Segera, semua barang yang ada di rumah pun dikemas. Packing ini dan itu. Tidak ada yang boleh tertinggal karena sebenarnya tidak banyak juga barang yang dibeli. Pertimbangannya saat itu, khawatir repot jika akan pindahan ke suatu tempat. Jadi yang penting-penting saja dan betul-betul bisa menunjang hidup sehari…

Minggu Pagi di Aksi #TolakPenyalahgunaanObat Car Free Day

MATA saya menatap kemasan kotak bertuliskan Dextromethorphan yang ada di meja BPOM. Di atas meja itu terdapat sejumlah obat-obatan lain bertuliskan warning, yang berarti peringatan. Ingin tahu saya memegangnya. Membaca kotak luar kemasan obat itu.
 “Ini obat apa?” tanya saya.
Adi, petugas BPOM itu memperlihatkan isi kotak kemasan. Menurutnya, obat Dextromethorpan sudah ditarik dari pasaran. Sudah tidak digunakan lagi karena dapat disalahgunakan oleh pemakainya.
Dextromethorpan yang di kotak kemasannya tertera generik dan terdiri dari 10 blister ini masuk dalam kategori daftar G. Banyak yang menyalahgunakannya untuk mendapatkan efek melayang (fly).

Fly? Pikiran saya langsung teringat kepada peristiwa penyalahgunaan obat yang menghebohkan negeri ini satu bulan lalu di Kendari, Sulawesi Tenggara. Korbannya yang anak-anak masih pelajar dan mahasiswa ini.
Pertengahan September 2017, semua terkaget-kaget dengan kabar yang langsung menjadi topik pembicaraan dimana-mana. Meluas dari satu grup wa k…