Langsung ke konten utama

Merawat Sejarah Bangsa Melalui Melalui Jejak Tulisan dan Gambar

Foto dengan kamera Huwei nova31 dual camera yang diberikan pada peserta Napak Tilas Kemerdekaan RI 2018 (dok. Huawei)


Mata saya memandang patung dua proklamator kemerdekaan RI Soekarno dan Hatta yang  berada di kawasan Tugu Proklamasi, Jl. Cikini, Jakarta Pusat. Sebuah teks proklamasi tertulis di tengahnya, bisa dibaca oleh siapa saja.

Sabtu 25 Agustus 2018, kawasan Tugu Proklamasi sejak pukul 7.00 sudah ramai oleh ratusan orang. Saya merupakan salah satu di antaranya. Disini, saya juga bertemu dengan teman-teman lain sesama blogger yang akan mengikuti Napak Tilas Kemerdekaan RI 2018.

Sudah sejak lama saya menyukai hal-hal yang berkaitan dengan  sejarah, tetapi dibungkus dengan kegiatan jalan-jalan yang asyik. Semula saya hanya sekedar membaca beragam artikel saja. Setelah itu melalui ajakan teman akhirnya mulai ikutan sebagai peserta dalam kegiatan yang ada kaitannya wisata sejarah.  

Beberapa tahun belakangan ini saya akhirnya mulai aktif menulis.  Ngeblog istilahnya. Meski tergolong pemula di dunia blogging, saya mengusahakan yang terbaik supaya tulisan saya memiliki manfaat saat dibaca. Belakangan tak hanya itu, gambar atau foto yang ditampilkan akan lebih mengundang orang untuk bisa memahami maksud sebuah penulisan.


Maka, saya hadirlah dalam kegiatan napak tilas kemerdekaan RI melalui Komunitas Jelajah Budaya. Ini adalah Napak Tilas Kemerdekaan kedua di tahun 2018 yang saya ikuti.

Sebelum peringatan hari Kemerdekaan RI ke-73 tanggal 17 Agustus, juga diadakan Napak Tilas Jelang Kemerdekaan yang mengambil rute dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok), Jl Imam Bonjol, Jakarta menuju rumah sejarah Rengasdengklok dan Tugu Proklamasi Rengasdengklok.

Sabtu pagi itu, Napak Tilas Kemerdekaan RI adalah dengan mengunjungi tiga museum, yakni Gedung Joang 45, Museum Naskah Proklamasi, dan  Museum Kebangkitan Nasional. Saatnya belajar berwisata sejarah! Ya, seperti kata proklamator bangsa Presiden Soekarno yang mengatakan, Jas Merah. Jangan  sekali-kali melupakan sejarah.



Mulailah Wisata Sejarah yang Terdekat

Tidak perlu memaksakan diri untuk mengambarkan yang tidak dikuasai. Memang bisa sambil dipelajari. Namun, tulisan akan lebih dibaca dan lebih memiliki bunyi dan manfaat jika benar-benar menyampaikan yang dekat dan lebih mudah dikuasai.

“Jakarta itu indah. Banyak hal yang bisa ditulis dari Jakarta. Mulai dari sejarah, pariwisata, kuliner, dan lainnya,” kata Anna, salah seorang teman blogger saat kami bertemu di pameran flona (Flora dan Fauna), yang ada di Lapangan Banten, Jakarta Pusat.

Kawasan Lapangan Banteng  yang tertata dengan baik telah menjadi daya tarik wisata tersendiri. Setidaknya bagi warga DKI Jakarta. Semakin sore,  mungkin seribu orang yang sudah datang.


Latar patung pembebasan Irian Barat menjadi latar untuk berfoto-foto ataupun selfie. Semakin indah saat kemudian pertunjukan Air Mancur Menari yang hanya diadakan setiap  akhir pekan sebanyak 3 kali sehari dengan durasi  30 menit  per sesi. Lagu-lagu perjuangan yang mengiringi menambah decak kagum dan menambah rasa nasionalisme.


Pengunjung yang hadir banyak yang  mengabadikan liukan air terjun dengan sorot warna. Tak ketinggalan, saya pun juga mengabadikan keindahan air terjun menari itu dan memvideokannya agar bisa menjadi sebuah kenangan tersimpan.

Kenangan yang tidak hanya bisa dinikmati saya, melainkan oleh banyak orang yang melihat dan membaca tulisan saya di blog.Sebuah kisah yang  membuat orang akan terus mengingat sebuah peristiwa.


Pengemasan tulisan yang baik dengansudut pandang berbeda dan dilengkapi rekaman gambar dan video pendukung yang mantap bisa membuat pembaca akan lebih memahami yang disampaikan.  

Tiga Museum Napak Tilas Kemerdekaan
Napak Tilas Kemerdekaan RI dengan rute 3 tempat bersejarah, yakni Gedung Joang, Museum Perumusan Naskah Proklamasi, dan Museum Kebangkitan Nasional RI yang saya ikuti pun tak ketinggalan.

Semua  cerita sejarah di tiga museum itu memang harus diposting di instagram. Hal yang menarik adalah kegiatan itu didukung oleh Huawe, yang sekaligus juga memperkenalkan smartphone terbarunya, yang salah satunya  Huawei Nova 3i yang memiliki dual camera.

Itulah pertama kalinya saya tahu hasil jepretan foto menggunakan Huawei Nova 3i. Obyek foto tampak jelas, tajam, dan terang. Saya membayangkan andai saja ponsel Huawei Nova 3i bisa digunakan.


Tentu hasil foto yang lebih detail dan lebih tajam akan melengkapi tulisan saya. Bukan kenapa-kenapa, saya takjub dengan  dual kamera yang ada di smartphone itu. Kameranya banyak. Ada empat kamera.

Hasil kameranya saja bagus,pasti videonya juga, batin saya. Ya, selain menulis di blog,  saya juga sedang belajar membuat video melalui smartphone. Namun saya juga menyadari  jika saya membutuhkan smartphone dengan kapasitas memori internal yang besar.

Semua itu dengan memperhitungkan perlunya menginstal sejumlah aplikasi untuk membuat video. Dengan memori internal yang cukup, saya bisa mengeditnya langsung di smartphone dan bisa segera mengunggahnya di saluran youtube. Setalah itu menautkannya dengan tulisan yang saya buat.

Selama ini, saya harus rajin menghapus-hapus gambar yang ada sebelum mengabadikan suatu obyek melalui smartphone. Itu sebabnya karena memori internal yang terbatas pada satu-satunya smartphone yang saya miliki.



Karena saya tahu bagusnya huawei nova 3i dan kendala yang saya alami untuk menghasilkan gambar dan video yang bagus untuk pelengkap tulisan di blog saya, maka Huawei Nova 3i menjadi impian untuk dimiliki. Layak menjadi smartphoneidaman 2018 untuk melengkapi aktivitas saya sebagai blogger.

Untuk tahu lebih jelasnya, alasan  Huawei Nova 3 i memikat sebagai smartphone
idaman adalah karena memiliki empat keunggulan. Apa saja? Ini jawabannya :


1. Memiliki 4 Kamera
Inilah yang paling dicari dan menjadi pembeda. Huawei Nova 3i memiliki empat kamera, yakni dua kamera  AI 24 MP + 2 MP di bagian depan dengan bukaan lensa f/2.2 disertai lampu flash. Selain itu kamera belakang  16 MP + 2 MP di belakang dengan bukaan lensa f/2.0.

 Fitur kamera yang dimiliki HUAWEI nova 3i ini memastikan hasil foto yang mengesankan. Setiap hasil foto memiliki kejernihan yang tinggi dan efek bokeh.
Dua kamera depan 24 MP + 2 MP yang dimiliki  HUAWEI nova 3i dapat mempercantik tampilan sehingga alami dan menarik.


Teknologi AI scenery recognition (AI) bisa  menyesuaikan lingkungan agar sesuai dengan kecantikan sejati Anda pada waktu selfie.

Intinya sih,bisa menjadi ahli selfie karena teknologi AI yang bisa memaksimalkan hasil kualitas foto, seperti pengenal objek foto, efek bokeh yang lebih nyata, fitur beautify, 3D Portrait Lightning, dan lain sebagainya.

Selain itu, ada fitur Qmoji yang mirip dengan fitur Animoji atau Zenmoji yang dimiliki oleh Apple dan Asus.


2. Performa mantap
Huawei Nova 3i memiliki prosessor  Kirin 710 Octa-core yang merupakan seri terbaru buatan Huawei. Prosessor ini dapat memberikan kinerja smartphone yang cepat, hemat energi, dan sudah ditanam teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).


Prosesor Nova 3i ini dilengkapi dengan kapasitas RAM sebesar 4 GB dengan kapasitas penyimpanan data yang besar, 128 GB. Kapasitas memori internal yang besar untuk menyimpan banyak  gambar dan video.

 Menggunakan sistem operasi Android Oreo dengan antarmuka EMUI 8.2, Huawei Nova 3i bisa menghasilkan  sensasi bermain game, tapi dengan daya baterai yang hemat. Daya baterai 3.430 MaH.

 3. Layar besar dan desain mewah
Huawei Nova 3i memiliki ukuran layar yang cukup besar, yaitu 6,3 inci.  FullView display IPS. Layar Nova 3i memiliki aspek rasio 19,5:9 dengan desain bezel-less hampir 81 persen di bagian depan smartphone.

Layar  lebar smartphone ini membuat nyaman saat digunakan saat menonton video, bermain game, atau menggunakan media sosial. Notch alias poni di atas layar bisa disembunyikan dengan pengaturan smartphone.



Huawei Nova 3i juga memiliki desain yang  khas. ada bodi belakang Nova 3i dibalut dengan lapisan kaca khusus anti gores dan menampilkan warna gradasi unik.
Layar depan Nova 3i juga dilapisi corning gorilla glass yang anti gores. Di bawah layar ada  sensor sidik jari.

Dengan panjang 75,2 mm, tinggi:157,6 mm, lebar:7,6 mm, dan berat sekitar 169 gram, termasuk dengan baterai, smartphone cukup enak digenggam. Selain hadir dengan tiga model warna, yakni Black, Iris Purple dan Camaro.


4. Konektivitas yang Mumpuni  
Huawei geo 1.5 pada spesifikasi  huawei nova 3i menyediakan layanan yang lebih akurat. Layanan akan meningkatkan kinerja bahkan di dalam terowongan.
Fitur huawei hadir nova 3i dengan kemampuan analitis.

Mampu  menonaktifkan suasana berisik yang didukung oleh AI, panggilan volume rendah akan ditingkatkan dan panggilan berisik akan diubah menjadi percakapan yang jelas dan berkualitas tinggi.


Selain hal-hal di atas, terdapat sejumlah keunggulan Huawei Nova 3i, seperti HDR Pro, slow motion, belanja pintar dan pencarian gambar dengan AI. Dengan kemampuan yang ada di smartphone ini, saya bisa menghasilkan lebih banyak foto-foto yang bercerita dengan dilengkapi tulisan yang apik.

-----
Huawei Nova 3i Blog Competition by Koh Huang.  

Komentar

  1. Saya paling suka sama kameranya sama layarnya yang luas, karena buat nulis blog jadi lebih lancar pastinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, keunggulannya ada di 4 kamera yang dimiliki Huawei Nova 3i, layarnya yang lebar jadi buat nulis dan ambil gambar menyenangkan. Selain itu, memori internalnya yang gede. Semoga bisa punya, hehehe. AMin.

      Hapus
  2. jalan-jalan ke museum memang menyenangkan banget mba, bisa tau sejarah lebih dalam lagi dan suka amazed gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul banget. mbak. Menyenangkan sekali ke lokasi bersejarah, kemudian menuliskannya dilengkapi dengan gambar yang baik dari kamera smartphone yang bagus. :)

      Hapus
  3. hasil kameranya huawei nova 3i kece juga yaa ahh sukses bikin mupeng :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, keren dan bening. Akupun mupeng sebagai smartphone idaman di tahun 2018.

      Hapus
  4. Aku jadi pengen ke museum ngenalin anak akan sejarah tapi belum sempet. Btw keren banget hasil kamera huawei nova 3i jadi pengen punya deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yuk kenali anak-anak dengan sejarah sejak dini. Memulai dari museum sangat bagus. Nanti bisa foto-foto di lokasi dengan kamera huawei nova 3i kalau sudah punya.

      Hapus
  5. Hp dengan layar lebar itu enak banget untuk nonton dan nulis blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. hape dengan layar lebar memang enak banget buat moto, nonton. dan nulis blog juga. Mantap digunakan lah Huawei Nova 3i itu.

      Hapus
  6. Hp huawei keren juga ya mbak, aku ke museum Fatahillah aja nij, belum ke napak tilas kemerdekaan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren memang hape Huawei Nova 3i untuk foto-foto. Apalagi, buat mengabadikan gambar dan kisah bersejarah. Melengkai tulisan sehingga lebih enak dan lebih mudah dipahami.

      Hapus
  7. Aduh, selalu suka sama trip-trip ke tempat yang bersejarah gitu. Lumayan nambah-nambah ilmu, tadinya kan cuma baca di buku aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak Reh Atemalem. Trip ke tempat bersejarah selalu menyenangkan. Makanya, aku butuh smartphone yang mumpuni buat moto dan nulis blog sekaligus.

      Hapus
  8. Saya mulieng banget lihat hasil jepretan nya mbak, dan pantas aja kalau kameranya Huawei Nova 3i ini ada 4.. Semoga ada yang kasih ini hape buat Fenni bungsu, aamiin 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, amin mbak Fenni. Semoga kita sama-sama punya smartphone Huawei Nova 3i ini, ya...

      Hapus
  9. cakep ya hasil foto Huawei, kebetulan aku lagi compare hape, pingin ganti. Pas nih dapat referensi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, dimiliki lebih tepat setelah menemukan referensi yang tepat. Ini smartphone dengan hasil kamera yang bagus.

      Hapus
  10. Bentuknya lucu, apalagi warnanya biruuuu. mauuuuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, keren banget. Kakak Silvia suka yang biru. Aku mau yang merah, hehehe...

      Hapus
  11. Mematri sejarah dengan berbagai cara, semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita dan generasi penerus negeri ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget, merekam sejarah dengan berbagi cerita dengan dilengkapi jepretan kamera smarthone yang mumpuni.

      Hapus
  12. Pengen banget tour museum ngajak Naeema, belum kesampaian deh. Btw Jadi tergoda liat handphone huawei ini. Harga berapa ya Ka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk ajak anaknya untuk tour musium. Sekarang museum bagus kok untuk tempat berfoto-foto. Bisa banget pakai Huawei Nova 3i yang seharga Rp.3,8 juta ini.

      Hapus
  13. Aku pernah ke museum ini nih pas lagi liputan sama fotograferku dan tim redaksi. Liat hasil jepretan Huawei ini emang kece banget ya karena aku tau banget pencahayaan di masing-masing ruang disana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak Suciarti. Pencahayaan di dalam ruangan membutuhkan tidak semua kamera bisa mengimbangi dengan hasil yang baik, tapi huawei nova 3i satu ini bisa.

      Hapus
  14. Wah wah ternyata foto-fotonya pakai hp aja toh! Nggak kalah kualitasnya sama kamera yaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kakak Marga. Hanya pakai hape smartphone untuk menghasilkan gambar yang bagus untuk melengkapi tulisan mengenai sejarah bangsa. Dokumentasi yang apik untuk yang membaca dan ingin belajar sejarah.

      Hapus
  15. Tour museum belim pernah nih aku sama anak saking sibuknya jiah hahaha ini HP warna, camera dan layarnya kok mupeng ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo yo ayo... untuk tour museum bareng anak-anak. Pakai hape Huawei ini yang punya warna, kamera, dan layar lebar buat moto-moto, pasti anak suka dan punya kenangan indah dengan tempat bersejarah kakak.

      Hapus
  16. Ahhhh jadi pengen punya hp nya nih ..hasil fotonya cakeppppp.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pasti pingin punya ya, kakak Amelia. Cakep emang hasil fotonya. Cakep juga buat pendamping tulisan sejarah.

      Hapus
  17. wuih huawei punya 4 kamera, mantap sekali. aman nih kalau bawa hp ini gak usah bawa kamera lagi karena biasanya kan kalau maen-maen ke museum suka ada bayaran ekstra kalau kita bawa kamera

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya empat kamera di smartphone Huawei Nova3i. Iya, kalau ke tempat-tempat cagar budaya memang tidak diperkenankan menggunakan kamera professional. Kamera smartphone yang punya kemampuan keren menjadi pilihan untuk mengabadikan momennya.

      Hapus
  18. Huaweinya keren banget sih. Bikin gambar jadi bokeh ya. Warna chasingnya juga cute deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, huawei ini bisa bikin gambar jadi bokeh. Udah gitu, bener banget chasingnya juga cute.

      Hapus
  19. Bakal menjadi ponsel idaman banget ini, sebagai seorang blogger memang harus menghasilkan konten2 yang kreatif salah satunya vlog, nah untuk membuat vlog dibutuhkan camera yang bagus dan juga memori yang cukup, ketika ada ponsel yang mampu memenuhi kebutuhan tersebut, maka ngeblog semakin asik dengan konten yang tentunya lebih menarik juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak Elly Nurul. Makanya aku ingin banget punya smartphone Huawei Nova3i sebagai idaman tahun 2018, untuk bisa mendapatkan gambar yang bagus untuk mendampingi konten tulisanku.

      Hapus
  20. Ini foto-fotonya cuma pakai hape aja? Keren banget! Kayak mirrorless lho jernihnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kakak Putri. Cuma pakai hape smartphone Huawei Nova 3i saja. Jernih dan jelas hasilnya.

      Hapus
  21. Hp rekomended banget ya,kamera cakep dan juga performa nggak mengecewakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya banget, rekomend deh buat foto2 karena kameranya cakep. Dah gitu, performanya juga tidak mengecewakan mbak Ernawati. Boleh coba kalau punya...

      Hapus
  22. uhuy pake hape ini kayaknya kece bat neh mba windu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kece banget, Rizki. Bisa buat moto dan nulis karena layarnya lebar....

      Hapus
  23. Saaya jg sering ngapusin foto2 sblm acara blogger takut kehabisan memory. Klo punya hp dgn memori internal yg besar asyik ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget. Kalau rajin moto, tentunya harus punya memori internal besar. Semoga bisa punya smartphone dengan memori internal besar ya, mbak.

      Hapus
  24. Aku suka jakan-jalan ke museum, kebayang jejak sejarah masa lalu, jadi memperkaya batin kita ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jalan-jalan ke Museum. Selain memperkaya batin, bisa merunut sejarah masa lalu. Ditambah denga cekrek foto akai smartphone bagus, tambah komplit.

      Hapus
  25. Menarik bangett ya suka jalan-jalan ke museum,,btw pengen juga nih punya hp nya keren warna dan speknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. menarik banget kakak jalan-jalan ke Museum. Pasti pengenlah punya hape yang keren warna dan speknya seperti Huawei Nova 3i

      Hapus
  26. Hpbimpian no. Siapa Juga YG gak ingin punya hp dng spesifik YG canggih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, kakak Elisa. Hape impian tahun 2018. Siapa juga yang nggak mau punya hape dengan spesifik canggih dan hasil foto yang bagus seperti Huawei Nova3i?

      Hapus
  27. Asyik bamgat ya Mba bisa napak tilas dengan mengunjungi bangunan bersejarah seperti Gedung Joang 45, Museum Naskah Proklamasi, dan Museum Kebangkitan Nasional itu sesuatu yang sangat seru dan asyik, apalagi untuk mengabadikan segala momen didukung oleh smartphone keren seperti itu pasti seru sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik banget, Awan. Senang sekali bisa mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah, koleksi yang ada di dalamnya. Kemudian mengabadikannya dengan smartphone keren seperti Huawei Nova 3i, sehingga terus terekam abadi.

      Hapus
  28. Ke Bengkulu Mba, biar makin ngena dan nambah rasa napak tilasnya. Main ke sini, jeprat jepret sama blogger Bengkulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik... Boleh mbak Milda. Napak tilas disana makin keren karena bisa jeprat jepret lokasi bersejarah.

      Hapus
  29. Saya jadi kangen kawasan kota tua, banyak museum dan bangunan jadul yang cantik.. Pingin foto-foto lagi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo... hayo ke kawasan kota tua dan kawasan bersejarah lainnya di Jakarta. Banyak yang bisa diceritakan. Banyak yang bisa diabadikan melalui kamera smartphnone yang bagus.

      Hapus
  30. Oh mengabadikan sejarah bangsa menggunakan smartphone ini ya Mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mengabadikan sejarah itu penting. Zaman sekarang perlu diimbang i dengan menggunakan kamera smartphone yang bagus.

      Hapus
  31. aku juga pernah kesana, memang kita ga boleh melupakan sejarah ya. Jasmerah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Jas Merah ! Lebih Jas Merah lagi kalau diabadikan momen-momen dan kenangan yang didapat saat ada di tempat bersejarah.

      Hapus
  32. Terima kasih sudah partisipasi dalam blogging competition. Semoga beruntung ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali, kakak Deddy Huang. Amin, semoga jadi kenyataan :)

      Hapus
  33. Produk Huawei bikin penasaran, pengen deh punya juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin penasaran, ya kakak Liswanti? Dicoba deh untuk menggunakannya. Cocok kok buat dimiliki.

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung dan memberikan komentar positif demi kemajuan dan kenyamanan pembaca.

Postingan populer dari blog ini

Meet Me after Sunset, Hadirnya Bad Boy yang Mengubah Hidup Freak Girl

Cewek remaja masa kini umumnya akrab dengan semua yang berbau gadget dan media sosial. Sedikit-sedikit selfie lalu upload di instagram ataupun membuat video blog (vlog) yang ditayangkan di channel  youtube. Namun, cewek satu ini sangat berbeda.
Vino (Maxime Bouttier) remaja ganteng asal Jakarta yang terpaksa pindah sekolah ke Rancaupas, Bandung, sangat penasaran melihatnya. Gadis (Agatha Chelsea), lebih banyak menghabiskan waktu dengan menulis dan bermain dengan alam. Anehnya, lebih memilih keluar di malam hari.

Ah, kenapakah?  Gadis hanya punya satu teman, yakni Bagas (Billy Davidson). Keunikan Gadis membuat Vino mendekatinya. Ingin melindungi sekaligus membantu Gadis untuk dapat mengejar banyak sekali mimpi-mimpi yang dipendam.
Kehadiran Vino sebagai anak baru di sekolah, sekaligus sosok baru dalam hidup Gadis dan Bagas mengubah segalanya. Bagas yang selama ini tinggal dengan nini-nya (Marini Sardi) merasa sangat tahu dan sangat mengerti Gadis.



Keduanya tumbuh besar bersamaan. Bagas…

Mbak Yani dan Kanker Leher Rahim Stadium 3 B-nya...

HARI  masih pagi. Masih belum pukul 6.00 tapi perempuan itu sudah bersiap-siap. Beranjak untuk segera membersihkan tubuh. Bersiap untuk mandi. Berpakaian yang baik dan sedikit berpupur bedak tipis. Menyantap sedikit makanan yang disediakan agar perut tidak kosong meskipun harus diiringi rasa mual.
“Sudah siap-siap, mbak?” sapa saya.
Perempuan  bertubuh kurus itu tersenyum  manis. Dia hanya tinggal menunggu adik perempuannya yang akan menemaninya.
Kamis 4 Februari 2016 ini, pada pekan ini,  adalah jadwalnya untuk kembali  menjalani transfusi darah di RS Kanker Dharmais, Jl S Parman, Slipi. Upaya penambahan darah itu sangat dibutuhkan perempuan ini untuk memperpanjang kelangsungan hidupnya. 
Pekan lalu, Mbak Yani menghabiskan suplai  tiga kantung darah. Harus ada yang terganti dari keluarnya pendarahan yang terus menerus dari bagian kewanitaan yang  ada di tubuhnya. Pendarahan yang selalu Pendarahan yang harus memaksanya selalu memakai pembalut.
Pendarahan yang secara p…

Menjaga Passion For Better Melalui Beasiswa Sharing The Dream

Melihat sosok Tasya Kamila, perempuan muda cantik yang bisa menggapai pendidikan tinggi hingga meraih gelar master Public Administration dari Columbia University melalui beasiswa, rasa kagum terselip.
Di usianya yang menjelang 26 tahun, Tasya yang dulunya penyanyi cilik ini, tetap bisa menjalani passionnya di bidang hiburan. Tetap senang bernyanyi dan tetap suka dengan kesempatan bermain sinetron, serta berakting di layar lebar.
Tak hanya itu, Tasyasaat ini juga sedang mengembangkan sebuah proyek energi di Sumba, NTT. Keinginannya untuk bisa berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa diwujudkan melalui proyek-proyek yayasan miliknya yang bergerak di sektor lingkungan hidup, Green Movement Indonesia.
Kehadiran Tasya Kamila dengan sederet prestasinya itu menjadi salah satu inspirasi yang mengemuka dalam kegiatan SCG Sharing The Dreams Blogger Gathering di The Hook, Jl. Cikatomas No. 35, Senopati Area, Jakarta Selatan, Kamis 26 Juli 2018.



Menjadi seseorang yang memiliki pendidikan tinggi, …